“AKAN TIBA WAKTUNYA…”

<Minggu, 27 November 2016 OOR 08:05>

Bagi keluarga yang masih memiliki anak kecil, pasti merasakan betapa rumahnya tidak pernah rapi, selalu berantakan seperti kapal pecah. Aksi manja si kecil seringkali membuat kita menjadi kesal dan capek bukan kepalang. Mendengarkan celotehan dan pertanyaan berulang-ulang bagaikan sedang mendengarkan kaset rusak. Menjadi tempat mengadu dan berkeluh kesah tentang keseharian buah hati kita. Hufff… memang amat melelahkan.

Namun, sadarkah kita bahwa momen “kekacauan” rumah dan “kelelahan” diri, tidak akan terus menerus terjadi sepanjang hidup kita.

Akan tiba waktunya, rumah kita menjadi bersih, rapi dan teratur seperti gambar rumah idaman di majalah-majalah, saat anak-anak kita sudah mengenal kehidupan lain di luar rumah, memiliki teman atau bahkan gebetan baru dan senang bercengkerama bersama mereka dibandingkan dengan kita..

Untuk itu, nikmatilah setiap detik lelah kita yang harus berpuluh kali membereskan kekacauan yang mereka perbuat setiap harinya dan ilkhaskanlah berpuluh-puluh jam waktu kita untuk “direcoki” oleh mereka.

Akan tiba waktunya, saat anak-anak kita merasa enggan dan risih untuk digendong, dipeluk, dicium atau sekadar dibelai rambutnya karena mereka sudah beranjak dewasa, merasa malu jika sampai dilihat orang lain.

Untuk itu, berbahagialah jika saat ini, anak-anak kita selalu membuntuti kemanapun kaki melangkah, bahkan kadang harus bersama mereka kemana saja, termasuk menggendong mereka di ruang privasi (toilet) yang sempit dan pengap. Ulah mereka ternyata cukup mengesalkan dan mengganggu kesenangan kita karena yang ada di dalam pikiran mereka hanyalah diri kita.

Akan tiba waktunya, saat kita tidak lagi menjadi tempat mengadu, tidak lagi menjadi orang tua yang serba tahu dan bukan lagi menjadi sosok yang dikangeni.

Untuk itu, bersabarlah jika saat ini, anak-anak kita gemar meluncurkan sederetan pertanyaan yang berulang-ulang yang membuat dahi kita berkernyit, mengajak kita untuk bermain dan bercengkerama, yang membuat keasyikan kita di dunia maya menjadi terhenti sejenak.

Akan tiba waktunya, saat anak-anak kita mulai menolak untuk diantar ke pesta temannya karena mereka akan pergi bersama dengan teman sebayanya, mereka mulai melarang kita untuk mengutak-atik smartphone dan mulai meminta kamar pribadi yang kuncinya dipegang oleh mereka sendiri.

Untuk itu, kendalikan kemarahan kita, jika saat ini mereka merengek manja ingin ditemani tidur, minta dikeloni dan dipeluk cium sebelum tidur serta meminta untuk didongengkan kisah puteri salju dan pangeran tampan, walaupun kita sudah amat kelelahan dengan mata yang sudah meredup,

Akan tiba waktunya, saat anak-anak kita menemukan belahan jiwanya dan akhirnya membangun mahligai rumah tangga kecil bersama pasangannya. Mungkin kita tidak akan dapat melihat wajah mereka setiap hari dan mulai saat itu, kita tidak lagi menjadi sosok yang paling penting dalam hidup mereka.

Untuk itu, nikmatilah setiap detik kebersamaan dengan anak-anak kita, mendengarkan setiap keluhan dan celotehan mereka, memusatkan perhatian sepenuhnya akan tumbuh kembang mereka serta mencurahkan segenap waktu dan perhatian untuk mereka, walaupun kelelahan dan kerumitan hidup sedang mendera.

Tidak butuh waktu lama lagi, kaki kecil mereka akan tumbuh menjadi sayap-sayap kokoh yang akan membawa mereka pergi meninggalkan kita demi menggapai asa, cita dan cintanya.

Suatu hari nanti kelak, kita hanya dapat menatap kasur mereka yang rapi dalam kamar kosong yang hanya akan ditempati mereka sesekali di saat mereka merindukan masa kecil mereka, saat mereka menjenguk dan ingin menginap satu atau dua malam sebelum kembali meninggalkan diri kita dalam kesendirian dan kesunyian.

Kelak, kita hanya dapat duduk di atas pembaringan dan melamun membawa pikiran kita ke masa-masa indah di mana kamar ini pernah menjadi saksi bisu keriuhan dan keceriaan suasana yang tercipta saat buah kita masih berada seatap dengan kita. Dan kita akan begitu merindukan momen tersebut, sangat berharap agar kenangan tersebut dapat terulang kembali.

Kelak, kita akan sering menunggu di depan pintu mendengar keriuhan suara panggilan mereka dan cucu kita atau hanya menunggu di depan jendela berharap mereka hadir untuk mengusir kesepian hati.  

Kelak, kita akan sering menunggu balasan sms atau menunggu dering panggilan telepon dari mereka karena kita amat rindu mendengarkan suara mereka, mengharapkan mereka memberi sedikit perhatian dan sekadar menanyakan apakah kita sudah makan.

Kelak, kita akan merindukan saat menonton acara televisi bersama, bergosip dan bercerita tentang film yang sedang ditayangkan. Saat acara makan malam, kita akan tersenyum puas saat mereka dengan lahapnya menghabiskan makanan yang disajikan dan dengan manja mereka meminta tambah sepiring nasi lagi. 

Sobatku yang budiman…

Marilah kita memberikan waktu, kasih dan sayang sepenuhnya kepada buah hati kita, tanpa pernah mengeluh apalagi menolak menemani mereka saat bermain karena kita sedang sibuk dengan smartphone hanya sekedar untuk update status maupun berselancar di dunia maya untuk kepo melihat gambar dan status orang lain yang bahkan tidak kita kenal.

Janganlah menjadi orang tua yang egois, membiarkan mereka bermain dalam dunia mereka sendiri tanpa panduan dan pendampingan dari kita. Kelak, akibat keegoisan ini akan membawa penyesalan di kemudian hari. 

Kita tidak akan pernah mampu memundurkan atau memutar balik kenangan kembali ke masa silam, sebab waktu itu selalu berjalan ke depan. Bukan berjalan tapi berlari. Dan ternyata bukan hanya berlari, bahkan terbang melesat meninggalkan kehidupan kita saat ini.

Marilah kita menyayangi dan mencintai anak-anak kita dengan sepenuh hati dan segenap jiwa, di kala kita masih diberi kesempatan untuk melakukannya. Selagi masih ada waktu bersama sang buah hati.

#firmanbossini #inspirasi #motivasi #renungan  Obrolanbeken.wordpress.com m.facebook.com/firman.bekenmedia

Advertisements
This entry was posted in RENUNGAN. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s