“LEBIH ENAK JAMAN SUHARTO”

<Sabtu, 26 November 2016 OOR 16:40>

Setelah sehari sebelumnya menguping pembicaraan antara Pak Sadong dan isteri, keesokan harinya Abece kembali berkunjung ke warung Pak Sadong. Abece berharap dapat menguping obrolan rumah tangga Pak Sadong yang lucu dan menggelikan.

Ternyata benar, tidak sampai setengah jam duduk santai, dari dalam rumah terdengar percakapan Pak Sadong dan isterinya yang sedang membahas masalah politik yang disiarkan di televisi. Isteri Pak Sadong sudah berumur 40 tahun sedangkan usia Pak Sadong sudah mendekati 50 tahun.

Pak Sadong : “Setelah saya pikir-pikir, ternyata lebih enak jaman Suharto dibandingkan jaman SBY atau Jokowi…”

Bu Sadong : “Saya tidak setuju…!!! Pastinya lebih enak jaman sekarang yang dipimpin oleh Presiden Jokowi. Lihat saja pembangunannya begitu gencar digalakkan, lebih merata dari ujung barat hingga ke ujung timur…”

Pak Sadong : “Itu kan menurut kamu… Kalau menurutku pasti lebih enak jaman Suharto…”

Abece yang terkenal fanatik dan pengagum Jokowi, tidak mampu menahan keinginan hatinya untuk berkomentar. Dengan sigap, Abece melompati jendela warung dan masuk ke dalam rumah sambil berkecak pinggang.

Abece : “Pak Sadong, saya mengingatkan dirimu untuk tidak memuja rezim Suharto. Itu sudah menjadi masa lalu. Yang sekarang memimpin negeri ini adalah Presiden Jokowi, idolaku. Beliau sudah bekerja keras siang dan malam, tapi Pak Sadong malah tidak menghargai upaya beliau…”

Pak Sadong terkejut dengan kehadiran Abece yang tiba-tiba nongol dari balik jendela. 

Pak Sadong : “Apa-apaan ini? Sembarangan masuk ke rumah orang dengan melompati jendela. Kamu ini sudah seperti maling saja…”

Abece : “Saya tidak suka mendengar ucapan Bapak yang mengatakan lebih enak hidup di jaman Suharto…”

Pak Sadong : “Memang kenyataan lebih enak hidup di jaman Suharto kok…”

Abece : “Apa buktinya…?”

Pak Sadong : “Ya iya lah… Waktu jaman Suharto, isteriku baru berumur 20 tahun. Masih cantik dan seksi. Di jaman SBY, sudah mulai kedodoran. Apalagi di jaman Jokowi, postur tubuh isteriku berubah menjadi gendut, melar semelar-melarnya, keriput dan tidak ada kencangnya lagi….”

Abece tidak dapat menahan ketawanya lagi. Mulutnya terbuka lebar mengeluarkan suara tawa yang dapat didengar hingga ke kampung sebelah. Hanya dengan masuknya ujung sandal jepit yang ditusukkan oleh Bu Sadong, barulah dapat menghentikan tawa Abece.

Gubrakkk…

#firmanbossini #joke #gokil #ceritalucu #abece           Obrolanbeken.wordpress.com m.facebook.com/firman.bekenmedia

Advertisements
This entry was posted in JOKE. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s