“KRITIKAN”

<Sabtu, 26 November 2015 RPEDT 11:32> 
Tidak semua hal yang kita perbuat akan mendapatkan pujian. Menurut kita sudah baik, namun menurut sebagian orang belum tentu baik. Seringkali, orang di sekeliling kita lebih tertarik untuk memberikan kritikan. 

Sebuah kritikan paling halus sekalipun bisa membuat seseorang merasa tersinggung dan sakit hati. Contohnya : “Sayur yang kamu masak enak sekali, namun rasanya sedikit asin. Mungkin kamu berniat membuat asinan sayur ya?”

Bagi yang bermental “baja”, kritikan ini tentunya akan memacu dirinya untuk memasak lebih baik lagi. Mencoba mencicipi makanannya sendiri sebelum diberikan ke orang lain.

Bagi yang bermental “tahu”, kritikan ini akan membuatnya menjadi enggan dan malas memasak. Merasa tersinggung, marah dan bahkan menjauhi atau memusuhi si pemberi kritikan.

Padahal salah satu cara bagi manusia untuk berkembang adalah kesanggupan dalam menerima segala macam kritikan. Apapun kritikan yang kita dengar, yang paling penting adalah bagaimana cara kita merespon atau menanggapi setiap kritikan yang ditujukan kepada diri kita.

Sebuah kritikan memang tidak nyaman untuk didengar. Namun jika dikelola dengan baik, kritikan itu dapat menjadi pelajaran yang berharga. Jangan langsung bermuka cemberut, memasang wajah masam atau marah saat menerima sebuah kritikan. Tenangkan diri dan renungkan makna di balik kritikan itu.

Kalau memang isinya benar, berterima kasihlah kepada si pengkritik dan mulailah mengubah diri kita. Kalau isi kritik itu salah, selidiki mengapa orang lain melontarkan kritikan yang tidak benar tersebut. 

Mungkin ada sesuatu yang membuat orang itu salah mengerti tentang kita. Klarifikasikan dan beri penjelasan seutuhnya tentang hal tersebut.

Demikian pula saat kita memberikan kritikan kepada orang lain, maka orang yang kita komentari juga memiliki hak untuk menjelaskan apabila kritikan yang kita berikan memang keliru.

Sebagai pemberi kritikan, kita harus berjiwa besar mengakui kesalahan kita, jika memang kita salah dan lalai. Segera meminta maaf atas persepsi yang tidak benar yang sempat kita sampaikan.

Sobatku yang budiman…

Kritikan yang baik harus memberikan dampak positif pada kedua belah pihak, buat pemberi dan penerima, bukan melulu untuk menjatuhkan semangat si penerima kritikan.

Dalam memberikan suatu kritikan, apakah hanya untuk membuat kita kelihatan lebih baik dan lebih sempurna darinya? 

Mengkritik orang lain untuk meninggikan diri sendiri merupakan bentuk pemuasan ego yang paling rendah, pertanda ketidakmampuan untuk berkompetisi dalam kehidupan dengan sportif. 

Ingatlah, “kita tidak perlu mendekorasi pekarangan tetangga dengan rumput kering dan layu hanya untuk membuat teras rumah kita kelihatan lebih indah. Tidak perlu meniup lilin orang lain untuk membuat lilin kita bersinar”.

Tujuan kritik itu mestinya membantu, bukan membuat malu.

Belajarlah minta maaf sebelum menuntut orang untuk memohon maaf. Belajarlah menerima kritikan sebelum pandai mengkritik orang lain.

#firmanbossini #inspirasi #motivasi #renungan  Obrolanbeken.wordpress.com m.facebook.com/firman.bekenmedia

Advertisements
This entry was posted in RENUNGAN. Bookmark the permalink.

One Response to “KRITIKAN”

  1. stp776 says:

    Mantap terimaksi atas tulisannya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s