“CURAHAN HATI SEORANG GURU”

<Jumat, 25 November 2016 RPOEDT 14:56>

Hari ini tanggal 25 November, kami harus datang lebih awal, mempersiapkan segala sesuatu dalam rangka memperingati Hari Guru. Seremoni ini berlangsung setiap tahun, menjadi rutinitas yang menjemukan. Mengikuti upacara bendera, menerima ucapan selamat dan hadiah berupa bunga, coklat dan sebagainya dari para anak didik.

Urgh…

Rasanya, seremoni ini semakin hari membuat kami merasa bahwa perayaan Hari Guru itu tidaklah mengandung arti lagi. Hilang tidak berbekas tatkala semuanya sudah berakhir.

Padahal, saat ini, di “bulan tua” (baca : tanggal 25) ini, yang ada dalam benak kami adalah bagaimana cara agar dapat berhutang lagi di warung Bu Nur. Ujung-ujungnya hanya mie instan berkuah yang bakal menjadi lauk pendamping makanan kami hingga awal bulan depan.

Sebenarnya kami ingin sekali berdemonstrasi seperti rekan kami, para buruh, dalam menuntut keadilan dan kesejahteraan. Sungguh ingin kami lakukan. Namun profesi sebagai guru yang terhormat masih melekat di pundak ini. Kami belum berani bersuara keras sehingga mengurungkan niat untuk melakukan demonstrasi.

Kami berusaha untuk berpikir jernih. Seandainya kami melakukan unjuk rasa, meninggalkan tugas kami di sekolah, maka hal ini akan berdampak sangat besar bagi mental anak didik kami. Mereka adalah peniru yang baik.

Setiap langkah yang kami lakukan harus kami pikirkan matang-matang agar tidak mencederai kemuliaan profesi seorang guru.

Sobatku yang budiman…

Sekelumit ungkapan dan celotehan para guru sempat tertangkap oleh penulis, saat menyambut hari kebesaran mereka.

Tema perayaan Hari Guru tahun 2016 adalah “Guru dan Tenaga Kependidikan Mulia Karena Karya”. Tema ini masih sama dengan tema perayaan Hari Guru tahun lalu yaitu : “Guru Mulia karena Karya”.

Penulis kurang mengapresiasi dan cenderung tidak setuju dengan kalimat dari tema di atas. “Guru mulia karena karya”. 

Cobalah kita memaknai kalimat di atas. Beban dan tuntutan yang namanya “karya” diletakkan di pundak para guru tanpa memikirkan apakah mereka sudah diberi “ruang” untuk berkarya? Apakah jasa dan pengorbanan para guru menjadi tidak mulia lagi jika tidak berkarya? 

Selama ini, berbagai pelatihan atau diklat yang diadakan pemerintah, belum menjangkau seluruh guru yang ada. Bahkan terkesan hanya untuk menghabiskan anggaran yang tersedia.

Potensi terpendam dari para guru dibiarkan mengendap terkubur, tanpa ada upaya untuk membangkitkannya. Sebaliknya para guru malah dituntut tanggung jawab untuk terus menerus berkarya.

Hal yang paling utama dari pertanyaan kita, apakah guru di Indonesia sudah hidup layak? Pantaskah gaji guru itu setara dengan UMP? Bahkan tidak sedikit guru yang menerima “upah” dibawah UMP. Dua kali gaji UMP saja, penulis anggap masih sangat tidak cukup.

Semua ini berkaitan dengan “kualitas” dan “kejernihan” pikiran dari para guru ketika sedang mendidik anak murid. Pikiran para guru harus “terbebas” dari masalah “asap dapur” dan hutang-hutang yang menyandera hidup mereka. Sehingga mereka benar-benar dapat mencurahkan segenap hati dan pikiran untuk mendidik.

Sesungguhnya kemajuan dan kejayaan suatu negara ditentukan oleh kualitas guru dalam mendidik para anak didiknya. Itu pasti dan tidak terbantahkan…!!!!

Muliakanlah profesi guru dengan memperhatikan kebutuhan hidup mereka. Berikanlah ruang bagi para guru untuk berkarya dan berkreativitas.

Jadikanlah profesi guru sebagai profesi kelas satu, bukan profesi kelas pinggiran…

Selamat Hari Guru 2016…

#firmanbossini #inspirasi #motivasi #renungan  Obrolanbeken.wordpress.com m.facebook.com/firman.bekenmedia


Advertisements
This entry was posted in KASUS, POLITIK. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s