“MUTIARA YANG BERNODA”

<Selasa, 22 November 2016 OOR 10:40>

Ada seorang nelayan tua yang sangat beruntung karena menemukan sebutir mutiara yang besar dan sangat indah. Namun kebahagiaannya segera berganti menjadi kekecewaan, saat dia mengetahui ada sebuah bintik noda hitam kecil di atas permukaan mutiara tersebut.

Walaupun bintik hitam itu berukuran kecil, namun jika diperhatikan dengan seksama akan terlihat cukup jelas. Tentunya amat mengganggu keindahan mutiara besar itu.

Nelayan tua itu merasa tidak puas. Dia terus bergumam, seandainya titik noda hitam tidak ada, maka mutiara ini akan menjadi yang tercantik dan paling sempurna di dunia. Mutiara ini bakal menjadi mutiara termahal seantero jagat.

Setiap hari, sang nelayan terus memikirkan mutiara bernoda itu. Hatinya terus mengeluh. Semakin lama dipikirkan, hatinya semakin dirundung kekecewaan yang mendalam. 

Akhirnya sang nelayan memutuskan untuk menghilangkan bintik noda hitam dengan cara menguliti permukaan mutiara. Setelah menguliti lapisan pertama, ternyata bintik noda itu masih belum hilang. Lantas dia mulai menguliti lapisan kedua dengan harapan noda bintik tersebut dapat terkelupas bersama lapisan mutiara yang dikulitinya.

Namun sayangnya, noda tersebut masih ada. Dengan penuh penasaran, dia terus menguliti selapis demi selapis hingga lapisan terakhir. Noda tersebut berhasil dihilangkan, namun mutiara tersebut juga ikut hilang.

Sobatku yang budiman…

Kisah di atas merupakan representasi dari kehidupan ini. Sering kali kita mempermasalahkan hal yang kecil dan sepele, sesuatu yang tidak penting, sehingga tanpa disadari telah merusak sesuatu yang berharga yang berada dalam genggaman kita.

Persahabatan indah yang terjalin puluhan tahun berubah menjadi permusuhan yang hebat hanya karena kata-kata pedas, kritikan tajam atau perbuatan yang menyakiti sahabatnya. Keluarga yang rukun dan harmonis pun menjadi hancur hanya karena perdebatan-perdebatan kecil yang tak penting.

Hal sepele kerap dipermasalahkan dan diruncingkan. Sesuatu yang dapat dianggap kecil, dibuat menjadi besar, heboh dan ujung-ujungnya terjadi perdebatan dan permusuhan. Sesuatu yang lebih penting dan berharga sering dilupakan dan terabaikan.

Seribu kebaikan sering tidak berarti, namun setitik kekurangan selalu diingat seumur hidup. Marilah kita belajar menerima segala kekurangan dan ketidaksempurnaan yang hadir di dalam kehidupan kita, sebab kita sendiri bukanlah seorang yang sempurna.

Bukankah tidak ada yang sempurna di dunia ini…? 

#firmanbossini #inspirasi #motivasi #renungan  Obrolanbeken.wordpress.com m.facebook.com/firman.bekenmedia


Advertisements
This entry was posted in KISAH INSPIRATIF. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s