“TES DARAH DAN TES URINE”

<Kamis, 17 November 2016 OOR 16:28>

Suatu ketika Abece merasa sakit kepala berkepanjangan. Sudah hampir dua minggu Abece berusaha bertahan dari penderitaan ini.

Sahabat karibnya, Xwaizet menganjurkan Abece untuk memeriksakan diri ke dokter. Sebenarnya Abece enggan pergi berobat ke dokter karena pernah mengalami trauma. 

Waktu kecil dulu, Abece pernah disuntik oleh seorang dokter anak. Namun karena lasak dan tidak mau diam, jarum suntik tersebut patah dan tertinggal di dalam bokongnya. Bukannya bertambah baik, Abece harus menderita sakit yang lebih parah.

Alhasil, setiap kali melihat jarum suntik, Abece akan gemetaran, keringat dingin dan bibirnya memucat. 

Xwaizet : “Bro, kamu harus periksa ke dokter. Mana tahu kamu menderita darah tinggi, kolesterol, sinusitis akut atau barangkali kamu terkena kanker otak…”

Abece : “Jangan doakan yang tidak-tidak dong… Hal ini membuat saya merasa semakin takut…”

Xwaizet : “Makanya kamu harus periksa ke dokter…”

Abece memucat : “Apa mungkin dokter akan langsung menyuntik saya…?”

Xwaizet : “Ya gak lah… Penyakitmu harus didiagnosa dulu. Paling-paling kamu disuruh tes darah dan tes urine…”

Abece masih terus mencari pembelaan diri agar tidak berobat ke dokter : “Kalau begitu saya langsung saja tes darah dan tes urine. Ngapain harus ke dokter dulu, buang-buang duit saja. Bukan begitu bro…?”

Xwaizet : “Terserah dech… Yang penting kita tahu apa penyakitmu sehingga dapat ditentukan jenis pengobatan terbaik untuk menyembuhkan dirimu…”

Akhirnya Abece pergi ke sebuah laboratorium kesehatan untuk melakukan tes darah dan tes urine.

Saat menunggu giliran, tiba-tiba seorang anak remaja keluar dari ruangan sambil menangis tersedu-sedu. Air matanya mengalir dengan deras membasahi kaos baju depan.

Abece merasa kasihan dan menghampiri remaja tersebut : “Mengapa kamu menangis begitu menyedihkan. Tuh lihat air matamu sudah hampir habis… Atau jangan-jangan matamu perih gara-gara kena minyak angin….?”

Remaja itu menggelengkan kepala : “Bukan begitu bang…. Sebenarnya saya datang ke sini disuruh untuk tes darah…”

Abece merasa penasaran , lalu menginterogasi remaja tersebut : “Sama dong, saya juga ingin tes darah dan tes urine… Terus mengapa kamu menangis?”

Remaja itu menjawab perlahan : “Saat tes darah berlangsung mereka menusuk jari saya… Sakit banget sampai keluar darah… Saya takut sekali…”

Mendengar cerita itu, seketika Abece menangis dan meraung sekuat tenaga sehingga menimbulkan kepanikan para pengunjung.

Seorang perawat mendekati Abece sambil bertanya : “Mengapa bapak menangis sedemikian kuat…?”

Abece menjawab dengan terbata-bata : “Dia tes darah, jarinya harus ditusuk sampai berdarah. Saya ke sini mau tes darah dan tes urine…. Bayangkan saja bagaimana sakitnya diriku ketika tes urine…. Sakitnya gak terbayangkan…. Huhuhuuuhuuu….”

Seluruh pengunjung termasuk para perawat tidak dapat menahan tawa mendengar kekonyolan Abece.

Gubrakkk…

#firmanbossini #joke #gokil #ceritalucu #abece           Obrolanbeken.wordpress.com m.facebook.com/firman.bekenmedia

Advertisements
This entry was posted in JOKE. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s