“MENCARI TUHAN”

<Kamis, 17 November 2016 OOR 09:17>

Tuhan terlalu sederhana untuk diwakilkan melalui ucapan, gambar maupun kata-kata oleh siapapun juga. Baik berupa karya puisi, lukisan maupun buku karena Tuhan adalah Maha Sempurna dan memiliki kesempurnaan yang tiada terbanding. 

Seberapa banyak kata yang ditulis, seberapa indah lukisan digambar, seberapa panjang puisi digores bahkan seberapa lama pembicaraan dilakukan, tetaplah tidak dapat mendeskripsikan sosok Tuhan dan keberadaan-Nya. Bagaimana mungkin kita dapat menyederhanakan Tuhan sedang Tuhan adalah Maha Sempurna, Maha Kuasa dan Maha Segala-galanya?

Begitu juga dengan nama-Nya, setiap agama dan kepercayaan memiliki penyebutan yang berbeda-beda, namun pada intinya, Tuhan yang dituju adalah sama yaitu Sang Ilahi, penguasa langit dan bumi, nama yang menempatkan Dia pada posisi paling mulia, maha sempurna dan maha agung.

Banyak sekali orang berdebat mengenai Tuhan hingga muncul perseteruan dan berujung permusuhan. Perdebatan tentang Tuhan tidak akan selesai hingga akhir zaman karena kita sedang memperdebatkan sesuatu yang terlalu sederhana untuk dapat diinterpretasikan melalui ungkapan dalam bentuk apapun. Wajar kemudian saat seorang manusia membahas tentang Tuhan, maka manusia lain dengan mudah membantahnya dengan segala argumentasi yang dimilikinya.

Sobatku yang budiman…

Jika engkau menganggap Tuhan berada di atas langit maka carilah Dia. Jika engkau menganggap Tuhan berada di dasar lautan maka hampirilah Dia. Jika engkau mengganggap Tuhan berada di dalam perut bumi maka temuilah Dia. Jika engkau menganggap Tuhan berada di dalam dirimu maka selami dan rasakanlah keberadaan-Nya.

Namun jika engkau masih belum menemukan Tuhan maka berhentilah mencari Tuhan yang engkau anggap sesuai presepsimu atau harapanmu. Sesungguhnya Tuhan itu selalu muncul di tempat dimana berseminya rasa kasih sayang dan cinta kasih. 

Sadarilah bahwa kita adalah manusia yang terlahir sebagai manusia, bukan sebagai Tuhan yang dapat berbuat semena-mena terhadap alam dan sesama manusia. Sejatinya tujuan hidup kita adalah untuk menjadi manusia yang akan memanusiakan manusia, bukan menghujat atau merendahkan manusia lain, manusia yang menghargai alam dan segala makhluk yang bernaung di dalamnya.

Jadilah manusia yang bermanfaat bagi keluarga, masyarakat, bangsa dan lingkungan di sekitarnya. Tebarkanlah kasih sayang dimanapun kita berada. Inilah langkah awal kita untuk mengetahui keberadaan Tuhan dalam kehidupan yang sebenarnya.

Semoga semua makhluk hidup damai dan berbahagia…

#firmanbossini #inspirasi #motivasi #renungan  Obrolanbeken.wordpress.com m.facebook.com/firman.bekenmedia

Advertisements
This entry was posted in AGAMA, RENUNGAN. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s