“AHOK MENJADI TERSANGKA”

<Rabu, 16 November 2016 OOR 16:33>

Mbah Tukri : “Mbah Wel, akhirnya Ahok menjadi tersangka. Ini merupakan kemenangan bagi mereka yang melakukan aksi unjuk rasa terdahulu…”

Mbah Wel : “Iya…iya…”

Mbah Tukri : “Lalu mengapa Ahok tidak ditahan..?”

Mbah Wel : “Lah memangnya harus ditahan…?”

Mbah Tukri : “Takutnya Ahok lari ke Singapura….”

Mbah Wel : “Kan Ahok sudah dicekal…?”

Mbah Tukri : “Ntar Ahok menghilangkan alat bukti…”

Mbah Wel : “Bukankah semua barang bukti sudah berada di tangan polisi? Ingat yah mbah, Ahok ini bukan tersangka kasus korupsi, yang mungkin akan menghilangkan alat bukti…”

Mbah Tukri : “Pokoknya Ahok harus ditahan…”

Mbah Wel : “Begini saja mbah… Besok mbah lamar jadi polisi, terus minta jabatan sebagai ketua tim penyidik kasus Ahok. Nah, kalau sudah begitu, barulah Ahok dapat ditahan… Mbah ini kok ngeyel banget sich…?”

Mbah Tukri : “Hmmm, ngomong-ngomong, bagaimana pendapat mbah tentang status tersangka buat Ahok…?”

Mbah Wel : “Bagus dong… Polisi pintar mengambil keputusan untuk memuaskan kedua belah pihak yang berseteru… Buktinya Ahok tidak keberatan, justru merasa senang dan bangga. Tidak nampak sedikitpun sikap yang reaktif berlebihan apalagi sampai mengerahkan pendukungnya untuk berdemo. Coba kalau Ahok dinyatakan tidak bersalah, saya dapat membayangkan pasti akan ada aksi unjuk rasa episode ketiga. Dengan status Ahok sebagai tersangka, seharusnya tidak ada lagi aksi demo lanjutan…”

Mbah Tukri : “Wah… gak seru dong…”

Mbah Wel : “Hahaha…. Tenang aja, masih banyak celah untuk berunjuk rasa. Demo skala kecil saat segelintir orang memaksa Ahok untuk dipenjara. Demo skala sedang saat masa persidangan Ahok. Demo skala besar, saat hakim memutus Ahok tidak bersalah…”

Mbah Tukri : “Ahok bakal bebas…?”

Mbah Wel : “Iya pasti dong… kalau tidak diputus bebas oleh hakim, ya bebas setelah menjalani hukuman penjara. Masak mau dihukum seumur hidup…”

Mbah Tukri : “Terus bagaimana rencana untuk mendemo Jokowi…?”

Mbah Wel : “Itulah kecerdasan seorang Jokowi dalam mengatur langkah strategi peperangannya. Beliau paham betul, untuk menangkap ikan besar harus digunakan ikan besar. Kapolri sangat mengerti dengan maksud dan tujuan panglima perangnya…”

Mbah Tukri : “Maksudnya?”

Mbah Wel : “Dengan penetapan status tersangka Ahok, maka pasti akan bermunculan calon-calon tersangka baru dari mereka yang melakukan hate speech. Ingat Pasal 156 a KUHP : *Dipidana dengan pidana penjara selama-lamanya lima tahun barang siapa dengan sengaja di muka umum mengeluarkan perasaan atau melakukan perbuatan: a. yang pada pokoknya bersifat permusuhan, penyalahgunaan atau penodaan terhadap suatu agama yang dianut di Indonesia;* Lalu pasal 28 ayat 2 UU ITE : *Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).* Sudah paham mbah…?”

Mbah Tukri : “Jika semua ditangkapin, ntar siapa yang memimpin demo…?”

Mbah Wel : “Kerja… kerja… kerja… Otakmu cuma diisi kata demo saja. Mari bekerja dan berkarya dalam suasana tenang, tenteram, nyaman dan damai…”

Mbah Tukri : “Upsss…”

#firmanbossini #mbahwel #mbahtukri #renungan  Obrolanbeken.wordpress.com m.facebook.com/firman.bekenmedia

Advertisements
This entry was posted in Mbah Wel, Politik. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s