“HUKUM RIMBA”

<Rabu, 16 November 2016 OOR 01:49>

Mbah Tukri : “Mbah Wel, rencananya tanggal 25 nanti ada demo besar-besaran tahap ketiga. Apakah Mbah berniat untuk mengikuti acara demo tersebut?”

Mbah Wel : “Weleh…weleh… Kok sudah kayak sinetron saja, banyak banget episodenya? Rencananya mau sampai kapan demo ini akan berakhir?”

Mbah Tukri : “Pokoknya Ahok harus jadi tersangka barulah demo ini akan berhenti…”

Mbah Wel : “Apakah mbah yakin, setelah Ahok jadi tersangka, demo ini akan berakhir? Kok saya tidak yakin sich…”

Mbah Tukri : “Mengapa mbah bisa ngomong begitu…?”

Mbah Wel : “Menurut saya, demo ini baru permulaan saja. Para pendemo hanya ingin tes kemampuan diri apakah dapat mendikte pemerintah atau tidak. Jika saja pemerintah berhasil ditaklukkan untuk masalah Ahok, maka akan banyak lagi isu yang bisa digulirkan untuk menekan pemerintah dengan memanfaatkan jumlah pengunjuk rasa yang banyak. Bukankah hal ini sangat berbahaya bagi kehidupan berbangsa dan bernegara?Hukum tidak akan dapat ditegakkan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku di negeri ini. Yang berlaku adalah hukum jalanan alias hukum rimba…”

Mbah Tukri : “Mbah jangan berpikiran negatif seperti ini donk…”

Mbah Wel : “Begini yah… Untuk memaksakan suatu kehendak terhadap pemerintah, orang sudah memiliki cara jitu yaitu dengan mengerahkan massa sebanyak-banyaknya ke jalan. Bayangkan saja jika jutaan petani turun ke jalan meminta bibit dan pupuk gratis, jutaan nelayan berdemo meminta kapal gratis, jutaan guru meninggalkan anak muridnya demi berunjuk rasa menuntut agar gajinya dinaikkan menjadi sepuluh juta per bulan. Jika ini jadi tren fenomena sebagai pressure kepada pemerintah yang berdaulat, mau jadi apa negara kita tercinta ini? Apakah hal ini sudah kamu pikirkan matang-matang?”

Mbah Tukri : “Menurut pandanganku, apa yang mereka tuntut itu tidak berlebihan karena sudah diamanatkan dalam UUD ’45 pasal 33 ayat 3 bahwa *Bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat*. Jadi dimana letak kesalahannya? Bukankah semua ini adalah hak kita?”

Mbah Wel : “Jika seperti itu pemikiran kamu, negara ini pasti akan bubar atau lebih baik dibubarkan saja. Apakah mungkin semua ini dapat diwujudkan dalam sehari, seminggu atau bahkan lima tahun kepemimpinan presiden? Siapapun yang jadi presiden, tidak akan berhasil mewujudkannya. Sesungguhnya kata pemerataan dan keadilan itu hanyalah sebuah angan-angan yang teramat sulit untuk diwujudkan. Boleh saya katakan itu hal yang mustahil. Adil bagimu belum tentu adil bagi yang lain. Yang penting, pemerintah harus menelurkan kebijakan yang bermanfaat dan dapat dinikmati oleh sebagian besar, sekali lagi, sebagian besar rakyat kita, bukan demi kepentingan segelintir golongan saja….”

Mbah Tukri : “Jadi menurut mbah bagaimana baiknya…?”

Mbah Wel : “Masalah apa dulu…?”

Mbah Tukri : “Masalah Ahok…”

Mbah Wel : “Biarkan saja pihak kepolisian menunaikan tugas, jangan dipaksa-paksa atau digertak-gertak. Jangan membangunkan macan tidur….”

Mbah Tukri : “Maksud mbah?”

Mbah Wel : “Polisi punya power untuk mengamankan mereka yang berbuat anarkis atau memprovokasi massa. Tugas mereka dilindungi oleh undang-undang…”

Mbah Tukri : “Kok sepertinya mbah mengancam begitu… Kami tidak takut…”

Mbah Wel : “Jangan takabur bilang tidak takut. Bahkan seorang prajurit yang sudah didoktrin untuk gugur dalam membela negara saja pasti memiliki rasa takut, apalagi kita sebagai orang biasa…”

Mbah Tukri : “Pokoknya Ahok harus jadi tersangka…”

Mbah Wel : “Nah kan, mbah ini ngeyel banget. Pengennya memaksakan kehendak melulu. Kenapa gak mau bersabar? Biarkan para penegak hukum yang bekerja. Okelah, seandainya Ahok jadi tersangka, mbah berani menjamin tidak akan pernah demo untuk urusan Ahok lagi?”

Mbah Tukri : “Nggg…ngggg….”

Mbah Wel : “Upsss…”

#firmanbossini #mbahwel #mbahtukri #renungan  Obrolanbeken.wordpress.com m.facebook.com/firman.bekenmedia


Advertisements
This entry was posted in MBAH WEL KEKINIAN. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s