“IMPIAN MPOK ENCI”

<Minggu, 13 November 2016 OOR 10:56>

Seorang janda sudah berumur paruh baya dan kaya raya bernama Mpok Enci sudah lama memendam perasaan terhadap Abece. Berulangkali Mpok Enci berusaha merayu Abece agar bersedia menikah dengannya, namun Abece masih tetap menolak pinangan tersebut, walaupun mendapat iming-iming harta berlimpah. Sebenarnya Abece cukup kesal dengan perilaku Mpok Enci, tapi Abece tidak mau menyinggung perasaan Mpok Enci karena kadang-kadang masih membutuhkan bantuan janda kaya tersebut.

Hingga suatu hari, Abece berkunjung ke rumah Mpok Enci…

Abece : “Mpok…. apakah kehadiranku mengganggumu…?”

Mpok Enci : “Tentu saja tidak. Malahan saya merasa sangat senang dengan kehadiran dirimu. Angin apa yang membawa langkahmu singgah ke istanaku, wahai kekasihku…”

Abece sedikit tersedak mendengar kalimat romantis yang terlalu lebay.

Abece : “Begini Mpok… Semalam saya bermimpi tentang Mpok Enci…”

Seketika mata Mpok Enci berbinar-binar, kelopak matanya terus menerus berkedap-kedip kesenangan mendengar berita yang membahagiakan hatinya.

Mpok Enci : “Memangnya semalam kamu mimpi apa?”

Tiba-tiba air mata Abece jatuh mengalir dari pelupuk matanya. Hal ini tentu membuat Mpok Enci merasa kebingungan plus keheranan.

Mpok Enci : “Sebenarnya apa yang terjadi? Apakah kamu kehilangan uang? Kamu mau pinjam duit atau ada yang kamu inginkan sehingga terbawa mimpi…?”

Abece menyeka air mata monyetnya, lalu berkata : “Bukan begitu… Semalam saya bermimpi melamar Mpok Enci menjadi isteriku…”

Sebuah kalimat yang ditunggu-tunggu selama ini, akhirnya keluar dari mulut pemuda yang menjadi tambatan hatinya. Dengan nada bergetar, Mpok Enci bertanya : “Terus apa yang terjadi kemudian…?”

Abece : “Saya tidak kuasa menolak cinta Mpok Enci dan akhirnya menjadi suami Mpok. Kita hidup menjadi sepasang suami isteri yang bahagia bagaikan Romeo dan Juliet, bagaikan Rama dan Shinta, bagaikan Jokowi dan Iriana…”

Mpok Enci berpura-pura terkejut : “Wah… wah… Kok bisa yah…. Gila banget… Keren loh… Terussss… terussss…”

Mpok Enci memasang mimik serius, membuka daun telinga selebar-lebarnya dengan hidung kembang kempis, berharap mendapat cerita yang lebih bombastis lagi. Dengan menebalkan keyakinan, Mpok Enci berharap kali ini nasib baik akan menghampiri hidupnya, mendapat seorang brondong yang berusia amat muda, setengah dari umurnya sekarang.

Mpok Enci : “Sejujurnya dalam hati kecilku, meyakini semua yang terjadi dalam mimpimu bakal menjadi kenyataan. Bukan begitu mas Abece…? Cepat lanjutkan ceritamu, saya sudah tidak sabar ingin mendengarkan kelanjutannya.”

Abece melanjutkan : “Hmm… Saya juga berharap seperti demikian…”

Mpok Enci terlihat begitu bahagia, walaupun dia tahu bahwa semua ini terjadi hanya di dalam mimpi. Mpok Enci masih terus berharap suatu saat nanti, mimpi ini dapat menjadi kenyataan.

Abece : “Dalam mimpiku semalam, Mpok Enci meninggal dengan tragis karena mengalami kecelakaan pesawat terbang. Terus saya berubah menjadi pemuda yang kaya raya… Begitu loh mpok… Sesuai dengan keinginan Mpok, semoga semua ini dapat menjadi kenyataan… Bukan begitu Mpok…?”

Secara spontan Mpok Enci menyemburkan kopi hitam yang sedang diteguknya ke wajah Abece. Dengan muka masam, Mpok Enci berkata : “Hushhh… Kamu jangan sembarangan bicara. Lagipula semua ini kan hanya mimpi. Dasar bodoh, pekok dan anak keturunan kuda nil…! Lebih baik kamu sekarang pulang atau saya akan memukulkan gagang sapu ke bokong teposmu…!!!”

Abece segera berlari keluar sambil menyeka percikan kopi hitam bercampur liur yang tadi disemburkan oleh Mpok Enci…

Gubrakkk…

#firmanbossini #joke #gokil #ceritalucu #abece            Obrolanbeken.wordpress.com m.facebook.com/firman.bekenmedia

Advertisements
This entry was posted in JOKE. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s