“KISAH NYATA : KEPAHLAWANAN PRAMUGARI CANTIK NEERJA BHANOT”

<Kamis, 10 November 2016 COR 20:57>

Berikut ini adalah kisah nyata mengenai keberanian luar biasa dari seorang pramugari yang telah difilmkan oleh Bollywood di tahun 2016. 

Berikut kisahnya…

Maskapai Pan America (Pan Am) dengan nomor penerbangan 73 dari Mumbai, India transit di bandara Karachi, Pakistan dengan tujuan New York pada tanggal 6 September 1986. Setibanya di bandara Karachi, empat teroris jaringan organisasi Abu Nidal dari Libya, menyamar dengan berseragam petugas keamanan bandara, bersenjata laras panjang, memaksa masuk untuk menguasai pesawat berikut penumpang dan awak pesawat.

Neerja Bhanot yang saat itu bertugas sebagai pramugari senior, secara diam-diam menghubungi pilot sehingga pilot, kopilot dan flight engineer berhasil melarikan diri melalui lubang palka di atas kokpit. Neerja berpikir jika pilot berhasil ditangkap teroris, maka dikhawatirkan para teroris akan memaksa sang pilot untuk menerbangkan pesawat itu keluar dari bandara. Tujuan mereka menuju Cyprus dan mereka juga menuntut pembebasan ke 1.500 orang Palestina yang dipenjara oleh Israel. 

Tentunya usaha penyelamatan akan menjadi lebih mudah jika pesawat berada di darat. Jika tidak, kemungkinan terburuknya, pesawat akan diledakkan di udara.

Kepahlawanan Neerja perlu dicatat dalam sejarah kemanusiaan. Sebagai kepala awak cabin, Neerja mengambil alih pimpinan di dalam pesawat. Neerja meminta semua penumpang untuk tenang dan mematuhi permintaan penyandera. Dalam situasi tegang, Neerja bersikap profesional, tetap menyajikan makanan dan minuman dengan senyuman, seperti tidak terjadi apa-apa. Sangat tenang…

Ketika para penumpang berhasil dikuasai, para teroris mengincar paspor warga negara Amerika Serikat. Selain itu mereka meminta Neerja menghubungi pihak bandara untuk mengirimkan pilot dalam waktu 30 menit atau akan ada penumpang yang ditembak. 

Setelah waktu yang ditetapkan berakhir, pihak bandara menemui teroris di luar pesawat dan memberitahu bahwa pilot akan segera datang. Akan tetapi para teroris tidak mau percaya. 

Mereka benar-benar menembak mati salah seorang penumpang asal Amerika Serikat. Lantas membuang mayatnya ke landasan pacu. Hal ini membuat semua penumpang dan pramugari berteriak ketakutan.

Pemimpin kelompok teroris itu menyebut diri sebagai Mustafa memerintahkan Neerja agar mengumpulkan semua paspor penumpang. Neerja menyadari bahwa target utama para teroris adalah penumpang berkebangsaan Amerika Serikat. 

Dengan cerdik dan penuh keberanian, Neerja menyembunyikan semua paspor penumpang dari Amerika Serikat, menyembunyikan di bawah kursi dan ada yang dibuang ke toilet. Perbuatan heroik ini telah berhasil menyelematkan puluhan nyawa penumpang yang tidak berdosa. 

Para teroris sempat kebingungan karena tidak ada satu pun paspor Amerika Serikat yang mereka dapatkan. Neerja benar-benar tenang dalam menghadapi situasi menegangkan. 

Sang pramugari cantik tersebut selalu tersenyum meskipun para teroris terus-menerus menebar ancaman dan ketakutan. Bahkan Neerja masih sempat melayani penumpang dengan membagikan sandwich dan kopi seolah tidak ada insiden sama sekali.

Pada pukul sembilan malam, setelah 15 jam penyanderaan, listrik di dalam kabin pesawat tiba-tiba mati karena daya suplai pesawat mulai melemah. Seluruh ruangan pesawat menjadi gelap gulita.

Para teroris menjadi panik karena mengira itu perbuatan tentara Pakistan yang akan menyerbu masuk ke dalam pesawat, mereka mulai melepaskan tembakan secara membabi buta ke arah penumpang.

Kondisi kabin menjadi sangat mencekam dan mengerikan. Suara desingan peluru bercampur dengan suara teriakan penumpang yang ketakutan. Korban pun mulai berjatuhan. Mayat bersimbah darah bergelimpangan di atas lantai.

Neerja tertembak di lengannya tapi masih berhasil membuka pintu darurat yang memungkinkan para penumpang untuk lari meninggalkan kabin. Neerja menggunakan tubuhnya sebagai tameng bagi peluru teroris. Beberapa peluru menembus tubuhnya. 

Ketika pintu darurat terbuka, semua orang berbondong-bondong keluar dari pesawat. Neerja bisa saja menyelamatkan diri dengan keluar terlebih dahulu karena sudah berada di ambang pintu darurat. Namun wanita muda cantik itu justru memilih untuk tinggal di dalam pesawat dan melindungi penumpang, mengarahkan para penumpang untuk keluar dari kabin pesawat secepatnya.

Neerja memprioritaskan keselamatan penumpang dengan membiarkan mereka keluar lebih dulu. “Ayo cepat keluar,” katanya.

Para korban yang selamat melihat Neerja sempat melindungi tiga orang anak kecil saat teroris menembaki tubuhnya secara membabi buta yang meninggalkan beberapa luka lubang menganga di tubuhnya. Bahkan saat terluka parah seperti itu, Neerja masih terus berupaya menuntun sebanyak mungkin orang keluar melalui pintu darurat.

Ketika salah satu teroris melihat aksi Neerja yang membantu mengeluarkan penumpang, lantas teroris ini mulai menyeret tubuh Neerja dan menembak kepalanya. 

Salah satu penumpang yang selamat menceritakan kisah tragis memilukan : “Aku melihat dengan mata kepalaku sendiri, saat-saat terakhir Neerja ditembak di kepalanya dari jarak dekat.”

Kebanyakan yang tewas adalah penumpang berkebangsaan India. Saat peluru di senapannya habis, mereka mencoba melarikan diri. Namun gagal. Mustafa dan kawan-kawan disergap oleh pasukan komando Pakistan. Setelah menjalani proses persidangan, akhirnya mereka dihukum penjara seumur hidup. 

Neerja Bhanot lahir pada tanggal 7 September 1963 di Chandigarh. Karena kepahlawanannya, pemerintah India menganugerahkan bintang Ashoka Chakra kepadanya. Neerja adalah wanita pertama dan satu-satunya yang menerima penghargaan negara tertinggi ini. 

Pakistan juga menganugerahkannya bintang “Tagme-e-Insaniyat”, the flight Safety Foundation Award dan Medal Kepahlawanan dari the National Society of the Sons of the American Revolution (AS). 

Keluarga Neerja memberikan semua uang asuransinya itu bagi sebuah yayasan bernama “The Neerja Bhanot Pan Am Trust”. Setiap tahun, yayasan ini memberi penghargaan kepada awak pesawat terbang yang memiliki prestasi tinggi dan juga kepada wanita-wanita India yang berhasilkan menunjukkan jiwa kemanusiaan serta keberanian tinggi untuk menolong sesama umat manusia.

Usia Neerja baru 23 tahun ketika meninggal dunia, hanya berselang dua hari menjelang hari ulang tahunnya. Namun di usianya yang begitu muda, Neerja telah meninggalkan semerbak keharuman nama yang akan dikenang oleh setiap generasi. Tentunya akan menjadi inspirasi bagi mereka yang telah mendedikasikan diri dan hidupnya untuk kemanusiaan.

“Kehidupan itu adalah tentang apa yang kita beri, bukan apa yang kita dapat”

#firmanbossini #inspirasi #motivasi #renungan  Obrolanbeken.wordpress.com m.facebook.com/firman.bekenmedia

Advertisements
This entry was posted in KISAH INSPIRATIF. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s