“AMANAT PAHLAWAN UNTUK KITA”

(Selasa, 10 November 2016 OOR 19:51)

Setiap tanggal 10 November rakyat Indonesia merayakan Hari Pahlawan. 

Berawal dari kejadian di kota Surabaya 71 tahun lalu, dengan semangat patriotisme, seluruh rakyat Indonesia, khususnya rakyat Surabaya, berjuang mati-matian dengan bermodalkan bambu runcing, berperang melawan penjajah (sekutu) hingga titik darah penghabisan.

Ribuan rakyat menjadi korban keganasan perang, gugur bersimbah darah dan tidak sedikit harus kehilangan anggota tubuh dan menjadi manusia cacat sepanjang hidupnya.

Lantas, sudahkah kita mengambil hikmah dari perjuangan heroik dari para pahlawan?

Sadarkah kita bahwa generasi sekarang hanyalah menumpang di wilayah yang telah diperjuangkan dan dimerdekakan oleh para pendahulu.

Saat ini, kita boleh bersenang-senang karena tidak ada lagi perang, tidak ada lagi musuh dengan senapan terhunus atau suara desingan suara peluru atau dentuman bom maha dahayat yang akan mengancam dan merenggut nyawa kita, kapan dan dimana saja. Semua sudah berakhir…

Banyak orang merasa bangga dan gemar memamerkan foto saat mengikuti upacara, mengheningkan cipta serta menabur bunga di pusara (TMP-Taman Makam Pahlawan) untuk mengenang jasa para pahlawan pada setiap momen Hari Pahlawan. Boleh-boleh saja, asalkan dalam dirinya masih terselip jiwa kebangsaan dan cinta tanah air.

Namun jangan lantas, membanggakan diri sebagai orang yang paling menghargai jasa para pahlawan dibandingkan warga yang lain. Padahal di dalam dirinya, masih tersimpan benih-benih permusuhan terhadap saudara sebangsanya. Permusuhan yang akan membesar menjadi perpecahan atau disintegrasi bangsa.

Sesungguhnya para pahlawan tidak akan terbaring tenang jika melihat tanah warisan yang mereka perjuangkan dengan darah dan air mata akan tercabik-cabik menjadi pecahan-pecahan kecil. Mereka masih menginginkan wilayah Indonesia, utuh dari Sabang sampai Merauke, dari Talaud hingga ke Pulau Roti.

Mereka juga tidak sudi jika masih ada ketidakadilan yang dirasakan oleh generasi penerusnya.

Mereka akan marah jika seluruh kekayaan alam di negeri ini hanya dikuasai sekelompok anak negeri dan tidak dimanfaatkan bagi kemakmuran seluruh rakyat Indonesia.

Para Pahlawan akan berseru :

“Wahai penguasa negeriku…!!!

Kami tidak butuh sekadar aksi tabur bunga di atas pusara kami. Kami juga tidak butuh kalian terus menerus mengenang jasa perjuangan kami…

Yang kami inginkan…

Lanjutkan perjuangan kami dalam memakmurkan dan mensejahterakan rakyatku seadil-adilnya. Berdirilah di atas semua golongan tanpa harus membeda-bedakan…

Segerakan pembangunan yang lebih merata di seluruh penjuru negeri. Kami butuh pembuktian dan bukan sekadar retorika semu belaka…

Kami melihat…
Kami memantau…
Dan…
Kami akan tenang dalam damai setelah semua keinginan kami engkau penuhi…”

Para Pahlawan berseru :

“Wahai rakyatku…!!!

Jadilah penghuni dan pewaris negeri yang bijak. Janganlah kamu menjadi musuh bagi saudara-saudaramu. Bergandeng tanganlah dengan erat agar kalian tidak mudah diadu domba. Jika kalian kuat, maka negeri ini akan kekal abadi sepanjang masa…

Berjuanglah… Bangunlah negeri ini sesuai keahlianmu…

Jangan kotori tanah perjuangan ini dengan pengkhianatan, aksi makar, permusuhan dan adu domba. Jangan merendahkan dirimu, menggadaikan kehormatanmu, menghina sesama saudaramu hanya untuk membela kepentingan mereka yang tidak menginginkan perdamaian di negeri ini. Jangan menghujat pemerintah sesuka hatimu seperti dirimu adalah yang paling benar. Jangan membuat kami menyesal telah mewariskan negeri ini untuk kalian.

Kami mohon dengan sangat, pertahankanlah keutuhan NKRI sampai tetes darah terakhir seperti yang pernah kami lakukan dahulu…”

Akhirnya dengan semangat cinta tanah air, kita akan berteriak lantang :
Jayalah negeriku…
Makmurlah rakyatku…
Banggalah kita sebagai “pewaris” negeri nan indah permai…

#firmanbossini #haripahlawan #renungan  Obrolanbeken.wordpress.com m.facebook.com/firman.bekenmedia

Advertisements
This entry was posted in KASUS, POLITIK. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s