“WAKTU”

<Kamis, 09 November 2016 OOR 10:55>

Acap kali kita mendengar omelan seseorang bahwa dirinya telah membuang waktu dengan percuma. Sebenarnya kalimat itu tidaklah sepenuhnya benar sebab waktu itu bukan terbuang tapi tidak termanfaatkan. Semua ini bergantung kepada diri sendiri dalam menyikapi keberadaan waktu tersebut. 

Saat terjebak kemacetan, kita sering menggerutu telah kehilangan waktu yang begitu banyak tanpa hasil. Jika kita mengambil nilai positifnya, saat terjebak kemacetan, kita sedang belajar untuk bersabar. Bisa juga menambah pengetahuan, membaca, menulis atau berselancar di dunia maya. Namun jika kita hanya mengomel dalam kekesalan maka di saat itulah, sebenarnya waktu kita sudah terabaikan dengan sia-sia.

Banyak orang menganggap waktu itu adalah uang. Padahal sesungguhnya waktu itu bukan hanya sekadar uang, lebih dari itu, waktu juga adalah cinta, kasih sayang dan kebaikan.

Jika kita terlambat menjumpai rekan bisnis yang buru-buru pulang ke kotanya karena kita harus mengantar anak ke sekolah terlebih dahulu, maka peluang untuk mendapatkan uang menjadi sirna. Artinya waktu itu dianggap sebagai uang.

Demikian juga saat kita berleha-leha dengan waktu, membiarkan waktu berlalu begitu saja saat bersama keluarga tanpa berniat mengungkapkan dan menyampaikan kasih sayang kepada mereka. Saat mereka sudah tidak berada di sisi kita, akan muncul penyesalan yang tiada bertepi. Ingin mengulang momen tersebut, namun semua ini tidaklah mungkin untuk terulang kembali. Maka waktu itu adalah kasih sayang.

Saat memiliki kemampuan finansial memadai, kita melupakan niat untuk membantu mereka yang hidup berkekurangan, menunda-nunda berbuat kebaikan hingga saat kita jatuh terpuruk dan tidak memiliki kemampuan lagi, di saat inilah baru muncul penyesalan mengapa saat sedang berlebih tidak mau berbagi kepada sesama. Waktu yang sudah berlalu tidak akan terulang kembali. Maka waktu itu boleh dianggap sebagai kebaikan.

Pilihlah yang terbaik dalam melangkah karena perjalanan kehidupan adalah pilihan yang hanya datang satu kali dan waktu tidak akan berulang kembali. Ingatlah bahwa penyesalan itu selalu datang di akhir cerita, jangan sampai kita menjadi pribadi yang selalu menyesal dan terus berkubang dalam penyesalan. 

Lihatlah orang yang bertubuh sehat namun tidak menyadari betapa nikmatnya sehat itu. Mereka baru merasakan nikmat sehat ketika dalam keadaan sakit. 

Perhatikanlah orang kaya tidak mampu dan tidak mau berhemat atau bersedekah. Mereka baru menyesal ketika sudah hidup dalam kekurangan. Bertanya-tanya, mengapa pada saat sedang berkelebihan, mereka tidak berhemat dan melupakan bersedekah. Namun ketika segalanya sudah tidak ada, mereka baru berpikir untuk berhemat dan bersedekah. 

Seringkali kita begitu mudah membuang-buang waktu dengan hal-hal yang tidak berguna di saat lapang. Namun, di saat sempit, barulah kita menyesali dan meratapi kebodohan kita saat menyepelekan waktu yang tersedia untuk kita. 

Sobatku yang budiman…

Dalam menjalani kehidupan, baik di masa kini ataupun di masa lalu, selalu ada pelajaran yang dapat dipetik. Jangan menyesali masa lalu dan membiarkan hal yang sama kembali terjadi di masa kini, karena kualitas masa depan ditentukan oleh cara hidup hari ini. Mulai saat ini, bangunlah rasa percaya diri dan bertekad memperbaiki semua kekurangan di sisa waktu yang semakin pendek ini.

Jangan sia-siakan waktu yang ada, sebab waktu adalah harta kekayaan tiada bernilai yang paling sering kita abaikan. Membuang-buangnya seperti barang rongsokan hingga suatu saat merengek-rengek kepada Tuhan karena tidak diberi waktu yang banyak.

Kita sering tidak menghargai waktu, sehingga banyak menukar waktu dengan sesuatu yang kurang berharga.

Hargailah waktu, maka waktu pasti akan memberikan manfaat atas penghargaan kita terhadapnya.

Selamat merenung… Dengan merenung bukan berarti kita membuang waktu dengan percuma karena kita sedang belajar introspeksi diri untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

#firmanbossini #inspirasi #motivasi #renungan  Obrolanbeken.wordpress.com m.facebook.com/firman.bekenmedia

Advertisements
This entry was posted in RENUNGAN. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s