“KELUARGA HARMONIS”

<Jumat, 04 November 2016 OOR 06:56>

Keluarga Opekiu dan Uvewe, hidup bertetangga dan tinggal bersebelahan di sebuah kompleks perumahan.

Opekiu memiliki seorang isteri dan seorang puteri kecil yang baru berumur tiga tahun. Kehidupan keluarga kecil ini sangat harmonis dan bahagia, jauh dari keributan dan pertengkaran.

Sedangkan Uvewe, seorang manajer bank terkemuka, memiliki seorang isteri yang cantik jelita dan mereka telah dikaruniai sepasang putera dan puteri yang rupawan. Namun, keseharian mereka seringkali diwarnai dengan perdebatan dan pertengkaran yang cukup sengit. Tidak jarang suara bentakan dan makian terdengar oleh tetangga sebelah.

Saat suasana adem ayem, isteri Uvewe berkata kepada sang suami : “Mas, sebenarnya saya merasa heran dengan perjalanan kehidupan rumah tangga kita. Mengapa kita terlalu gampang untuk bertengkar bahkan untuk hal yang sepele?”

Uvewe : “Iya nih… Padahal, keluarga kita hidup bercukupan. Bandingkan saja dengan si Opekiu, tetangga sebelah yang cuma seorang pegawai biasa, namun kita hampir tidak pernah mendengar mereka bertengkar, apalagi sampai mengeluarkan kata-kata umpatan kepada pasangannya…”

Isteri Uvewe : “Jadi pengen tahu apa rahasia keharmonisan rumah tangga mereka… Mas bagaimana cara kita mengetahuinya? Ada saran…?”

Uvewe : “Begin aja… Nanti malam, kita berkunjung ke rumah Opekiu. Selain bersilaturahmi, kita juga dapat meminta nasehat dan solusi atas permasalahan keluarga kita…”

Isteri Uvewe : “Janganlah mas… Malu kalau sampai mereka tahu kita sering bertengkar…”

Uvewe : “Jika untuk kebaikan keluarga kita, mengapa kita harus malu?”

Malam harinya, Uvewe bersama isterinya berkunjung ke rumah Opekiu. Mereka disambut dengan kehangatan dan suasana penuh keakraban.

Isteri Opekiu pergi ke belakang untuk menyiapkan minuman. Saat berjalan mendekati meja tamu, tiba-tiba saja dirinya jatuh terpeleset karena lantai licin tergenang air. Untung saja, peristiwa ini tidak sampai mencederai fatal isteri Opekiu. 

Opekiu melihat kejadian ini, segera memapah isterinya duduk di kursi. Sambil mengelus-elus siku isterinya yang terlihat membiru, Opekiu berkata : “Maafkan keteledoranku sayang… Tadi air minumku tumpah dan lupa saya bersihkan, akibatnya kamu jatuh terpeleset hingga memar. Mana yang sakit lagi? Apakah tangan atau kakimu ada yang terkilir sayangku…?”

Isteri Opekiu menggenggam tangan suaminya dengan erat, lalu berkata : “Suamiku, engkau tidak bersalah… sebenarnya saya yang teledor dan kurang hati-hati saat membawa baki minuman…”

Uvewe dan isterinya melihat kejadian ini dengan muka terperangah. Mereka tidak menyangka memperoleh tontonan gratis berupa pelajaran kehidupan tentang cinta dan kasih sayang sepasang suami isteri. 

Jika saja peristiwa ini terjadi dalam rumah tangga Uvewe, maka dapat dipastikan akan terjadi pertengkaran, karena di antara mereka berdua akan saling menyalahkan, tidak mau mengalah dan berupaya mempertahankan kebenaran pendapat masing-masing.

Akhirnya mereka mengetahui apa rahasia keharmonisan rumah tangga Opekiu. Mereka berjanji akan mengubah semua kekurangan pada diri masing-masing menjadi lebih baik lagi.

Sobatku yang budiman…

Keharmonisan keluarga sangat ditentukan oleh sikap dan perilaku pasangan suami isteri tatkala mereka sedang mendapatkan peristiwa buruk atau ditimpa suatu masalah.

Perbedaan paling mendasar antara keluarga yang sering bertengkar dan keluarga yang adem harmonis adalah masalah ego dan gengsi.

Keluarga yang sering mengalami percekcokan, memiliki pasangan yang selalu merasa benar dan mau menang sendiri dalam segala hal. Sedangkan keluarga harmonis hanya akan dimiliki oleh pasangan yang selalu merasa bersalah atas peristiwa buruk yang terjadi dan mau mengalah dalam segala hal.

#firmanbossini #inspirasi #motivasi #renungan         Obrolanbeken.wordpress.com m.facebook.com/firman.bekenmedia

Advertisements
This entry was posted in KISAH INSPIRATIF, KISAH OPEKIU DAN UVEWE. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s