“MENGAKUI KESALAHAN”

<Rabu, 02 November 2016 OOR 10:15>

Seorang manajer perusahaan memiliki karakter yang keras namun loyal kepada perusahaan tempatnya bekerja.

Suatu ketika, sang manajer menemukan suatu kesalahan yang dilakukan oleh dua orang pegawainya yang bernama Opekiu dan Uvewe. Mereka kedapatan sedang internetan saat jam kerja. Akibatnya mereka berdua mendapat surat peringatan dari perusahaan.

Karena tidak senang, Uvewe menghasut Opekiu untuk melancarkan fitnah terhadap sang manajer. Mereka berencana menulis surat kaleng yang ditujukan kepada boss perusahaan bahwa sang manajer seringkali meninggalkan kantor saat jam kerja. Padahal, sang manajer sedang menunaikan kewajibannya menjumpai para pelanggan.

Alhasil, sang manajer dipanggil dan diinterogasi oleh boss perusahaan. Untunglah, berkat alibi dan bukti foto kunjungannya, sang manajer berhasil meyakinkan boss perusahaan bahwa dirinya tidak bersalah. Sebaliknya sang manajer justru sering bekerja melebihi waktu kerja untuk blusukan ke tempat pelanggan.

Sang manajer berusaha mencari tahu siapa yang telah mengfitnah dirinya. Sepulangnya para karyawan dari kantor, semua komputer bawahannya diperiksa dan akhirnya beliau menemukan bukti bahwa Opekiu dan Uvewe adalah tersangka yang menyebarkan fitnah tentang dirinya.

Keesokan harinya, sang manajer memanggil Uvewe terlebih dahulu. Dengan berbagai dalih dan alasan Uvewe menolak tuduhan bahwa dirinya adalah pelaku peyebar fitnah. Bahkan Uvewe berjanji kepada sang manajer untuk mencari tahu biang keroknya. 

Dalam hati, sang manajer tersenyum dan berlakon tidak tahu apa-apa. Dia masih membiarkan perilaku Uvewe yang berpura-pura membantunya mencari pelaku penyebar fitnah.

Beberapa waktu kemudian, Opekiu dipanggil ke ruangan sang manajer. Beliau menanyakan perihal surat kaleng yang ditujukan kepada boss perusahaan. Seketika wajah Opekiu berubah menjadi merah padam, saat sang manajer menunjukkan surat kaleng tersebut.

Dengan suara terbata-bata, Opekiu berkata : “Saya mengakui kekhilafan ini. Saya mohon maaf, Pak. Konsekuensi apapun akan saya terima. Namun, dengan segala kerendahan hati, saya mohon bapak bersedia memaafkan saya…”

Akhir dari peristiwa ini, Uvewe dipecat dari perusahaan dan rekannya, Opekiu masih tetap dipertahankan sebagai karyawan perusahaan. 

Sobatku yang budiman…

Semua orang pasti pernah melakukan kesalahan, kekhilafan dan perbuatan yang tidak menyenangkan orang lain. 

Jika itu terjadi pada diri kita, jangan ragu untuk mengakui kesalahan dan berjanji untuk tidak mengulanginya. Bukan justru berpura-pura tidak bersalah dan menunjuk jari telunjuk ke orang lain yang tidak bersalah.

Mengakui kesalahan dan berupaya untuk memperbaiki serta berjanji tidak mengulangi kesalahan yang sama, jauh lebih baik daripada berpura-pura menjadi manusia sempurna dalam kemunafikan.

#firmanbossini #inspirasi #motivasi #renungan  Obrolanbeken.wordpress.com m.facebook.com/firman.bekenmedia

Advertisements
This entry was posted in KISAH OPEKIU DAN UVEWE. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s