“KEBAIKAN DAN KEBURUKAN”

<Jumat, 21 Oktober 2016 OOR 06:49>

Opung Toba : “Kebaikan dan keburukan bersumber dari perilaku umat manusia. Keduanya tidak akan pernah dapat dipisahkan. Kebaikan muncul dan lahir dari adanya keburukan. Begitu juga sebaliknya keburukan hadir dan lahir dari adanya kebaikan…”

Murid : “Saya tidak mengerti apa maksud kalimat guru…”

Opung Toba : “Begini… saat seseorang melakukan perbuatan jahat yang menimbulkan keburukan bagi orang lain dan lingkungannya, maka pasti akan ada orang lain yang menutup keburukan tersebut dengan perbuatan baik. Demikian juga saat seseorang melakukan kebaikan, selalu saja muncul segelintir manusia yang merusak kebaikan tersebut dengan keburukan….”

Murid : “Saya senantiasa berniat melakukan kebaikan, namun mengapa tidak semua orang senang dengan apa yang saya lakukan?”

Opung Toba : “Setiap perbuatan mempunyai dampak dua sisi yang berseberangan. Bagi seseorang itu baik dan menguntungkan, namun bagi orang lain mungkin adalah keburukan dan merugikan. Jangan khawatir, teruslah menebar virus kebaikan kapan dan dimana saja. Jangan biarkan orang lain yang mengatur hidup kita dan mencoba menghentikan perbuatan baik yang ingin kita lakukan…”

Murid : “Bagaimana kita dapat membedakan kebaikan dan keburukan?”

Opung Toba : “Kebaikan dan keburukan kadang sulit dibedakan karena manusia paling pintar untuk menyamarkan keduanya. Yang baik dikatakan buruk dengan seribu satu alasan faktor pendukung kesalahannya. Yang buruk dikatakan baik dengan sejuta alasan pembenaran. Yang menjadi pembedanya, output kebaikan adalah terciptanya suasana kegembiraan, sukacita dan kebahagiaan bagi sebagian besar umat manusia. Sedangkan output dari keburukan adalah munculnya perasaan dengki, iri, sakit hati, kegelisahan dan hidup yang tidak tenang.”

Sobatku yang budiman…

Jadilah kunci pembuka kebaikan. Tuhan akan menganugerahi mereka yang memegang kunci ini, menghiasi dirinya dengan kemuliaan, sehingga siapapun yang bertemu dengannya akan menjadi baik, gemar melakukan kebaikan dan selalu berucap yang baik-baik saja. 

Saat namanya disebut, yang terdengar hanyalah nilai-nilai kebaikan. Saat orang lain memandang wajahnya, mereka akan selalu teringat dengan kebaikannya.

Janganlah menjadi kunci pembuka keburukan. Siapapun yang bertemu dengannya akan menjadi buruk, menghambakan diri kepada kejahatan, suka berkata jorok dan hati selalu diselimuti oleh pikiran negatif. Siapapun yang bergaul dengannya akan memperoleh keburukan.

Semoga kebaikan dan keberuntungan selalu menghampiri kita dari segala arah penjuru mata angin.

#firmanbossini #inspirasi #motivasi #renungan  Obrolanbeken.wordpress.com m.facebook.com/firman.bekenmedia

Advertisements
This entry was posted in Nasehat Opung Toba. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s