“TANGGUNG JAWAB SEORANG PEMUKA AGAMA”

<Rabu, 12 Oktober 2016 OOR 19:50>

Seorang pemuka agama haruslah membina, bukan justru menghina.

Seorang pemuka agama haruslah mendidik, bukan justru membidik.

Seorang pemuka agama haruslah mengobati, bukan justru melukai.

Seorang pemuka agama haruslah mengukuhkan, bukan justru meruntuhkan.

Seorang pemuka agama haruslah mengajak, bukan justru mengejek.

Seorang pemuka agama haruslah menyejukkan, bukan justru memojokkan.

Seorang pemuka agama haruslah mengajar, bukan justru menghajar atau bertengkar.

Seorang pemuka agama haruslah menasehati, bukan justru mencaci maki.

Seorang pemuka agama haruslah merangkul, bukan justru memukul.

Seorang pemuka agama haruslah mengajak untuk bersabar, bukan justru mengajak untuk mencakar.

Seorang pemuka agama haruslah realistis, bukan justru fantastis.

Seorang pemuka agama haruslah proaktif, bukan justru provokatif.

Seorang pemuka agama haruslah memuliakan umat, bukan justru sibuk berdebat.

Seorang pemuka agama haruslah mencerdaskan, bukan justru membodohkan.

Seorang pemuka agama haruslah menawarkan solusi, bukan justru mengumbar janji.

Seorang pemuka agama haruslah berlomba menciptakan kerukunan, bukan justru berlomba menciptakan kebuntuan.

Seorang pemuka agama haruslah menghadapi masyarakat, bukan justru membelakangi masyarakat.

Seorang pemuka agama haruslah memperbarui masyarakat, bukan justru membuat masyarakat baru.

Seorang pemuka agama haruslah mengatasi keadaan, bukan justru meratapi kenyataan.

Seorang pemuka agama haruslah pandai memikat, bukan justru mahir mengumpat.

Seorang pemuka agama haruslah menebar kebaikan, bukan justru mengorek kesalahan.

Seorang pemuka agama haruslah menghargai perbedaan, bukan justru memonopoli kebenaran.

Seorang pemuka agama haruslah mendukung semua program kebaikan umat, bukan justru memunculkan kebimbangan umat.

Seorang pemuka agama haruslah memberi senyum manis, bukan justru menjatuhkan vonis.

Seorang pemuka agama haruslah menyatukan kekuatan, bukan justru memecah belah keadaan.

Seorang pemuka agama haruslah siap menghadapi musuh, bukan justru selalu mencari musuh.

Seorang pemuka agama haruslah mengajak umatnya untuk mencari teman, bukan justru mencari lawan.

Seorang pemuka agama haruslah melawan kesesatan, bukan justru mengotak atik kebenaran.

Seorang pemuka agama haruslah mengatakan : “Mari ikut bersama kami”, bukan justru berkata : “Kamu harus ikut kami”.

#firmanbossini #inspirasi #motivasi #renungan  Obrolanbeken.wordpress.com m.facebook.com/firman.bekenmedia

Advertisements
This entry was posted in AGAMA, RENUNGAN. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s