“PERSELINGKUHAN”

<Rabu. 12 Desember 2016 OOR 07:12>

Seorang pengusaha muda yang sukses bernama Emon, secara tidak sengaja berkenalan dengan seorang wanita muda di sebuah pusat perbelanjaan modern. Pemuda yang selalu mengenakan kemeja rapi ini telah beristeri dan memiliki seorang puteri kecil nan jelita,

Karena terburu-buru ingin menjemput anaknya dari sekolah, Emon tidak sengaja menyenggol barang belanjaan Dora, wanita muda yang berpenampilan sangat menarik bak seorang artis, hingga plastiknya koyak dan isinya berjatuhan di atas lantai.

Setelah meminta maaf atas kecerobohannya dan turut membantu membereskan barang-barang yang berceceran, Emon menyerahkan sepucuk kartu nama kepada Dora dan menyampaikan akan mengganti semua barang yang rusak akibat insiden ini.

Belum sempat Dora menyampaikan sesuatu, Emon sudah berlalu dari pandangannya dengan langkah setengah berlari. Emon takut jika puteri semata wayangnya menunggu terlalu lama di sekolah. Apalagi, akhir-akhir ini, banyak sekali terjadi kasus penculikan anak.

Malam harinya, suara dering ponsel mengagetkan Emon yang sedang mendampingi anaknya belajar di rumah. Isteri tercintanya turut berada di dalam ruang keluarga, sembari menonton flm drama korea kegemarannya.

Emon : “Maaf, siapa ini…?”

Terdengar suara merdu dari ujung seberang telepon. Suara asing yang sama sekali belum pernah dikenalnya.

Dora : “Apa kabar bang… masih kenal dengan diriku? Saya Dora… Tadi siang abang sudah menyenggol barang bawaanku hingga berserakan di atas lantai….”

Setelah mengenalkan diri, barulah Emon tahu bahwa yang meneleponnya adalah Dora, wanita muda yang tadi siang ditubruknya dan ditinggal pergi begitu saja olehnya.

Emon segera menyingkir ke teras rumah agar dapat berteleponan dengan Dora. Dia takut isterinya mendengar percakapan yang nantinya akan menimbulkan kecurigaan berlebihan dari sang isteri.

Dora dan Emon berkomunikasi selama lebih kurang sepuluh menit. Dari obrolan perkenalan biasa hingga pembicaraan mengarah ke masalah pekerjaan. Dora adalah seorang janda muda yang ditinggal pergi oleh suaminya karena perkawinan mereka tidak direstui oleh keluarga suaminya. Untuk menghidupi dirinya, Dora menjual pakaian dan aksesoris via online.

Keesokan harinya Dora menghubungi Emon kembali, sekadar untuk say hello. Hal ini terus berlanjut hingga seminggu kemudian.

Dora : “Kapan yah, kita bisa keluar makan bareng?”

Emon : “Terserah kamu, saya siap kapan saja…”

Setelah itu bertemu untuk pertama kali, mereka merasa cocok dan semakin sering berhubungan melalui jalur whatsup atau line call. Beberapa kali juga mengadakan janjian pergi makan siang bersama. Semua ini terjadi tanpa sepengetahuan isteri Emon.

Hari-hari berlalu, tidak terasa sudah sebulan Dora dan Emon berkenalan. Tiada hari tanpa canda tawa diantara mereka berdua. Emon merasa nyaman saat bergurau dan bercengkerama bersama Dora, baik melalui telepon maupun berjumpa langsung. Emon terpukau dan bagai terhipnotis oleh keramahan dan paras nan ayu dari Dora.

Setelah menjalin huhungan rahasia dengan wanita lain selain isterinya selama lebih dari tiga bulan, hati kecil Emon mulai bergejolak. Dia mulai merasa bersalah karena menyembunyikan sesuatu dari isterinya. Dirinya telah berselingkuh serta membagi waktu dan perhatian kepada wanita lain.

Namun di sisi lain, dia merasa seperti menemukan dunia baru yang indah dan mengesankan. Sesuatu yang tidak pernah didapatkan lagi dari sang isteri, terutama setelah kelahiran si kecil. Hidup yang mengasyikkan dan penuh warna-warni. Tidak monoton dan itu-itu saja.

Emon bergumam dalam hati : “Saya tahu saya salah. Tapi saya merasa nyaman bersama Dora. Apakah saya harus mengakhiri semua ini demi anak dan isteriku? Haruskah saya mengorbankan keindahan hidup yang telah kureguk bersama Dora?”

Malamnya Emon berdoa meminta petunjuk dari Tuhan. Dalam doanya, Emon memohon agar diberi pikiran yang jernih untuk mengambil keputusan yang terbaik, baik untuk dirinya, untuk keluarga kecilnya dan untuk Dora.

Keesokan harinya, tiba-tiba muncul sederetan kalimat di media whatsup berupa ungkapan perasaan Dora yang sangat mencengangkan hatinya, isinya : “Bang Emon… Hari ini saya tidak mampu lagi menyimpan perasaan hati ini. Sejak awal perkenalan, saya sudah terpesona dengan penampilanmu, walaupun awalnya cuek dan kaku, namun setelah mengenal lebih lama, saya baru tahu bahwa abang itu baik hati, humoris, perhatian dan seorang pengusaha sukses… Saya tahu abang sudah berkeluarga, namun saya bersedia menjadi isteri kedua. Saya benar-benar siap menerima semua konsekuensi yang mungkin terjadi ke depan. Sekarang saya lega sudah mengungkapkan isi hati ini… Semoga abang tidak marah dengan keterusterangan ini…”

Emon galau… Pikirannya berkecamuk tidak karuan. Ada perasaan senang dan bangga dicintai oleh seorang wanita cantik. Namun di lain pihak, Emon dapat membayangkan apa yang bakal terjadi jika dia mengungkapkan isi pesan di WA kepada isterinya. Rumah tangga mereka bakal hancur dan kemungkinan besar, dirinya tidak dapat berjumpa dengan puteri kesayangannya.

Setelah melepaskan diri dari segala aktivitas seharian untuk menenangkan gejolak batinnya, Emon pergi ke sebuah areal perkebunan yang sejuk. Di sinilah, akhirnya Emon berketetapan hati mengambil sebuah keputusan yang terbaik dalam hidupnya.

Emon mengajak Dora keluar untuk berbincang tentang kelanjutan hubungan mereka berdua. Dora ingin memegang jemari tangan Emon, namun ditolak dengan halus oleh Emon, sebuah perlakuan yang tidak pernah dilakukan oleh Emon kepada Dora sebelumnya.

Dora : “Mengapa abang menepis tanganku…? Abang tidak sayang lagi sama diriku…?”

Dengan penuh kehati-hatian, Emon menjawab : “Dik Dora, saya mengerti dan paham dengan maksudmu… Selama ini saya merasa bahagia saat bersamamu. Namun ketika kamu mengatakan bersedia menjadi isteri keduaku, saya cukup terkejut dan justru merasa kasihan kepadamu. Tidak mudah bagi siapapun untuk membagi sebagian miliknya kepada orang lain, termasuk yang akan dialami kamu dan isteriku. Dengan berat hati saya harus menolak keinginanmu dan berencana untuk mengakhiri semua ini… Maafkan diriku Dora…”

Dora terkejut mendengar ucapan Emon yang tegas dan lugas. Bagaikan sambaran petir di siang bolong. Dora tidak menyangka Emon berniat memutuskan hubungan cinta terlarang mereka.

Dora : “Abang jahat… Mengapa selama ini, abang memberiku harapan palsu?”

Emon : “Saya tidak pernah memberi janji atau berkomitmen apapun mengenai hubungan ini. Kita berdua telah terbuai oleh keindahan hidup yang tidak kita dapatkan dari pasangan kita. Dora… kamu memang amat cantik dan saya yakin semua laki-laki pasti akan terpukau oleh kesempurnaan fisikmu. Ke depan, kamu tidak akan sulit menemukan pengganti hatimu…”

Dora : “Tapi… saya cuma mau abang seorang… Gak mau yang lain…”

Emon : “Saya tidak mungkin tega melukai hati isteriku. Tahukah kamu mengapa saya bisa seperti sekarang ini, seorang pengusaha muda yang sukses? Semua itu karena dukungan semangat isteriku. Di saat kesusahan, dia tetap setia mendampingiku walaupun saya yakin, hati kecilnya sedang berkecamuk melihat orang lain hidup berkecukupan. Saya merasa berhutang budi kepadanya…”

Dora : “Mengapa abang masih mau menerimaku selama ini? Abang sudah memberi pengharapan besar untukku…”

Emon : “Itulah kesalahan paling besar dalam hidupku. Dan untung saja, saya segera menyadari kekhilafanku. Saya tidak ingin kehilangan keluarga kecilku…”

Dora : “Tapi abang berjanji untuk membantu keuanganku…”

Emon : “Saya memang pernah mengatakan demikian dan janji ini pasti akan kupenuhi setelah kita menyelesaikan pembicaraan ini…”

Dora menatap tajam ke arah Emon : “Kamu harus menepati janjimu…!”

Emon merasa ada yang aneh, suatu perasaan asing yang tidak pernah dirasakan sebelumnya saat bersama Dora.

Jiwa Emon membatin : “Sepertinya Dora yang sekarang bukanlah Dora yang kukenal sebelumnya. Sifat aslinya mulai terlihat. Untunglah saya segera mengakhiri ini semua…”

Dora mengulangi pernyataannya : “Benarkah abang ingin memutuskan hubungan kita?”

Emon mengangguk…

Dora : “Baiklah… tapi mohon abang jangan lupa dengan janjimu…”

Emon mulai kesal dengan sikap Dora yang selalu mengarah ke masalah uang.

Emon : “Ok… untunglah semuanya cepat berakhir… Sungguh menyesal jika saya sempat bermain api dengan seorang wanita yang hanya mengagumi penampilan dan kesuksesanku. Saya baru tahu sekarang, bahwa kamu menyukaiku, tidak ikhlas sebab tujuan utamamu adalah hartaku…”

Tanpa mempedulikan mimik wajah Dora yang merah padam, Emon melanjutkan : “Jika saat ini kamu berhasil memilikiku, berarti kamu hanya ingin memetik hasil dan tidak mau bersusah payah untuk bercocok tanam. Padahal selama ini ada seseorang yang benar-benar menyayangiku setulus hatinya. Dia adalah isteriku… Siang malam isteriku mendoakan diriku agar sukses di dalam setiap langkah kehidupanku. Beliau juga selalu memohon agar Tuhan menjauhkan segala marabahaya dan berharap agar saya selamat tiba di rumah….”

Emon berdiri dari tempat duduknya, lalu berkata lagi : “Kamu memang cantik, namun sesungguhnya isteriku jauh lebih cantik lagi…”

Seperti perjumpaan pertama, Emon segera meninggalkan Dora, dengan meletakkan sebuah cek dengan nilai fantastis di atas meja.

Di dalam mobil Emon berkata : “Terima kasih anakku, Epel… Sebuah ciuman panjang darimu tadi malam, telah membangunkan tidur indahku selama ini. Saya berjanji untuk tidak mengulangi tindakan bodoh ini lagi, perbuatan yang akan membuatku lebih menderita di kemudian hari…”

Malam harinya, Emon tidur dengan memeluk isteri tercintanya dengan erat, seperti tidak ingin meninggalkan belahan jiwanya untuk sedetikpun. Walaupun heran dengan perilaku sang suami, namun isteri Emon menyambut pelukan Emon dengan tidak kalah hangatnya, sebuah pelukan yang amat dirindukan selama ini…

Sobatku yang budiman…

Jangan mencoba bermain api, karena api yang sudah besar tidak akan mudah untuk dipadamkan.

Jangan mencoba bermain cinta dengan orang lain selain dengan pasangan kita, karena cinta yang sudah bersemi dan berbunga indah bersama yang lain, tidak akan mudah untuk disingkirkan. Biasanya kita tidak akan tega untuk membuangnya.

Janganlah berselingkuh untuk alasan apapun juga. Sebab akan ada hati yang tersakiti akibat perbuatan ini.

#firmanbossini #inspirasi #motivasi #renungan  Obrolanbeken.wordpress.com m.facebook.com/firman.bekenmedia

Advertisements
This entry was posted in KISAH INSPIRATIF. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s