“JANGAN TERLALU BERANDAI-ANDAI”

<Senin, 10 Oktober 2016 OOR 07:14>

Seorang pemuda ganteng bernama Sinchan adalah seorang penjual kue keliling. Dengan membopong keranjang kue di tangannya, setiap hari Sinchan berangkat ke kota untuk menjual kue-kuenya. Bermodal ketampanan dan keramahannya, kue-kue jualannya sering terjual habis.

Sinchan berasal dari keluarga kurang mampu. Hasil penjualan kue digunakan untuk membantu perekonomian keluarganya.

Suatu malam, Sinchan menonton televisi yang menayangkan acara motivasi dari seorang motivator terkenal. Sang motivator ulung tersebut memiliki kemampuan komunikasi yang baik dan dapat menggugah semangat para pemirsanya agar menjadi manusia yang memiliki impian tinggi dalam hidupnya.

Kebetulan malam itu, sang motivator membicarakan mengenai cita-cita yang harus dimiliki oleh setiap orang agar hidup mereka menjadi lebih baik dan berbahagia. Sinchan terpukau dengan penuturan sang motivator sehingga sepanjang malam terus membayangkan apa-apa saja yang akan menjadi impian hidupnya kelak.

Keesokan harinya, Sinchan masih terus memikirkan impian yang melekat dalam pikirannya. Dengan penuh semangat, Sinchan berjalan membawa keranjang dagangannya ke kota. Begitu antusias, begitu bersemangat dan begitu optimis.

Selama perjalanan, Sinchan terus berandai-andai tentang mimpi-mimpinya yang belum terwujud. Ingin menjadi orang kaya, populer dan idaman bagi semua kaum hawa.

Dalam hati, Sinchan bergumam : “Banyak teman-temanku yang menaruh hati kepadaku. Biarpun miskin namun jika saya berhasil menabung dengan telaten, saya pasti akan menjadi kaya raya dan lebih digemari para wanita cantik. Saya tinggal memilih wanita idaman yang rupawan sesuai pilihan hati. Sekarang saya akan menjual kue-kue ini ke kota. Dengan kemampuan hebatku, saya pasti berhasil menjual semua dagangan ini. Semua keuntungan uang penjualan akan saya kumpulkan selama sebulan, lalu saya akan membeli gerobak dorong agar dapat menampung lebih banyak kue lagi….”

Sinchan berjalan sambil membayangkan apa yang bakal terjadi dengan kehidupannya kelak. Dia merasa sangat optimis dengan kehebatannya.

Sinchan tersenyum-senyum sendiri dan mulai berkata lagi : “Setelah berhasil membeli gerobak dorong, maka saya akan mendapatkan uang lebih banyak lagi. Uang yang berhasil ditabung akan saya belikan sepasang anak kambing. Saat kambing besar, mereka akan melahirkan banyak anak. Saya bakal menjadi juragan kambing. Setelah itu, saya akan membeli tanah pertanian untuk bercocok tanam. Tidak lama lagi, saya akan menjelma menjadi juragan kaya raya di desaku. Semua orang pasti akan kagum dan hormat kepadaku…”

Sinchan memperlambat langkahnya. Dia mulai membayangkan dan merasakan seperti memasuki dunia baru yang indah, menjadi seorang juragan muda yang memiliki banyak harta dan disanjung-sanjung oleh banyak penggemar.

Sinchan berkata lagi : “Setelah menjadi kaya raya, saya akan membeli pakaian mahal dan mobil mewah. Semua orang akan mengerebuti diriku. Saya akan menjadi gula yang diperebutkan oleh semut-semut…”

Tiba-tiba…. “Brakkkk…”

Sinchan terjungkal ke sebuah parit yang cukup dalam. Seluruh kue dagangannya ikut tumpah sehingga menjadi kotor dan tidak dapat dijual lagi kepada para pembeli. Akibat melamun dan berkhayal secara berlebihan, Sinchan tidak melihat jalan di hadapannya. Terperosok ke dalam parit yang dipenuhi oleh lumpur dan eceng gondok.

Bagai tersadar dari mimpi, Sinchan segera bangkit dari keterpurukannya. Membersihkan tubuhnya yang kotor. Menyisakan gurat-gurat luka lecet di sekujur tangan dan kakinya.

Dia merasa sangat menyesal dan akhirnya menangis : “Betapa bodohnya diriku. Saya terlalu banyak berkhayal tentang sesuatu yang belum terjadi. Mengapa pula saya harus menghitung kue yang belum terjual dan anak-anak kambing yang belum lahir? Belum apa-apa saya sudah membayangkan menjadi seorang kaya raya… Akibatnya hari ini saya mengalami kerugian besar. Semua kue daganganku menjadi kotor… Saya sungguh menyesal…”

Sobatku yang budiman…

Semua orang pasti memiliki impian, angan-angan, cita-cita, rencana dan pengharapan untuk masa depan yang lebih baik. Itu tidak salah dan amat baik untuk memotivasi diri.

Namun yang tidak baik, ketika kita membiarkan diri larut terlalu dalam, terlalu berandai-andai dan membayangkan hal-hal yang berada jauh di depan mata. Seringkali kita melupakan apa yang harus dilakukan sekarang. Berkhayal dan melompat ke masa depan serta mengabaikan hidup yang sedang dijalani.

Akibat tidak dapat mengartikan kata-kata motivasi yang melambungkan angan-angan ke atas awan secara benar serta terbuai oleh keindahan hidup di masa depan, banyak orang tidak lagi mau hidup dalam kekinian. Lebih senang berkhayal dan berangan-angan dengan harapan semuanya akan berjalan lancar seperti yang dibayangkan. Alhasil, pekerjaan yang seharusnya dilaksanakan saat sekarang menjadi terbengkalai dan berantakan.

Biarkanlah impian itu sebagai penyemangat hidup, menjadi motivasi untuk menjalani hidup yang lebih baik lagi di masa depan. Namun yang paling penting adalah memfokuskan diri kepada hal-hal yang harus dikerjakan pada saat sekarang. Dari hal-hal kecil yang dibangun saat ini, akan menjadi pondasi kokoh bagi kehidupan kita kelak.

Tetaplah bersemangat dan bekerja keras untuk mengejar impian di jalan kebenaran. Bersyukur dan berterimakasihlah kepada Tuhan atas semua nikmat yang sudah diberikan. Biarlah tangan Tuhan menyentuh hidup kita sehingga apa yang diharapkan dapat terwujud sesuai dengan kehendak-Nya.

#firmanbossini #inspirasi #motivasi #renungan  Obrolanbeken.wordpress.com m.facebook.com/firman.bekenmedia

Advertisements
This entry was posted in Kisah Inspiratif. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s