“MENGEMBALIKAN SEMANGAT YANG HILANG”

<Minggu, 02 Oktober 2016 OOR 10:30>

Seorang teman saya, namanya Andre, pernah menjumpaiku untuk meminta pertolongan. Dia menceritakan detil masalah yang dialaminya. Kelihatan sangat complicated dan tidak gampang untuk dituntaskan segera. Sudah seperti benang kusut yang harus dicari dulu ujung pangkalnya.

Masalah Andre adalah mengenai kerenggangan hubungannya dengan sang isteri yang juga merupakan teman baikku. Dia merasa isterinya sudah berubah, tidak mau patuh dengan apa yang dikatakan dan mulai melakukan pembangkangan. 

Andre merasa dirinya tidak lagi dihargai sebagai seorang kepala keluarga. Kerumitan hidupnya semakin bertambah ketika dia terpaksa harus mengundurkan diri dari perusahaan tempatnya bekerja karena “melawan” perintah atasannya yang tidak masuk akal.

Seringkali boss perusahaan meminta dia untuk melakukan kebohongan, baik kepada klien maupun kepada isteri bossnya. Selama ini sang boss gemar sekali pergi ke tempat dugem dan tidak pulang ke rumah dengan alasan pergi ke luar kota bersama dirinya.

Lama kelamaan, Andre merasa tidak betah dan mulai mencari-cari alasan agar tidak berhubungan dengan segala bentuk kebohongan. Bossnya tahu dan mengancam akan memecat dirinya. Akhirnya, sebelum benar-benar dipecat, Andre terlebih dahulu mengajukan surat pengunduran diri.

Masalah demi masalah menghujam kehidupannya, membuat dia hampir menyerah. Beberapa kali Andre ingin mengakhiri hidupnya. Dan pernah berkeinginan untuk minggat, pergi sejauh-jauhnya, meninggalkan kehidupan yang dijalani saat ini. 

Untunglah sebelum semua niat negatifnya terwujud, Andre keburu bertemu denganku. 

Andre : “Bro, tolong ingatkan isteriku agar bersikap lebih baik kepadaku. Kan kamu ini kawan baiknya…”

Saya tersenyum. Hati kecilku menolak mencampuri urusan rumah tangga orang lain. Ini masalah internal, jika tidak hati-hati, kita malah dianggap sebagai biang kerok. Namun, saya juga tidak mungkin membiarkan Andre memecahkan masalahnya sendiri. Dia sedang galau dan kacau. Saat ini, Andre belum mampu berpikir jernih. 

Ada dua masalah pelik dalam hidupnya, selain masalah dengan isterinya, juga ada masalah ekonomi. Mentalnya jatuh dan semangatnya hilang.

Akhirnya saya berkata : “Yang paling penting dilakukan adalah mengembalikan semangat hidupmu yang sempat hilang. Jika semangatmu tidak bersamamu, maka apapun yang akan kamu lakukan hanyalah sia-sia belaka…”

Andre : “Bagaimana cara mengembalikan semangatku? Sementara itu, saya melihat masa depan begitu kelam. Rasanya seperti berada di gua yang gelap, tidak tahu hendak melangkah kemana…”

Saya : “Begini bro… Apakah kamu memiliki impian dalam hidupmu?”

Andre : “Tentu saja punya… Saya ingin menjadi orang sukses, orang kaya dan terkenal serta memiliki keluarga yang harmonis…”

Saya : “Bagus itu… Untunglah kamu masih memiliki impian.. Dengan adanya impian, maka seharusnya kamu dapat mengembalikan semangatmu yang hilang. Untuk meraih impian, kamu harus berjuang. Tidak mungkin semua yang diinginkan, langsung turun dari langit. Untuk berjuang, kita harus memiliki semangat… Mengertikan dirimu…?”

Andre : “Iya… Iya… Tapi saya masih bingung, mau mulai dari mana… Dan jujur saja, ntah besok mau makan apa…”

Saya : “Oke… Dalam beberapa hari ke depan, coba kamu pikirkan apa yang mau dikerjakan sesuai dengan keahlianmu. Seingatku kamu pintar mencari barang untuk dijual kembali… Sekarang kita pergi ke supermarket dulu…”

Andre : “Buat apa kita pergi ke supermarket…?”

Saya : “Membeli kebutuhan rumah tanggamu selama sebulan termasuk membeli pulsa internet untukmu bekerja….”

Andre : “Bayar pake apa? Saya lagi gak punya duit nih…”

Saya tersenyum lalu berkata : “Pinjam sama BNI…”

Akhirnya Andre dapat pulang ke rumah dengan hati lebih tenang. Urusan kebutuhan hidup sebulan sudah teratasi. Ternyata dua hari kemudian, Andre datang kembali, menyampaikan apa yang ada di pikirannya.

Andre : “Bro, saya ada melihat barang yang bagus untuk dijual kembali. Ntah laku gak?”

Saya : “Kalau kamu yakin, mengapa menjadi ragu?”

Andre : “Tapiiii…”

Saya tertawa dan mengerti kelanjutan ucapannya : “Hahaha… Pinjam sama BNI dong…”

Akhirnya, Andre memiliki kesibukan baru, mencari barang di internet, lalu menjualnya ke orang lain. Dalam waktu tiga bulan, usahanya menunjukkan hasil menggembirakan. 

Suatu ketika, Andre mengajak saya untuk keluar makan.

Andre : “Bro, saya berterima kasih sudah membantu diriku. Isteriku juga sudah baik dan mau menuruti kata-kataku…”

Saya : “Berterima kasihlah kepada BNI, saya ini hanyalah fasilisator doang…”

Andre : “Kan BNI itu punya kamu….”

Saya : “Hush… Nanti saya bisa disomasi loh… Saya hanya memegang dan memiliki kartunya saja, bukan banknya…”

Sobatku yang budiman…

Semua orang pasti mempunyai masalah. Jangan lari dari masalah. Hadapi dan selesaikanlah dengan hati jernih. Pupuklah semangat untuk mengejar impian yang ada.

Jika merasa masalah datang bertubi-tubi dan seperti gulungan benang kusut. Cari ujungnya dan mulailah dari yang paling mudah.

Kadangkala, dengan menyelesaikan satu masalah akan memudahkan penyelesaian masalah berikutnya. Seperti yang dialami Andre, saat dia mulai berhasil memperbaiki perekonomian keluarga, kepercayaan dirinya mulai muncul, kewibawaan sebagai kepala keluarga juga meningkat sehingga Andre dapat menjalankan perannya dengan baik.

#firmanbossini #inspirasi #motivasi #renungan  Obrolanbeken.wordpress.com m.facebook.com/firman.bekenmedia

Advertisements
This entry was posted in KISAH INSPIRATIF, PENGALAMAN PRIBADI. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s