“TAX AMNESTY DAN UANG SEPULUH RIBU”

<Jumat, 16 September 2016 OOR 20:37>

Suatu sore, Abece bersama sahabatnya Xwaizet duduk di warung Pak Sadong sambil menikmati segelas kopi luwak. Banyak yang mereka bicarakan terutama masalah perekonomian nasional.

Xwaizet : “Bro, ekonomi kita lagi lesu yah? Harga barang melonjak tinggi dan rakyat kecil dibebani dengan seabrek pajak yang melilit leher…”

Abece : “Itu kata siapa? Memangnya kamu melihat dengan kacamata apa?”

Xwaizet : “Saya baca dari media online. Mereka terus menerus mengeluhkan hidup yang susah. Pemerintah tidak becus mengurus negara dan sebagainya. Pokoknya ngeri kali kalau mendengar ulasan mereka…”

Abece : “Ya iya lah kalau kamu membaca media online yang anti pemerintah. Mereka itu sekelompok orang yang tidak senang melihat pembangunan di negeri ini. Lain kali, kamu tidak usah membaca yang beginian. Ntar otak kamu jadi kecil, kerdil dan picik. Melihat semua yang baik sebagai tidak baik. Pemerintah sekarang sudah bagus, tinggal kita dukung dan kita kawal kebijakan mereka…”

Xwaizet : “Begitu yah, bro… Kok kayaknya kamu pintar sekali…?”

Abece : “Karena saya tidak pernah membaca media abal-abal. Referensiku media yang benar, akurat dan bukan penyebar fitnah…”

Tidak berapa lama, sahabat mereka, Kupruk datang dan ikut-ikutan nimbrung dalam obrolan. 

Kupruk : “Bro tau gak sekarang lagi gencar-gencarnya orang membicarakan TA…”

Abece dan Xwaizet serentak menjawab : “TA itu apa?”

Kupruk tertawa mencibir : “TA aja tidak tahu… Masih sok-sokan membahas perekonomian nasional… TA itu Tax Amnesty…”

Abece : “Kalau Tax Amnesty saya sich paham. Saya berencana mengikuti Tax Amnesty minggu depan…”

Kupruk : “Wah… Wah… Gak salah tuh? TA itu kan hanya buat orang kaya. Setahuku kamu mana mungkin mempunyai harta ataupun kekayaan, bro…”

Abece : “Ssttt, sini biar saya kasih ilmu sedikit buat kalian..”

Kepala Xwaizet dan Kupruk serempak maju ke depan mendekati mulut Abece…

Abece : “Woiii… Jangan dekat-dekat… Gimana saya mau bicara? Begini yah… Walaupun kita tidak memiliki harta, alangkah baiknya kita melaporkan ada memiliki harta, misalnya 500 juta…”

Xwaizet : “Kamu ini aneh… Semua orang ingin menyembunyikan harta yang dimiliki, kok kamu malah mau melaporkan harta yang tidak kamu miliki? Mungkin kamu ini sejenis manusia paling oon sedunia…”

Abece : “Makanya dengarkan dulu penjelasanku, bahlul… Saya berencana membeli rumah seharga 500 tahun depan, jika ternyata tiba-tiba saya memiliki uang sebesar itu untuk membeli rumah, pastilah orang pajak akan mengecek darimana saya memiliki uang sebesar itu. Sementara itu, saya membayar pajak hanya sedikit dan tidak pernah melaporkan penghasilanku yang benar setiap bulan. Kemudian saya akan dituduh melaporkan pajak fiktif dan pembayaran pajakku selama beberapa tahun ke belakang akan diteliti. Teman saya pernah membayar denda pajak hingga puluhan juta gara-gara membeli rumah…”

Kupruk : “Hmmm… Segitunya…?”

Abece : “Nah, dengan hanya membayar tebusan 10 juta, 2 persen dari 500 juta, maka saya dianggap telah memiliki uang yang cukup. Jika ke depannya saya ingin membeli rumah saya tinggal beli saja karena di laporan pajak, saya sudah memiliki uang 500 juta. Sehingga saya tidak perlu membayar denda pajak dan sebagainya hingga puluhan juta….”

Xwaizet : “Bagaimana jika petugas pajak memeriksa uang kamu yang 500 juta itu?”

Abece : “Kalau itu gampang… Anggap saja saya menyimpan uang dalam mata uang asing…”

Xwaizet dan Kupruk termangu-mangu mendengarkan penjelasan Abece yang masuk akal. Selama ini mereka menganggap Abece sebagai manusia bodoh dan oon.

Kupruk : “Jadi menurut kamu, bagaimana kondisi perekonomian sekarang?”

Abece : “Baik-baik saja…. Bagus kok…”

Xwaizet : “Apanya yang bagus? Harga kebutuhan pokok saat ini sangat mahal…”

Abece : “Siapa bilang? Sekarang saya mau tanya, dengan uang sepuluh ribu, di tempat kalian bisa membeli apa?”

Xwaizet : “Rokok setengah bungkus…”

Kupruk : “Sebungkus nasi campur….”

Abece : “Masak cuma segitu?”

Xwaizet dan Kupruk menganggukkan kepalanya…

Abece : “Kalau di tempatku, dengan sepuluh ribu, saya bisa mendapatkan beras 10 kg, gula 5 kg, minyak goreng 5 liter, indomie 1 kotak, shampo, sabun mandi, sabun cuci dan sekilo kopi. Hebat bukan…?”

Kupruk : “Kok bisa? Bukan main… Mau dong saya pindah ke tempat kamu…”

Abece : “Untuk mendapatkan semuanya, saya cukup membayar sepuluh ribu saja, sisanya ngutang….”

Gubrakkk….

#firmanbossini #joke #gokil #ceritalucu Obrolanbeken.wordpress.com m.facebook.com/firman.bekenmedia

Advertisements
This entry was posted in JOKE. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s