“TIGA TANGKAI BUNGA MAWAR”

<Sabtu, 10 September 2016 OOR 18:08>

Tiga tahun setelah tamat dari SMA, Abece berkenalan dengan seorang gadis cantik bernama Inem. Tidak berapa lama kemudian, Inem sudah memproklamirkan bahwa Abece adalah pacarnya, sedangkan Abece masih menganggap Inem sebagai sahabat dekat saja.

Inem memiliki seorang adik, namanya Ani yang baru duduk di bangku SMA yang juga kepincut kepada Abece. Namun Ani tidak berani terang-terangan menyatakan suka kepada Abece, karena takut jika sampai diketahui kakaknya Inem. Abece mengetahui gelagat kesukaan Ani kepada dirinya.

Sementara ibunda Inem, seorang wanita kalem sering bergaya seperti anak gadis. Penampilannya jauh lebih muda dari usianya. Ibunda Inem sering kali memberi perhatian lebih kepada Abece. 

Saat Abece berkunjung ke rumah, ketiga orang wanita, ibu dan anak-anaknya bergantian menemani Abece, mengobrol sambil menikmati penganan yang tersedia di atas meja. Mereka sangat senang dengan kehadiran Abece. Saling berlomba menarik perhatian Abece.

Untuk membalas kebaikan hati mereka, Abece berniat membeli bunga mawar buat mereka. Timbul pergolakan dalam hati Abece, apakah dia hanya perlu membeli setangkai untuk Inem atau tiga tangkai bunga mawar untuk ketiganya.

Abece pergi ke sebuah toko bunga yang letaknya tidak jauh dari kediaman Inem.

Abece : “Pak, saya mau membeli setangkai bunga mawar hidup, tapi jangan yang bisa bergerak…”

Pemilik toko : “Bunga mawar hidup bukan berarti bisa bergerak atau berjalan-jalan. Maksudnya bunga mawar ini asli dipetik dari pohonnya, bukan bunga plastik. Gitu lo… Cukup satu tangkai saja…?”

Abece sedikit ragu, tidak berapa lama menjawab dengan pasti : “Iya, cukup satu saja dulu. Soalnya calon pacarku, berjanji kalau saya memberikan dia sesuatu, dia akan memberikan ciuman kepadaku….”

Baru beberapa langkah keluar pintu, Abece masuk kembali ke dalam toko.

Abece : “Saya mau membeli satu lagi, pak….”

Pemilik toko : “Tadi bilangnya cuma satu. Hayooo yang satu lagi buat siapa? Selingkuhannya yah?”

Abece : “Adik pacar saya juga suka sama saya, pak. Walaupun masih muda, tapi gayanya sudah seperti orang dewasa. Dia bilang, jika saya membelikan dia sesuatu, maka dia akan memeluk diriku. Saya sich gak ngarep, tapi kalau dipaksa, saya juga enggan menolak…”

Setelah memegang dua tangkai bunga mawar, Abece melenggang keluar dari toko tersebut. Namun belum sampai lima langkah keluar dari pintu, Abece kembali masuk ke dalam toko.

Abece : “Saya mau membeli satu lagi buat ibu mereka…”

Pemilik toko : “Walah… Masih kurang lagi yah? Buat ibunya..?”

Abece : “Ibunya sangat baik kepadaku. Dia pernah cerita kalau suaminya tidak sebaik diriku. Kalau bukan karena sudah bersuami dan memiliki dua orang anak, dia berniat menikah denganku. Saya merasa terharu. Dia juga bilang, kalau saya membelikan dia sesuatu, maka dia akan sayang kepadaku dan membiarkan diriku mengelus tangannya yang mulus…”

Pemilik toko : “Wah hebat benar dirimu anak muda. Sekali mengayuh, tiga pulau terlewati. Bukan main… Ntar kasih trik ke bapak biar bisa sehebat kamu…”

Dengan berbekal tiga tangkai bunga mawar segar, Abece berkunjung ke rumah Inem. Ternyata mereka telah mempersiapkan hidangan makan malam untuk Abece. Untuk memulai acara makan malam, mereka menunggu kedatangan sang ayah.

Beberapa saat kemudian, seorang pria yang sudah berumur masuk ke ruang makan. Begitu melihat wajah pria itu, Abece langsung menundukkan kepalanya.

Ibunda Inem : “Sssttt, jangan berisik… Lihat… begitu religiusnya anak muda yang satu ini. Jarang sekali saya melihat ada orang yang berdoa sebelum makan….”

Akhirnya semua orang ikut berdoa. Setelah beberapa saat, mereka telah selesai berdoa, namun Abece masih saja terus menundukkan kepalanya, mulutnya tidak berhenti berkomat-kamit.

Inem heran melihat kelakuan Abece, lantas menyenggol kaki Abece, sambil berbisik : “Sungguh kamu pria yang soleh sekali… Aku baru tahu itu….”

Abece terus menunduk. Dengan suara bergetar, Abece berkata lirih : “Aku juga baru tahu ayahmu adalah pemilik toko bunga…”

Saat Abece permisi hendak pergi ke kamar kecil, ayah Inem berkata : “Jangan lupa beli setangkai bunga bangkai untuk ayah pacarmu yah…”

Gubrakkk…

#firmanbossini #joke #gokil #ceritalucu Obrolanbeken.wordpress.com m.facebook.com/firman.bekenmedia

Advertisements
This entry was posted in Joke. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s