“PENGALAMAN BEKERJA DI KOTA”

<Jumat, 02 September 2016 OOR 18:58>

Suatu ketika Abece pernah bekerja sebagai satpam di Jakarta. Begitu banyak pengalaman yang dilihat dan dirasakannya, tentunya sangat berbeda dengan kesehariannya di kampung.

Saat mendapat cuti selama seminggu, Abece tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk pulang kampung. Kerinduannya kepada sang bunda sudah sedemikian memuncak.

Sesampainya di kampung halaman, Abece segera melakukan ritual peluk cium kepada sang bunda. Setelah itu barulah Abece bergegas ke kamar mandi untuk membasuh badannya yang bau asem.

Malam harinya Abece mulai menceritakan pengalamannya selama bekerja di kota.

Abece : “Bu, sekarang ini saya sudah naik jabatan, bukan lagi sebagai satpam, namun sudah sebagai sekuriti…”

Ibunda Abece : “Syukurlah kalau demikian, semoga karir kamu terus menanjak hingga menjadi direktur…”

Abece : “Saya gak ingin menjadi direktur, inginnya menjadi direksi perusahaan…”

Ibunda Abece : “Terserah kamu aja anakku yang ganteng. Boss kamu sekarang baik kepadamu…?”

Abece : “Baik sekali, bu… Setiap hari Sabtu, saya harus ikut wik en, gak boleh tidak. Saya selalu diajak berjalan-jalan ke warung makan, boss saya sich selalu bilang ke kape… Sering kali bertemu dengan orang asing, katanya orang negro, tapi mukanya kayak orang Afrika gitu…”

Abece menyalakan sebatang rokok Long Beach pemberian bossnya, lalu melanjutkan ceritanya : “Mereka sering sekali minum-minum, dring gitu lo, Bu….”

Ibunda Abece : “Minum apa…?”

Abece : “Pernah saya coba, rasanya seperti spritus, tapi mereka bilang Chipas. Gak enak rasanya… Mereka minum sampe teler… Terpaksa dech saya yang bayarin bon mereka…”

Ibunda Abece merasa sangat terkejut mendengar anaknya membayar bon bossnya : “Kok kamu yang bayar? Pantesan gajimu selalu kekurangan…”

Abece : “Gak bu… Sebelum berangkat ke kape, boss saya menitipkan uang dua juta kepadaku, untuk membayar semua kebutuhannya, jaga-jaga kalau beliau sampai tidak sadarkan diri…”

Ibunda Abece : “Hah? Sekali keluar ke kape habis dua juta. Lain kali kamu tidak boleh ke kape lagi…”

Abece melanjutkan ceritanya : “Sesekali, saya diajak ke pesta, katanya sich standing party, tapi herannya, kok tidak ada kursinya….”

Ibunda Abece : “Pemilik hajatannya tidak sopan banget. Jadi cara makannya bagaimana?”

Abece : “Rata-rata para tamu makannya sambil berdiri… Kalau saya tidak tahan, bu. Coba ibu bayangkan, saya mengambil dua piring nasi, terus kalau berdiri, bagaimana saya bisa menyendok nasinya untuk dimasukkan ke mulut..?”

Ibunda Abece : “Jadi, bagaimana cara kamu makannya? Mengapa tidak mengambil sepiring dulu, ntar kalau mau tambah, baru diambil lagi…?”

Abece membela diri : “Saya takut kehabisan, Bu… Tamu yang ngantri, panjangnya gak ketulungan… Saya makannya sambil jongkok di sudut ruangan. Banyak tamu yang heran melihat tingkah laku saya. Tapi saya mah, gak peduli, yang penting perut ini kenyang…”

Abece mulai menyalakan rokok kedua, Marlboro warna ungu, lalu melanjutkan bercerita : “Pernah suatu ketika saya diajak makan di Restoran Korea. Ini paling menyebalkan, katanya selp serpis, tapi tetap saja harus masak sendiri, panggang sendiri dan mengambil sendiri makanannya….”

Ibunda Abece : “Restoran apa itu? Kok mau-maunya kalian makan di sana? Lain kali, jangan makan di Restoran Korea itu lagi… Memangnya di sana tidak ada kokinya…?”

Abece : “Pokoknya, mau apa saja harus buat sendiri. Kokinya gak ada, Bu. Yang ada cuma chep-nya saja, yang pake topi tinggi berwarna putih…”

Ibunda Abece membelai kepala Abece yang sedang bersandar di pangkuannya : “Banyak yang aneh-aneh di kota. Makanya anakku, kamu harus jaga diri baik-baik. Jangan terlalu banyak koran, tapi sering-seringlah membaca nyusfeifer (newspaper) supaya tambah pintar. Jangan terlalu sering mencari berita di internet, lebih baik melakukan brosing aja. Sudah mengerti anakku…?”

Ternyata, mata Abece sudah terpejam dan larut dalam mimpi indahnya. Belaian demi belaian yang lembut dari sang bunda, mampu melelapkan Abece dalam kenyamanan tidurnya, dengan posisi mulut menganga lebar.

Gubrakkk…

#firmanbossini #joke #gokil #ceritalucu Obrolanbeken.wordpress.com m.facebook.com/firman.bekenmedia

Advertisements
This entry was posted in Joke. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s