“KELUARGA TUHAN”

<Rabu, 31 Agustus 2016 OOR 09:36> 

Pada suatu malam yang dingin di penghujung bulan Agustus, seorang anak kecil bernama Zizi berusia sekitar 12 tahun, berdiri di depan sebuah toko pakaian dengan bertelajang dada. Baju yang sempat dikenakannya tadi sore, sobek tersayat kawat berduri yang berada di seberang jalan. Untunglah luka di dadanya tidak sampai mengeluarkan darah, hanya meninggalkan bekas guratan merah memanjang.

Zizi tidak berani pulang ke rumah karena takut dimarahi ibunya. Baju miliknya di rumah hanya bersisa dua buah, setelah baju yang dipakainya tadi terkoyak dan hanyut terbawa arus. Saat berupaya memperbaiki baju yang koyak, Zizi teledor sehingga baju itu terlepas dari pegangannya dan terjatuh ke dalam selokan yang berarus lumayan deras. 

Di depan sebuah toko baju, Zizi mengintip ke dalam etalase kaca dengan tubuh menggigil kedinginan. Mulutnya sedikit berkomat-kamit seperti sedang membacakan doa. Sesekali matanya mengarah ke langit.

Tidak berselang lama, seorang wanita muda mendekati Zizi dan memegang pundaknya, sambil berkata : “Wahai anak kecil, mengapa engkau tidak memakai bajumu…? Hari sudah menjelang gelap, mengapa kamu tidak pulang ke rumah? Apa sebenarnya yang engkau perhatikan dari balik kaca etalase?”

Zizi terkejut saat merasakan telapak tangan dingin orang asing menyentuh pundaknya. Dia menolehkan kepala ke atas untuk melihat siapa gerangan orang yang sedang berbicara kepadanya. Raut ketakutan terpancar dari wajahnya.

Wanita muda berparas cantik dengan lesung pipi indah di wajahnya, tersenyum kepada Zizi : “Jangan takut, saya bukan orang jahat dan bukan seorang penculik anak. Apa kamu menginginkan baju hijau sedang tergantung di dalam toko…?”

Zizi mengangguk : “Sejak bajuku hanyut, saya berdoa kepada Tuhan agar memberikan sebuah baju baru untuk menghangatkan badan. Saya juga takut pulang jika harus bertelanjang dada. Lagipula bajuku tinggal dua buah. Ibuku belum selesai menjahitkan baju baruku karena sedang sakit. Untuk itu saya memohon kepada Tuhan untuk membantuku…”

Wanita muda itu menggandeng tangan Zizi masuk ke dalam toko. Akibat ulahnya membawa bocah yang tidak mengenakan baju, sebagian pegawai toko mencibirnya.

Tanpa mempedulikan pandangan sinis sebagian pegawai, wanita muda langsung mengambil sebuah baju yang tergantung di etalase baju. Lantas memakaikan baju tersebut ke tubuh Zizi. 

Wanita muda : “Baju ini cocok sekali dengan badan kamu. Kamu suka…?”

Zizi mengangguk. Wajahnya tersenyum. Kemudian melihat ke arah cermin, sambil memutar-mutarkan badannya.

Wanita muda itu berkata kepada pegawai toko : “Saya ingin membeli setengah lusin baju seperti ini. Tolong dimasukkan ke dalam plastik…”

Setelah membayar seluruh bon, wanita muda itu berkata kepada Zizi : “Sekarang kamu sudah boleh pulang. Orang tuamu pasti mengkhawatirkan keadaan kamu….”

Zizi : “Bolehkah saya bertanya sesuatu…?”

Wanita muda : “Ada apa…?”

Sambil memeluk tangan wanita muda itu Zizi berkata : “Tadi saya berdoa agar Tuhan memberikan baju untukku. Tidak berapa lama kemudian, tante hadir dan membelikan baju untukku. Siapakah tante? Pasti Tuhan yang menyuruh tante datang menjumpaiku. Apakah tante adalah keluarga Tuhan…?”

Mata wanita itu berkaca-kaca mendengar penuturan Zizi yang polos. Lantas memeluk erat tubuh Zizi sambil berkata lirih : “Kita semua adalah keluarga Tuhan….”

Sobatku yang budiman…
Tidak ada yang mampu mengetahui rahasia hidup ini. Tuhan dengan segala sifat “maha-Nya” senantiasa hadir bagi mereka yang membutuhkan uluran tangan-Nya.

Tuhan akan menuntun dan mengarahkan seseorang untuk membantu kesusahan mereka yang layak mendapat pertolongan.

Mungkin suatu saat, kita juga akan ditunjuk oleh-Nya sebagai “malaikat penolong” melalui setiap pikiran, ucapan, tindak tanduk dan perbuatan baik kita kepada orang lain. Melalui diri kitalah, Tuhan akan menjawab doa seseorang, bahkan yang sama sekali tidak kita kenal. 

Kendalikanlah hidup kita dengan sebaik-baiknya. 

Buatlah apa yang sanggup kita perbuat. Hasilkanlah apa yang mampu kita hasilkan. Berikanlah apa yang dapat kita berikan. Ringankan dan ulurkanlah tangan kita untuk membantu mereka yang membutuhkan. Sebab kita semua adalah keluarga Tuhan.

Tuhan Maha Adil dan Mengetahui. Apapun yang kita perbuat, pasti akan mendapat imbalan di waktu, tempat dan kesempatan yang tidak terduga. Percayalah…

#firmanbossini #inspirasi #motivasi #renungan  Obrolanbeken.wordpress.com m.facebook.com/firman.bekenmedia

Advertisements
This entry was posted in Keluarga, Kisah Inspiratif, Renungan Harian. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s