“PANAS SETAHUN DIHAPUS OLEH HUJAN SEHARI”

<Sabtu, 27 Agustus 2016 OOR 09:47>

Sepasang kekasih bernama Dora dan Emon telah menjalin hubungan percintaan selama lima tahun. Selama ini, mereka jarang terlibat dalam percekcokan atau perselisihan yang menyakiti hati pasangannya. Jika terjadi perbedaan pendapat atau pertengkaran kecil, mereka akan segera memulihkan hubungan dalam waktu sesingkat-singkatnya.

Suatu ketika Dora melihat Emon sedang berjalan dengan seorang wanita yang berparas cantik. Seketika darah Dora bergejolak melihat kejadian yang amat menyakitkan hatinya. Dia tidak menyangka Emon begitu tega terhadapnya. Berselingkuh dengan wanita lain

Emon bahkan menggandeng tangan wanita tersebut, hingga masuk ke dalam mobil. Dora berusaha membuntuti mereka, namun di sebuah persimpangan jalan, mobil yang dikemudikan Emon menghilang dalam pandangannya.

Malam harinya saat Emon berkunjung ke rumahnya, Dora menyambut dengan emosi yang meledak-ledak. 

Dora : “Terus terang saja, siapa wanita itu? Berapa lama kamu sudah menjalin hubungan dengannya….?”

Emon : “Dia itu adalah sepupuku yang datang dari kampung untuk berobat di kota ini….”

Dora : “Saya tidak percaya…!!! Dengan mata kepala sendiri saya melihat kamu menggandeng tangannya dengan mesra… Apa pantas pergi berduaan dengan wanita lain? Kamu sungguh tidak menghargai perasaanku…”

Emon mulai tersulut emosinya : “Dia itu sedang sakit dan hampir pingsan, sehingga saya memapahnya keluar dari mal. Dan lagi, dia adalah sepupuku. Masak saya tidak boleh menemaninya.. Kamu ini aneh sekali….”

Dora semakin marah, karena dituding sebagai orang yang aneh : “Pokoknya saya tidak dapat menerima kejadian ini…!!!”

Setelah melalui pertengkaran hebat, akhirnya Dora memutuskan untuk mengakhiri kisah asmara dengan Emon.

Beberapa hari kemudian, Emon menghubungi Dora untuk meminta maaf. Berulang kali menghubungi nomor ponsel tapi tidak diangkat. Mengirimkan pesan namun tidak mendapat balasan. 

Lantas Emon menemui Dora di rumahnya. Dari celah jendela, Emon melihat Dora sedang berduaan dengan seorang pria bertubuh atletis. Saat melihat kedatangan Emon, seketika Dora memamerkan kemesraan dengan pria tersebut. Dengan bangga dia mengenalkan pria itu sebagai kekasih barunya.

Dora telah melupakan sosok Emon, meninggalkan kenangan yang terukir indah bersama Emon. Melupakan kebaikan yang pernah diperbuat Emon kepadanya selama ini. 

Saat ini Dora telah menjalin hubungan asmara dengan pria lain. Menganggap pria ini adalah belahan jiwa, seorang yang paling baik dan paling mengerti dirinya, padahal baru dikenalnya beberapa hari lalu. Dora berusaha mengobati luka hatinya dan membuka lebar-lebar hatinya untuk pria lain. 

Akibat ulah Dora, Emon mulai mundur dengan teratur dari kehidupan Dora. Tidak lagi berharap banyak akan kelanjutan hubungannya dengan wanita yang selama ini telah mengisi relung hatinya.

Emon memutuskan untuk meninggalkan kota tempat kelahirannya, pergi ke luar negeri mendalami ilmu fisika untuk meraih gelar S2. Meninggalkan dan melupakan Dora untuk menuntut ilmu, yang selama ini ditundanya karena Dora belum mengizinkan dirinya pergi melanjutkan studi.

Selang seminggu setelah mengikat hubungan dengan pria itu, Dora harus mengalami peristiwa pahit kembali. Sebuah message bernada cinta singgah di ponselnya. Pengirimnya memang benar adalah pacarnya yang sekarang, namun tertulis nama penerimanya adalah untuk Ayu. 

Dora terpukul dan merasa sakit yang amat dahsyat. Ternyata pria yang telah meluluhkan hatinya adalah seorang playboy, sosok manusia yang suka mempermainkan hati wanita. Padahal selama ini, Dora melihat perlakuan pria itu begitu romantis, baik, penuh pengertian dan selalu memberikan perhatian lebih kepadanya. Hati Dora terpesona oleh romantisme pria tersebut. 

Melalui message juga, Dora memutuskan hubungannya dengan pria itu. Dan jawaban pria itu sungguh mengagetkan dirinya : “Saya tidak akan pernah meminta maaf kepada dirimu, sebab kamu yang pertama kali memberikan hatimu untukku. Saya sayang kepadamu, namun saya tidak mungkin meninggalkan pacarku yang lain.”

Dalam kesendirian, Dora merenungi nasibnya yang menyedihkan. Sekelebat bayangan Emon, hadir dalam benaknya. Dengan menekan rasa egonya, Dora berusaha menghubungi ponsel Emon. Nomor tersebut tidak aktif lagi. Dora menghubungi nomor telepon rumah Emon dan mendapat jawaban bahwa Emon telah meninggalkan tanah air, pergi ke negeri seberang benua untuk melanjutkan pendidikannya.

Dora larut dalam kesedihsn yang begitu memilukan. Dia merasa sangat menyesal telah mengakhiri hubungan dengan Emon. Perbuatan Emon yang belum tentu salah di mata banyak orang, telah membutakan mata hatinya. 

Dora berjanji untuk menunggu kepulangan Emon ke tanah air, berharap Emon dapat kembali ke pelukannya…

Sobatku yang budiman…

Jika kita terlanjur menanam kebencian kepada seseorang, jangan sampai tidak kelihatan lagi kebaikannya. 

Demikian juga, jika kita terlanjur menyukai seseorang, jangan sampai tidak kelihatan lagi kekurangannya.

Oleh sebab itu, bersikaplah yang wajar dan selalu berpikiran jernih. Jangan biarkan mata batin kita tertutupi oleh nafsu keinginan sesaat yang menipu dan membutakan.

Saat sedang emosi, kita tidak boleh mengambil keputusan, sebab biasanya keputusan yang diambil akan berdampak buruk bagi kita maupun orang lain. 

Sebuah peribahasa yang pantas untuk direnungkan : “Panas matahari dalam setahun, akan dihapuskan oleh hujan sehari”. Artinya perbuatan baik yang telah berlangsung dalam jangka waktu lama, dengan mudah dilupakan karena sebuah kesalahan atau kekeliruan kecil.

Seringkali kita menanam kebencian begitu dalam kepada seseorang. Memelihara dendam, layaknya musuh perang yang harus dibinasakan, tanpa pernah mengingat lagi kebaikan yang pernah diperbuatnya.

Memang tidaklah mudah untuk memaafkan kesalahan orang lain, apalagi perbuatannya membuat hati bagaikan tersayat sembilu. Namun yang perlu diingat, bahwa perasaan dendam itu tidak akan membuat hati kita tenteram,

Bukalah pintu maaf selebar-lebarnya kepada mereka yang pernah menyakiti hati kita. Terimalah permintaan maaf mereka, saat kita masih memiliki kesempatan, sebab sebuah penyesalan tidak akan berguna, apabila dia telah pergi atau telah tiada.

#firmanbossini #inspirasi #motivasi #renungan  Obrolanbeken.wordpress.com m.facebook.com/firman.bekenmedia

Advertisements
This entry was posted in Renungan Harian. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s