“SALESMAN VACUUM CLEANER”

<Minggu, 21 Agustus 2016 OOR 17:29>

Suatu ketika, Abece pernah menekuni pekerjaan sebagai salesman mesin penyedot debu alias vacuum cleaner. Oleh perusahaan, Abece diberikan target untuk menjual minimal sebuah mesin dalam satu hari.

Sebuah target yang tidak mudah, karena kebanyakan orang masih belum menganggap vacuum cleaner sebagai alat pembersih yang praktis dan efisien. Sebagian orang masih mengutamakan sapu dan kain pel sebagai alat pembersih. Selain murah, juga tidak memerlukan daya listrik yang besar.

Abece harus memiliki trik jitu agar dapat mempengaruhi konsumen untuk membeli mesin vacuum cleaner. Jika gagal, maka Abece dapat dipecat dan menjadi pengangguran kembali

Suatu ketika, Abece menyambangi sebuah rumah yang terlihat jorok dan dipenuhi debu. Kelihatannya penghuni rumah kurang peduli dengan kebersihan rumahnya.

Setelah dipersilakan masuk ke dalam ruang tamu, pemilik rumah yang sudah berumur lanjut usia hendak mengatakan sesuatu hal. Namun, sebelum nyonya rumah itu sempat berkata sepatah kata pun, Abece langsung menghamburkan aneka sampah yang selalu dibawanya dalam kantong plastik, ke atas karpet ruang tamu.

Dengan penuh kepercayaan diri, Abece sesumbar berkata : “Nyonya… Lihatlah kemampuan mesin penyedot kotoran yang sedang saya pegang. Saya akan membuktikan bahwa karpet yang kotor ini akan bersih kembali dalam sekejap…”

Pemilik rumah : “Bagaimana mungkin..? Saya tidak percaya…”

Abece membusungkan dadanya sambil berkata : “Percayalah dengan apa yang saya katakan. Jika nanti masih ada kotoran yang tertinggal, maka saya akan membersihkan semuanya dengan menyapukan lidahku ke dalam tempat sampah…”

Pemilik rumah : “Hah…? Jangan mengumbar janji yang tidak dapat kamu penuhi, wahai anak muda…”

Abece masih tetap ngotot : “Saya adalah seorang laki-laki sejati. Semua ucapanku pasti akan sanggup saya penuhi. Saya ulangi lagi, setelah menggunakan mesin penyedot super duper canggih ini, dan ternyata masih ada kotoran yang tertinggal maka saya akan menggunakan lidahku untuk menyapunya….”

Pemilik rumah : “Yakinnn…?”

Abece : “Saya yakin seyakin-yakinnya…”

Pemilik rumah : “Silakan kamu lakukan, saya mau melihat kehebatan mesinmu…”

Abece segera menancapkan kepala kabel mesin penyedot ke dalam colokan listrik dan ternyata mesinnya tidak menyala. Abece mencoba mengganti dengan mesin vacuum cleaner yang lain. Namun mesinnya tetap tidak menyala. Keringat dingin mulai mengucur di dahinya.

Dengan kalimat terbata-bata, Abece bertanya : “Kenapa mesin ini tidak menyala? Apakah listrik rumah ini bermasalah?”

Sambil tersenyum, pemilik rumah berkata : “Wahai anak muda yang sombong, Baru dua hari lalu, PLN memutus aliran listrik di rumah ini, gara-gara saya terlambat membayar tagihan listrik…”

Abece : “Oh begitu yah… Pantesan saja…”

Pemilik rumah : “Jangan berpura-pura. Tadi kamu sudah berjanji untuk membersihkan karpet ini dengan menggunakan lidahmu. Silakan julurkan lidahmu sepanjang-panjangnya dan mulailah menyapu karpet ini sebersih-bersihnya. Ingat jangan terlalu banyak menggunakan air liur, karena dapat merusak karpet mahal ini…”

Abece : “Alamakkk… Ampun nyonyaaaa… Lidahkuuu masih mau saya gunakan untuk makan…”

Gubrakkk…

#firmanbossini #joke #gokil #ceritalucu Obrolanbeken.wordpress.com m.facebook.com/firman.bekenmedia

Advertisements
This entry was posted in Joke. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s