“MEK… DOOO… NALLLD”

<Selasa, 02 Agustus 2016 OOR 18:12>

Abece bersama sahabatnya Xwaizet, sedang bertamasya ke kota Yogyakarta untuk melepaskan kepenatan akibat rutinitas harian yang begitu berat. Setelah meletakkan barang-barang bawaan di dalam kamar hotel, mereka berdua berniat mencari makanan untuk mengisi perut yang sedang keroncongan.

Di dalam mobil taxi, mereka berdua terlibat dalam perdebatan bagaimana cara mengeja nama kota yang mereka kunjungi saat ini.

Abece : “Yang benar itu Yogyakarta….”

Xwaizet : “Kamu salah bro… Sejak saya masih di playgroup, sebelum taman kanak-kanak, saya sudah diajari untuk menyebut Jogjakarta…”

Abece : “Gak usah songong dech, mentang-mentang pernah jadi murid taman kanak-kanak… Pokoknya yang benar itu adalah Yogyakarta…”

Xwaizet : “Jogjakarta…!!!”

Abece : “Yogyakarta….!!!”

Mereka terus menerus berdebat tanpa ada seorangpun yang berniat mengalah. Untunglah supir taxi menggunakan headset untuk menutup kedua lubang telinga sambil mendengarkan lagu dangdut “Sakitnya Tuh Disini” daripada mendengarkan celotehan mereka berdua yang memekakkan telinga.

Saat tiba di halaman restoran cepat saji, supir taxi berkata : “Woiiii… Stopppp…!!! Kalian berdua sudah kayak dua ekor kucing hamil yang sedang bertengkar. Ributnya bukan kepalang. Ini sudah sampai di tujuan…!!!”

Abece dan Xwaizet menghentikan pertengkaran sejenak. Lantas Abece bertanya kepada supir taxi : “Pak, yang benar itu Yogyakarta atau Jogjakarta…?”

Supir taxi : “Saya kagak peduli… Yang paling benar itu kalian berdua segera turun dari taxi ini dan membayar tagihan argo. Titik…!!!”

Seperti dicucuk hidungnya, Abece dan Xwaizet segera melompat turun dari taxi sebelum supir taxi itu benar-banar marah.

Mereka berdua masuk ke dalam gerai cepat saji yang menjual ayam goreng bertepung yang lezat dan renyah.

Abece memanggil seorang pelayan : “Mas, tolong ke sini…”

Pelayan : “Iya mas, ada yang bisa saya bantu…?”

Abece : “Nama kota ini sebenarnya Yogyakarta atau Jogjakarta…?”

Pelayan : “Setahu saya sich, Tidak ada “karta”nya. Yang benar itu Yogya atau Jogja, bukan Yogyakarta atau Jogjakarta…”

Abece dan Xwaizet bertambah bingung mendengarkan penjelasan pelayan yang sok tahu tersebut.

Lantas Abece berkata kepada pelayan tersebut : “Tolong katakan kepada kami, nama rumah makan ini dengan pelan-pelan…”

Pelayan yang terlihat ganteng dengan kumis tipis itu menjawab dengan suara keras dan lantang : “Ka….ef…si…”

Seluruh pengunjung mengarahkan pandangannya ke arah pelayan tadi sambil tersenyum-senyum.

Abece bertanya lagi : “Sebelum kerja di sini, kamu bekerja dimana…?

Pelayan itu kembali mengeluarkan suara keras : “Mek… Dooo… Nallld…”

Sontak seisi pengunjung tertawa terbahak-bahak mendengar teriakan pelayan untuk kedua kalinya dengan mimik dan intonasi suara yang lebih lucu lagi…

Gubrakkk…

#firmanbossini #joke #gokil #ceritalucu Obrolanbeken.wordpress.com m.facebook.com/firman.bekenmedia

Advertisements
This entry was posted in Renungan Harian. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s