“UNTUK DIKENANG”

<Rabu, 27 Juli 2016 OOR 08:29>

Sebatang dupa wangi, sewangi apapun, suatu saat nanti pasti akan terbakar habis, menyisakan batang yang tidak dapat terbakar dan tidak memancarkan aroma wangi lagi.

Sebotol parfum atau sabun mandi di badan, seharum apapun, suatu saat nanti pasti akan hilang harumnya, berganti dengan bau keringat dari tubuh.

Seonggok kotoran, sebusuk apapun, suatu saat nanti akan hanyut tersiram air hujan atau terserap oleh tanah menjadi pupuk yang berguna bagi tanaman.

Setumpuk sampah yang kotor dengan bau menyengat, suatu saat nanti akan membusuk atau mengering dan lenyap tanpa tersisa diterpa oleh angin.

Demikian pula yang terjadi dengan kehidupan manusia. 

Semua harta kekayaan yang berhasil dikumpulkan sepanjang hidup dengan susah payah, banyak maupun sedikit, akan terpisah dengan kita setelah kita tiada. Mereka akan berganti kepemilikan dan pasti akan mempunyai pemilik baru yang berbeda.

Tinggi atau rendahnya jabatan dan kedudukan manusia juga akan terlepas dari diri kita, tatkala kita sudah memasuki masa pensiun, pensiun dari perusahaan maupun pensiun dari kehidupan ini.

Semua itu ada waktunya, tidak ada yang kekal, tidak ada yang abadi dan tidak akan pernah dapat dibawa hingga berakhirnya kontrak kita dengan Sang Pencipta.

Yang tertinggal hanyalah “nama baik” atau “nama buruk”. Seorang pahlawan atau seorang pengkhianat. Seorang yang disayang atau seorang yang dibenci. Seorang yang dimuliakan atau seorang yang dilaknat.

Gajah mati meninggalkan gading. Manusia mati meninggalkan nama.
Semua itu berpulang kepada diri kita masing-masing. Pilihan ada di tangan kita. Bukan di tangan atau di pundak orang lain.

Saat sekaranglah bagi kita untuk memutuskan, ingin dikenang sebagai orang baik atau dihujat sebagai orang jahat. Apa yang kita perbuat hari ini akan menentukan apa yang akan didapatkan di masa mendatang. 

Yang perlu diketahui bahwa semua kebajikan atau kejahatan yg kita perbuat selalu akan dikenang dan terpatri dalam sejarah peradaban manusia. Akan diingat dan diteladani oleh anak cucu kita kelak.

Jadi, mengapa harus ragu dan bimbang untuk berbuat baik, mengulurkan tangan, beramal dan bersedekah untuk meringankan beban orang lain? Lihatlah sekeliling kita, bantulah mereka yang memerlukan bantuan, sesuai dengan batas kemampuan yang dimiliki.

Niat baik akan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat jika dilakukan dengan keikhlasan, ketulusan dan penuh cinta kasih.

#firmanbossini #inspirasi #motivasi #renungan    Obrolanbeken.wordpress.com m.facebook.com/firman.bekenmedia

Advertisements
This entry was posted in RENUNGAN. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s