“SETELAH NAFAS TERAKHIR”

<Kamis, 28 Juli 2016 OOR 07:11>

Pernahkah kita merenungkan, setelah nafas terakhir berhenti, adakah tempat yang pantas untuk jasad kita selain di liang lahat? Hendak diberikan kepada siapa kalau bukan untuk makanan cacing dan serangga di dalam tanah? 

Adakah yang mau menerima dengan tangan terbuka, membeli dengan harga murah atau memperebutkan jasad kita dengan penuh pengorbanan?

Ketika masih hidup, kita adalah tuan, raja dan orang yang paling berkuasa di rumah kita. 

Namun, setelah meninggal, tidak ada seorangpun yang setuju menyimpan jasad kita, walaupun hanya diletakkan di gudang belakang rumah kita.

Ketika masih hidup, kita dapat menikmati kegiatan menonton televisi, berselancar di dunia maya atau duduk bersantai di ruang tamu sambil minum kopi dan menyantap berbagai penganan.

Namun, setelah meninggal, tidak seorangpun yang bersedia membiarkan kita berada di dalam rumah walaupun hanya diletakkan di pojok ruangan yang gelap, tanpa kopi maupun penganan.

Ketika masih hidup, kita dapat duduk di kursi mewah, ditemani perabot mahal di kantor kita.

Namun, setelah meninggal, tidak seorangpun yang setuju jika kita duduk di kursi manapun di kantor milik kita sendiri. Bahkan karyawan level terbawah setingkat office boy pun akan berani menentang keberadaan kita.

Ketika masih hidup, kita dapat beristirahat dengan nyenyak sesuka hati dimanapun termasuk di atas ranjang mewah yang empuk di dalam kamar pribadi bersama isteri dan anak-anak tercinta.

Namun, setelah meninggal, seluruh penghuni rumah akan merasa keberatan dan amat ketakutan jika kita dibaringkan, walaupun hanya di atas lantai kamar yang keras dan dingin. Padahal semua perabot yang ada di kamar adalah milik kita sendiri. 

Ketika masih hidup, kita dengan bangga memamerkan mobil mewah keluaran terbaru dan dengan sombong membuka kaca mobil agar semua orang tahu pemilik mobil yang berharga milyaran rupiah.

Namun, setelah meninggal, tidak ada seorangpun yang memperbolehkan kita duduk di dalam mobil, walaupun hanya di bagasi belakang mobil yang gelap dan pengap.

Walaupun kita memiliki banyak rumah, apartemen, villa, kondominium atau hotel berbintang lima, namun saat sudah tidak bernyawa, tidak ada satupun tempat yang akan menerima jasad kita. 

Satu-satunya tempat yang bersedia menerima tubuh kaku kita hanyalah tanah di atas bumi ini. Ukurannya juga tidak besar, hanya seukuran tubuh kita. Walaupun areal pemakaman begitu besar dan mewah, namun jasad kita akan dimasukkan ke dalam liang lahat yang kecil, sumpek dan lembab. Tidak diperkenankan untuk berjalan-jalan mengelilingi areal pemakaman yang luas, walaupun semuanya sudah dibeli dan menjadi milik kita pribadi.

Oleh sebab itu, masih beranikah kita berkata dengan sombong : “Saya adalah orang kaya. Dengan harta yang kumiliki, saya dapat membeli apapun. Semua ini adalah milikku, saya adalah orang terhormat dan patut dihormati. Saya punya kekuasaan untuk melakukan apa saja…”

Sobatku yang budiman…

Semua yang kita miliki adalah sementara dan tidak kekal abadi. Semua itu hanyalah titipan dari Tuhan. Jadi, mengapa kita menyombongkan diri dengan harta melimpah atau jabatan yang tinggi?

Semua orang, baik orang kaya maupun orang miskin akan mengakhiri hidupnya dengan cara sama. Tidak ada perlakuan istimewa. Jasad kita akan bersatu dengan tanah dan menjadi santapan cacing dan binatang tanah lainnya. Yang tinggal hanyalah tulang belulang, yang juga akan merapuh dan menjadi debu.

Namun, yang membedakan manusia yang satu dan manusia lainnya adalah berapa banyak bekal dan tabungan surgawi yang telah dikumpulkan di dunia untuk dipertanggungjawabkan di hadapan Tuhan. Cukupkah semua itu untuk mendapatkan satu tempat di alam surgawi?

Untuk itu, bersikaplah rendah hati dan jangan memuji diri sendiri setinggi langit, sebab kita tidak tahu apa yang bakal terjadi esok hari.

Buanglah jauh-jauh kesombongan diri dan sifat jumawa sebab tidak ada seorangpun yang tahu kapan waktunya kita akan menghembuskan nafas terakhir. Mungkin sebentar lagi, besok, lusa atau kapan saja.

#firmanbossini #inspirasi #motivasi #renungan   Obrolanbeken.wordpress.com m.facebook.com/firman.bekenmedia

Advertisements
This entry was posted in RENUNGAN. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s