“KEBAHAGIAAN DI TEMPAT KERJA”

<Senin, 18 Juli 2016 COR 07:19>

Beberapa perusahaan terkemuka di dunia, gencar membentuk sebuah jabatan penting yaitu CHO (Chief Happiness Officer / Kepala yang mengurus Kebahagiaan Karyawan), di luar CFO (Chief Financial Officer / Kepala Keuangan) dan COO (Chief Operation Officer / Kepala Operasional) yang sudah lama ada.

Ada apa gerangan? Mengapa masalah kebahagiaan karyawan harus diurus oleh perusahaan? Bukankan nilai kebahagiaan karyawan selalu ditentukan dari seberapa besar uang yang berhasil dibawa pulang setiap bulannya? Semakin tinggi penghasilan maka semakin bahagia pegawai tersebut.

Umumnya kebanyakan dari kita akan setuju dengan pendapat di atas. Namun, hal ini tidak berlaku bagi Sinchan (nama samaran). 

Walaupun memiliki gaji tinggi (15 juta per bulan), Sinchan justru mengajukan pengunduran diri dan pindah ke perusahaan lain yang memberinya gaji cuma 10 juta per bulan. 

Hal ini terpaksa dilakukan Sinchan karena suasana kerja yang tidak kondusif (tidak nyaman) dan sering menimbulkan perasaan tertekan alias stress di tempatnya bekerja terdahulu. Beban pekerjaan melekat erat di benaknya hingga terbawa-bawa di dalam lingkungan rumah. Bahkan sampai mengganggu waktu tidurnya.

Berbekal dari banyaknya contoh eksodus (migrasi) karyawan dari satu perusahaan yang satu ke perusahaan lainnya, banyak pimpinan perusahaan kini mulai memikirkan cara agar karyawannya tidak mudah berpindah dari perusahaannya.

Mereka serius memperhatikan “happiness” para karyawannya. Mereka mulai menyadari bahwa karyawan adalah manusia yang memiliki perasaan, bukan sekedar sumber daya yang dapat dieksploitasi atau menjadi sapi perah perusahaan.

Nah, sebaliknya bagi kita, sebagai seorang karyawan, jangan mudah terbebani oleh pekerjaan sampai stress dan mengalami tekanan batin parah. Stress itu musuh yang harus disingkirkan jauh-jauh dari dalam kehidupan manusia.

Sebab, stress dapat menimbulkan berbagai jenis penyakit lahir dan batin. Stress dapat mengakibatkan menurunnya sistem kekebalan tubuh. 

Masalah dalam setiap diri karyawan, yang kemudian berkembang menjadi stress ini pasti akan mempengaruhi iklim atau suasana kerja. Prestasi kerja tidak akan terpacu menjadi lebih baik.

Seseorang yang membawa-bawa “stress” saat berkomunikasi dengan rekan kerja atau karyawannya, memiliki kesempatan lebih besar untuk berkonflik dengan rekan kerjanya. Apalagi jika dia tidak dapat mengontrol emosinya.

Dalam hal membuat diri bahagia, kita perlu mengetahui apa yang cocok bagi diri kita sendiri. Kita memiliki dua pilihan saat mengalami kebuntuan dalam pekerjaan yaitu : mencari pekerjaan lain atau mengoptimalkan apa yang ada. 

Bagaimanapun, kebahagiaan kita tidak bergantung kepada orang lain. Semua ini adalah domain mutlak kita (milik kita sepenuhnya). Kita sendiri yang menciptakan kebahagiaan.

Sobatku yang budiman…

Bahagia di tempat kerja itu begitu penting, sebab kita menghabiskan waktu terbanyak di tempat kerja setelah waktu tidur. Banyak orang berpendapat bahwa dengan memperoleh jabatan dan gaji yang besar maka mereka pasti akan merasa bahagia. Ternyata pendapat ini tidak sepenuhnya benar. Sesungguhnya, bekerja keras hanya demi mengejar sebuah kesuksesan tidaklah melulu membahagiakan.

Yang paling penting bukan keberhasilan semata, namun perasaan bahagia saat menjalani pekerjaan, rutinitas dan tugas adalah yang paling utama. Kebahagiaan di tempat kerja itu sangat berpengaruh pada kebahagiaan hidup. Bukan kepuasan melainkan kebahagiaan. Karena kepuasan itu belum tentu membahagiakan.

Bagi yang sedang mencari pekerjaan, jika dimungkinkan, pilihlah tempat kerja di mana kita dapat memberi kontribusi (result) dalam suasana kerja yang menyenangkan (relationship), dan ini jauh lebih dari sekadar jabatan serta gaji yang tinggi. 

Bila pekerjaan adalah kesenangan, maka hidup akan selalu dipenuhi kebahagiaan. Namun, bila pekerjaan adalah tugas maka hidup akan dianggap sebagai perbudakan.

So, enjoy your work…!!!

#firmanbossini obrolanbeken.wordpress.com m.facebook.com/firman.bekenmedia

Advertisements
This entry was posted in Renungan Harian. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s