“PENIPUAN BISNIS KADAL”

<Rabu, 13 Juli 2016 COR 17:55>

Alkisah, hiduplah sekelompok penduduk yang tinggal di sebuah desa yang asri, tertib, tenteram, aman, damai dan penuh kekeluargaan. 

Di hutan dekat desa tersebut, hidup dan berkembang biak sejenis kadal yang berukuran besar. Kadal unik tersebut tidak terdapat di tempat lain.

Suatu ketika, datanglah seorang saudagar dari luar desa menawarkan bisnis yang amat menggiurkan. 

Saudagar yang berpenampilan parlente dengan ponsel tercanggih dan tas selempang bermerek, berniat membeli kadal unik dengan harga tinggi. Dengan didampingi seorang asisten, saudagar tersebut menceritakan kepada penduduk desa bahwa beberapa negara tetangga sangat membutuhkan kadal unik tersebut untuk dijadikan obat. 

Rencananya kadal-kadal yang berukuran besar, akan dikirim ke negara tersebut. Saudagar tersebut hanya menerima kadal yang memiliki panjang minimal 50 cm dan dihargai 100 ribu rupiah. Setiap Minggu, saudagar tersebut akan kembali ke desa itu untuk membeli kadal yang berhasil ditangkap oleh penduduk.

Penduduk kampung berlomba-lomba mencari kadal unik hingga menembus rimbunnya hutan. Sebagian penduduk lagi tidak percaya dengan apa yang diberitakan. Mereka takut, semua ini hanyalah tipuan belaka. 

Mereka khawatir, ketika berhasil menangkap kadal unik sesuai kriteria, saudagar tersebut tidak bersedia membeli dari mereka. Alhasil, mereka hanya melakukan pekerjaan sia-sia belaka.

Sebagian penduduk yang percaya, dengan antusias mencari dan mengumpulkan kadal-kadal unik hingga ke pelosok hutan.

Alhasil, pada minggu pertama berhasil dikumpulkan 500 ekor kadal unik berukuran besar. Saudagar tersebut menepati janjinya, datang ke desa dan membeli semua kadal dengan harga 50 ribu per ekor.

Berita ini segera meluas hingga tidak ada seorangpun penduduk desa yang tidak mengetahui bisnis ini. Yang awalnya tidak percaya, sekarang sudah percaya dan mulai melakukan aktivitas baru mencari kadal unik tersebut.

Minggu berikutnya, hanya berhasil dikumpulkan 300 ekor saja. Kadal unik yang berukuran besar sudah mulai sulit dijumpai karena adanya perburuan besar-besaran sejak minggu lalu.

Karena kadal unik yang berhasil ditangkap hanya sedikit, saudagar tersebut menaikkan harga kadal menjadi 200 ribu per ekor.

Hal ini menambah antusiasme penduduk dalam mencari kadal unik semua ukuran. Yang besar akan dijual kepada saudagar dan yang berukuran kecil akan dipelihara hingga berukuran 50 cm. 

Saat ini hampir semua warga, tua atau muda, pria atau wanita, sudah meninggalkan pekerjaan utamanya, demi untuk mencari kadal unik. Tidak jarang terjadi perselisihan dan pertengkaran yang berujung pada permusuhan.

Ketenteraman dan nilai-nilai kekeluargaan yang selama ini terbina, mulai terusik. Satu sama lain bukan lagi dianggap saudara, namun sudah dianggap sebagai saingan.

Pada minggu keenam, saudagar tadi kembali menaikkan harga seekor kadal unik menjadi 900 ribu. Sebuah nilai yang fantastis untuk harga seekor kadal. 

Semua penduduk berupaya semaksimal mungkin untuk mencari kadal unik tersebut, namun akhirnya hanya 10 ekor saja yang berhasil ditangkap.

Bersamaan dengan itu, sang saudagar mengumumkan bahwa dia akan berangkat ke luar negeri menjumpai calon pembeli kadal unik. Untuk itu, semua urusan dipercayakan kepada asistennya.

Saat saudagar tidak berada di tempat, penduduk berbondong-bondong ke gudang penitipan kadal unik, sekadar untuk melihat hasil tangkapan mereka. Jumlahnya hampir mencapai seribu ekor.

Lantas sang asisten memanggil para penduduk yang sedang berkumpul dan mengutarakan sebuah rencana yang pasti akan menguntungkan penduduk desa.

Asisten : “Berhubung bos saya sedang pergi, ada gak yang mau membeli kadal ini dengan harga 500 ribu? Nanti kalau bos saya pulang, kalian dapat menjual kepadanya dengan harga 900 ribu. Barangkali saja lebih dari 900 ribu….”

Seorang penduduk bertanya : “Bagaimana jika bos kamu mencari kadal-kadal yang sudah kamu jual kepada kami? Tentunya bos kamu bakal marah besar…”

Asisten : “Gampang itu… Tenang saja… Saya tinggal bilang, kadalnya terlepas keluar karena ada angin badai. Tapi kalian harus jaga rahasia ini yah…”

Penuturan sang asisten begitu meyakinkan sehingga mempengaruhi semua yang hadir. Mereka percaya sepenuhnya dengan ucapan sang asisten.

Penduduk desa kembali heboh. Namun kali ini bukan untuk menjual kadal, melainkan untuk membeli kadal unik kembali dengan harga jauh lebih mahal. Iming-iming keuntungan besar sudah di depan mata saat saudagar kembali ke desa dan akan membeli kadal unik dengan harga 900 ribu atau lebih.

Tak sedikit yang harus merogoh tabungannya, menjual motor serta menggadaikan sawah dan rumah demi membeli kadal unik hasil tangkapan mereka sendiri sebanyak banyaknya. 

Sang asisten hanya memberi waktu 3 hari sebelum bosnya pulang dari luar negeri. Begitulah akhirnya, pada hari ketiga, seribu kadal unik habis ludes dibeli oleh penduduk desa.

Dan ternyata…

Keesokan harinya, sang asisten hilang raib dengan membawa sekarung uang tunai. Meninggalkan para penduduk desa yang sukses tertipu dengan telak.

Sobatku yang budiman…

Janganlah kita mudah tergiur oleh praktek bisnis yang menjanjikan keuntungan yang menggiurkan. 

Praktek bisnis culas ini sudah ada sejak dahulu kala dan terus akan muncul dengan variasi bentuk yang berbeda.

Para penipu berdasi ini sudah terbiasa dengan aktivitas ini dan akan terus mencari celah dan kesempatan untuk beraksi kembali. Segala daya upaya akan mereka tempuh untuk menyukseskan aksi penipuan ini.

Untuk itu, berhati-hatilah…

#firmanbossini obrolanbeken.wordpress.com m.facebook.com/firman.bekenmedia

Advertisements
This entry was posted in KISAH INSPIRATIF. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s