“MAKNA KEHIDUPAN”

<Sabtu, 09 Juli 2016 COR 10:38>

Banyak orang menderita penyakit kronis seperti penderita kanker, ingin menikmati hidup lebih lama. Berbagai cara terus diupayakan agar memiliki kesempatan lebih banyak untuk menikmati keindahan dunia.

Sementara itu, tidak sedikit orang yang ingin mengakhiri hidupnya karena merasa hidupnya tidak lagi berguna. Hanya karena masalah hutang piutang, kebangkrutan dan ditinggal pasangan, menjadi alasan mereka untuk melakukan upaya bunuh diri.

Hidup adalah kesempatan, untuk menikmati beragam keindahan yang telah dikaruniakan oleh Sang Pencipta.

Hidup adalah peluang, untuk berbuat sesuatu kebaikan kepada orang lain dan mengubah diri menjadi lebih baik lagi. 

Harta benda, kekayaan dan kekuasaan bukanlah milik kita, sebab sejatinya jejak-jejak langkah perbuatan baiklah yang menjadi milik kita sesungguhnya dan akan kita pertanggungjawabkan kelak di hadapan Tuhan.

Jangan larut dalam kesuraman masa lalu, hanya akan membawa kesedihan dan penderitaan. Jangan berpikir terlalu banyak tentang masa depan yang belum dijalani, hanya akan membawa kekhawatiran dan kecemasan. Namun, hiduplah untuk saat ini. Jalani semuanya dengan benar dan penuh keikhlasan demi kehidupan masa depan yang lebih cerah.

Orang yang dapat menerima kenyataan mencerminkan kedewasaan seseorang. 

Orang yang dapat menerima kegagalan mencerminkan kehebatan seseorang.

Orang yang dapat menerima kekurangan mencerminkan kelebihan seseorang.

Jika kita dapat memahami semua kejadian yang terjadi dalam kehidupan ini dan mampu mengendalikan diri terhadap nafsu keinginan, maka dipastikan kita akan merasakan hadirnya kebahagiaan dari hal-hal yang paling sederhana sekalipun.

Semua orang sangat mendambakan kedamaian, namun sesungguhnya kedamaian tidak akan hadir dalam dirinya sebelum mereka dapat bersekutu, berdamai dan memahami diri mereka sendiri.

Keteguhan dalam meyakini suatu kebenaran merupakan tiang pondasi kehidupan. Ketulusan dalam melakukan perbuatan baik adalah kunci untuk meraih kebahagiaan. Hikmat kebijaksanaan terbesar merupakan langkah terindah yang akan membawa kita menuju kedamaian abadi.

Kecerdasan tertinggi adalah mereka yang sanggup membuang sifat keakuan, sementara itu, toleransi tertinggi adalah mereka yang mampu mengendalikan amarah dan kemuliaan tertinggi adalah mereka yang dapat menguasai pikiran sendiri.

Sebagian orang menyembunyikan kejahatan yang dilakukannya dengan sengaja maupun karena tekanan. Namun, jika seseorang memiliki rasa malu dan rasa takut jika kejahatannya terungkap, maka sepanjang hidupnya tidak lagi dipenuhi oleh selaksa kecemasan dan sejuta kebohongan. 

Sobatku yang budiman…

Orang bijaksana adalah orang yang bertanggung jawab atas apa yang telah lakukannya. Mereka tidak suka menyalahkan orang lain atas kesalahan yang dilakukannya. Mereka berani mengambil tanggung jawab dan hanya mengarahkan telunjuknya kepada dirinya sendiri.

Hiduplah dalam kesederhanaan, jangan suka memamerkan diri. Jauhkan diri dari sifat keegoisan dan keakuan yang akan membelenggu langkah dan membuat kita hidup sendirian di hutan rimba penderitaan. 

Perbanyaklah berbuat kebaikan tanpa perlu memandang perbedaan yang ada. Bantulah dengan penuh ketulusan dan keikhlasan.

Niscaya hidup kita akan dipenuhi oleh pelangi kebahagiaan…

#firmanbossini obrolanbeken.wordpress.com m.facebook.com/firman.bekenmedia

Advertisements
This entry was posted in Renungan Harian. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s