“BELAJAR DARI ALAM”

<Sabtu, 02 Juli 2016 COR 12:46>

Ada saatnya kita merasa jenuh, bosan, kehilangan gairah dan semangat hidup disebabkan oleh beratnya beban pekerjaan, beban hidup maupun oleh tingkah laku orang lain yang menyakitkan hati.

Tidak ada salahnya kita meninggalkan semua rutinitas dan “kesemrawutan” ini, pergi ke daerah pedesaan, menikmati keindahan panorama dan bercengkerama dengan alam.

Bukalah mata, bangkitlah dari tidur, jernihkan pikiran dan cobalah untuk melangkah dan menyusuri jalan-jalan setapak yang dipenuhi rumput dan bunga-bunga indah semerbak di waktu pagi. Nikmatilah sejuknya udara dan butiran embun pagi hingga saat mentari mengintip di ufuk timur. Rasakan kehangatan sinarnya yang menghangatkan tubuh kita. Wuihhhh… Betapa segarnya….

Sesungguhnya begitu banyak hal yang dapat kita pelajari dari alam dan isinya sebagai karunia terindah Tuhan untuk manusia.

“Dari AIR kita belajar ketenangan dan keteguhan hati”

Walaupun menghadapi banyak rintangan dan benturan, baik itu terhadap batu, akar pohon maupun jalan yang berliku-liku, namun air tetap tenang dan teguh pendirian melalui semuanya hingga ke laut. 

“Dari BATU kita belajar ketegaran”

Walaupun diterpa angin, badai dan hujan, sebongkah batu tidak akan gampang dipecahkan. Mereka tetap tegar berdiri, meskipun lumut hinggap di tubuhnya.

“Dari TANAH kita belajar kehidupan”

Melalui media tanahlah, tanaman dapat hidup, berkembang dan hasilnya dapat dinikmati oleh seluruh makhluk di muka bumi.

“Dari API kita belajar semangat dan kehangatan”

Api yang menyala akan menghasilkan suasana penuh kehangatan. Di saat berkemah, acara penyalaan api unggun merupakan hal yang dinantikan semua orang. Api juga merupakan simbol semangat hidup yang menyala.

“Dari KUPU-KUPU kita belajar mengubah diri”

Seekor kupu-kupu bertransformasi dari ulat yang menjijikkan. Setelah mengurung diri dalam kepompong, akhirnya berubah wujud menjadi seekor kupu-kupu yang cantik dan indah dipandang mata.

“Dari SEMUT kita belajar kebersamaan dan gotong royong”

Untuk menggotong benda yang jauh lebih besar dan lebih berat dari tubuhnya, semut harus bekerjasama dan bergotong royong menuju ke lubang sarangnya. Menikmati santapan lezat bersama-sama.

“Dari SINGA kita belajar kepemimpinan”

Seekor singa jantan yang menjadi simbol kepemimpinan akan mampu memimpin dan mengelola gerombolan singa-singa dalam kelompoknya. Dia akan melindungi mereka dari makhluk predator lainnya.

“Dari KURA-KURA kita belajar ketabahan”

Seekor kura-kura tidak pernah mengeluh meski sepanjang hidupnya selalu membawa beban berat (cangkangnya). Kura-kura tidak akan pernah berjalan mundur dan akan terus melangkah maju meski bergerak sangat perlahan dan lamban. 

“Dari LEBAH kita belajar pengorbanan”

Seekor lebah akan rela mengorbankan nyawa untuk menyengat siapapun yang mengganggu koloninya. Setelah melakukan aksinya, lebah tadi akan tewas karena racun yang digunakan untuk menyengat musuh, ternyata ikut meracuni dirinya sendiri.

“Dari CACING kita belajar untuk tidak gampang berputus asa”

Cacing termasuk hewan lemah dan tidak memiliki alat perlindungan diri yang hebat. Namun dalam keterbatasannya, cacing tidak pernah menyerah atau putus asa untuk hidup dan berkembang biak.

“Dari PADI kita belajar rendah hati”

Semakin padi itu merunduk, menandakan padi itu semakin berisi. Merunduk bukan berarti menyerah dan pasrah, melainkan sebagai perwujudan sikap yang rendah hati.

“Dari BAMBU kita belajar fleksibilitas dan ketahanan diri”

Walaupun digoyang oleh hembusan angin badai, bambu tidak akan patah, tidak seperti tumbuhan lainnya. Sebab bambu akan bergerak elastis mengikuti arah gerakan angin, bergoyang ke kiri dan ke kanan.

Dan, dari Tuhan kita belajar tentang kasih yang sempurna sebab tidak ada yang paling sempurna, selain Tuhan Sang Pencipta Alam Semesta.

Sobatku yang budiman…

Tuhan telah menciptakan manusia dengan segala kelebihan, dibandingkan makhluk hidup lainnya. Namun terkadang tingkah laku manusia, lebih rendah dari makhluk lain. 

Dengan memiliki hati nurani dan akal budi, tidak sepantasnya manusia berkeluh kesah, terkungkung dalam kesedihan yang berkepanjangan dan berputus asa. 

Oleh karena itu, tinggalkanlah semua yang membuat kita menjadi lemah dan merasa tidak berdaya. Bangkitkan semangat, keluarkan obsesi dan impian, raihlah segala mimpi dan berjuanglah untuk hidup yang lebih baik. Jangan sia-siakan hidup yang begitu singkat ini dengan segala keluh kesah.

Kita dapat belajar banyak hal dari alam semesta demi sebuah kehidupan yang lebih baik lagi.

#firmanbossini obrolanbeken.wordpress.com m.facebook.com/firman.bekenmedia

Advertisements
This entry was posted in Renungan Harian. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s