“BERLAGAK PANDAI”

<Kamis, 30 Juni 2016 OOR 09:19>

Sebuah perusahaan yang bergerak di bidang kuliner sedang mencari seorang manajer untuk mengurus sebuah restoran yang cukup besar. 

Puluhan karyawan perusahaan yang merasa memiliki kompetensi dan kemampuan ikut dalam kompetisi ini. 

Melalui serangkaian uji kemampuan, akhirnya peserta kompetisi hanya tinggal bersisa dua orang. Mereka bersaing untuk mendapatkan posisi yang cukup terhormat sebagai seorang manajer restoran bonafide.

Kali ini, bos perusahaan langsung turun tangan untuk menguji kedua orang ini. 

Masing-masing peserta diberikan timbangan yang mempunyai skala berbeda, si A mendapatkan timbangan dengan ukuran gram, sedangkan si B diberikan timbangan dengan ukuran kilogram.

Lantas pimpinan perusahaan yang masih berusia muda itu meletakkan sebungkus gula putih di atas meja. Kedua peserta dipersilahkan menimbang gula tersebut dengan menggunakan timbangan masing-masing.

Setelah selesai menimbang, bos perusahaan itu pun mulai bertanya kepada kedua calon manajer mengenai hasil timbangan.

Bos perusahaan : “Silakan masing-masing dari kalian menyampaikan hasil timbangan…”

Si A : “Saya sudah menimbang dengan sangat teliti. Ternyata berat gula tersebut adalah 3200 gram. Tidak kurang dan tidak lebih….”

Si B : “Dengan ketajaman mata yang saya miliki, maka saya berhasil menimbang gula tersebut yaitu seberat 3,2 kilogram….”

Si A merasa timbangannya paling benar dan segera menyangkal hasil timbangan si B : “Kamu salah melihat jarum timbangan dan tentunya kamu bukan orang yang teliti. Kamu tidak cocok menjadi seorang manajer…”

Si B tidak mau kalah ngotot. Dia merasa kalah gengsi karena disindir oleh si A. 

Lantas si B berkata : “Selama bertahun-tahun, saya tidak pernah melakukan kesalahan, apalagi yang berkaitan dengan hitung menghitung. Kali ini sayalah yang paling benar…”

Akibatnya si A dan si B terlibat dalam debat sengit di depan bos perusahaan dan para staf lainnya. Keduanya terus mempertahankan pendapatnya masing-masing. Suasana menjadi riuh seperti dua ekor kucing yang sedang bertengkar. Situasi menjadi memanas di dalam ruangan bos perusahaan yang sejuk dan besar.

Akhirnya sang bos menghentikan “duel mulut” keduanya dengan menggebrak meja.

Bos perusahaan : “Walaupun kalian berdua adalah karyawan yang pintar dan berbakat, namun sayangnya, untuk jabatan manajer ini, tidak mungkin saya serahkan kepada kalian berdua…”

Kedua karyawan serentak bertanya : “Mengapa bos..?”

Bos perusahaan : “Yang harus kalian ketahui, seorang manajer tidak boleh pemarah, harus santun dan bijaksana, tidak boleh merendahkan orang lain, harus mendengarkan pendapat banyak pihak dan yang terutama kalian tidak menggunakan otak, hanya menggunakan emosi belaka. Sekarang saya mau tanya, apa bedanya 3,2 kilogram dengan 3200 gram? Sama bukan…?”

Si A dan si B tidak mampu lagi berkata-kata. Mereka menyadari kesalahan masing-masing. Namun semuanya sudah terlambat. Ketok palu sudah dilakukan bos perusahaan yang terkenal sangat tegas itu.

Sobatku yang budiman…

Jika memang kita pintar, janganlah menggunakan kepintaran kita untuk merendahkan orang lain.

Jika kita merasa hebat, janganlah menggunakan kehebatan kita untuk menghujat orang lain.

Bijaksanalah dalam bertindak, berperilaku dan bertutur kata sebab ketiga hal ini, seringkali menjadi “andalan” kita dalam menghadapi masalah serumit dan sepelik apapun.

#firmanbossini obrolanbeken.wordpress.com m.facebook.com/firman.bekenmedia

Advertisements
This entry was posted in Kisah Inspiratif, Renungan Harian. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s