“TUKANG SIOMAY PINTAR”

<Minggu, 19 Juni 2016 OOR 14:55>

Suatu ketika, Abece terpaksa menekuni profesi berjualan siomay keliling, menggantikan posisi Mang Omay yang kebetulan harus pulang kampung selama tiga tahun karena mengurus orang tuanya yang sedang sakit dan juga untuk menjaga ladang milik keluarganya.

Selama dua tahun belakangan, Abece menyewa gerobak Mang Omay dengan biaya sesuka hati dan seikhlas Abece saja. 

Setiap pagi, Abece mempersiapkan dagangannya, dibantu oleh ibunda tercinta. Dengan cekatan dan penuh semangat, Abece mendorong gerobak siomay sambil berteriak : “Siomay… Si..O…May…. Panas-panas sudah datang… Harga murah tapi bukan murahan….”

Sesampainya di depan pabrik sepeda, seseorang berpakaian necis memanggilnya : “Abang Siomay… Kemarilah aku mau beli….”

Abece menoleh ke arah panggilan suara, lantas berteriak : “Woii, kamu lagi panggil saya yah? Namaku Abece bin Selamat7turunan, bukan Siomay….”

Pria berdasi tersebut menjawab : “Loh, jika abang berjualan siomay, sudah pasti dipanggil abang siomay. Kan begitu aturannya…”

Abece ngeyel : “Mana bisa begitu, Pak… Kalau Bapak berjualan monyet, apa mau saya panggil abang monyet…?”

Pria tersebut menggaruk-garuk kelapanya yang tidak memiliki rambut, sambil berkata : “Benar juga nih… Ya udah, sorry dech Abang Abece… Sini dong bang, saya mau beli siomay…”

Sambil menunggu siomaynya dipanasi, pelanggan itu iseng-iseng bertanya kepada Abece.

Pria : “Abang sudah berapa tahun jualan siomay..?”

Abece : “Baru dua tahun ini…”

Pria : “Wah… sudah lama juga yah… Gerobak dan dagangannya sudah jadi milik sendiri atau masih menyewa dari orang lain, bang..?”

Abece : “Milik teman alias majikan saya… Setiap bulan saya memberi setoran seikhlas diriku…”

Pria : “Loh, sudah berjualan begitu lama, kok masih menyewa? Seharusnya abang sudah punya gerobak dan modal sendiri. Pasti abang tidak suka menabung dan tukang menghambur-hamburkan duit seenak udel. Kalau begitu, bagaimana abang bisa sukses…?” 

Abece merasa kesal dan jengkel karena digurui. Dia merasa pria tersebut sok pintar dan sok hebat.

Abece : “Bukan begini, Pak… Namanya juga saya ini orang kecil. Saya banyak memiliki tanggungan. Kambing saya saja ada belasan ekor… Bapak sendiri sudah bekerja berapa lama di perusahaan ini..?”

Pria : “Sudah cukup lama, sekitar 8 tahun. Memangnya kenapa, bang…?”

Abece : “Perusahaan ini sudah jadi milik Bapak…?”

Pria parlente itu memamerkan diri: “Ini punya boss saya. Gini-gini saya sudah jadi manajer di perusahaan ini…”

Abece : “Wah…wah… Sudah bekerja 8 tahun seharusnya perusahaan ini sudah menjadi milik sendiri. Sudah menggaji orang dan bukan digaji bossmu…”

Dengan tergesa-gesa, manajer sombong itu meletakkan duit di atas gerobak dagangan Abece, lalu ngeloyor pergi dengan kedua tangan menutup matanya yang sembab, sambil berteriak : “Mak…makkk… Tolongin saya… Masak diriku dihina oleh tukang siomay yang jelek kayak kuda nil lagi kebelet pipis…”

Gubrakkk…

#firmanbossini obrolanbeken.wordpress.com m.facebook.com/firman.bekenmedia

Advertisements
This entry was posted in Joke. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s