“BERMAIN-MAIN DENGAN DOSA”

<Senin, 13 Juni 2016 OOR 06:57>

Adu banteng adalah kebudayaan khas orang Spanyol. Mereka biasa menyelenggarakan even ini pada bulan April di Sevilla, kota ketiga terbesar di Spanyol.

Adu banteng merupakan pertarungan antara manusia (matador) dan banteng dalam satu arena tertutup. Sebenarnya adu banteng ini adalah bagian seni yang menampilkan sisi kekejaman dan saat ini menjadi ladang bisnis atau mata pencaharian bagi sebagian orang. 

Menjadi matador merupakan lambang kegagahan di Spanyol. Padahal arti sesungguhya dari matador adalah “pembunuh”. 

Dalam pertarungan ini, seorang matador berperan mempermainkan dan membuat banteng menjadi sangat marah dengan menggoyang-goyangkan sehelai kain merah di hadapan banteng yang sedang mengamuk. Dan pada akhirnya, sang matador akan menjadi algojo untuk membunuh banteng tersebut.

Banyak sekali orang yang menggemari even kegiatan ini. Mereka akan bersorak-sorai menyaksikan ulah matador. 

Padahal, bagi seorang matador, tindakannya ini tidak ubahnya sedang bermain-main dengan maut. Sudah tidak terhitung berapa orang matador ataupun pengunjung yang harus kehilangan nyawa karena diseruduk oleh banteng yang sedang mengamuk.

Sesungguhnya perilaku umat manusia tidak berbeda dengan matador. Senang bermain-main dengan dosa. Mencoba mengenal dosa dengan cara dan ragam yang berbeda-beda. Baik itu sadar maupun dalam keadaan tidak sadar.

Dalam lingkungan sekitar manusia, “tersedia” aneka jenis dosa yang begitu menggoda iman kita untuk “mencicipinya”.

Manusia yang gemar berkata dusta, menghina, mengfitnah dan mem-bully orang lain adalah mereka yang senang bermain-main dengan dosa. Mungkin bagi dirinya, perbuatan ini adalah sejenis “permainan” yang dapat memuaskan nafsu sesaatnya.

Kebanyakan manusia sudah menuhankan materi, uang dan jabatan serta menghambakan diri serendah-rendahnya, hanya untuk mengambil sesuatu yang bukan miliknya, melakukan korupsi dan tindakan kriminal lainnya, demi memuaskan nafsu keserakahan duniawi.

Jika saja tumpukan dosa sudah bersemayam dalam hatinya, maka dosa itu pasti akan sulit dikendalikan, bagaikan seekor banteng liar yang sedang mengamuk. 

Sobatku yang budiman…

Bermain-main dengan dosa merupakan sesuatu hal yang amat berbahaya. Bukan masalah apakah kita akan “terluka” karena bermain-main dengan “mengundang” masuknya dosa dalam kehidupan kita, namun masalah utamanya adalah kita sama sekali tidak tahu, kapan saatnya kita akan “tamat” dijemput oleh maut, dan di saat kita masih diselimuti oleh dosa.

Seringkali hanya dibutuhkan waktu beberapa detik bagi iblis dan setan untuk membuat kita terpelanting dan tertanduk hingga binasa. Dan hal itu, kadang tidak kita sadari, sebab diri kita mudah terlena, begitu asyik menikmati “alunan musik” yang melelapkan hati dan pikiran kita, yang dilantunkan oleh para pengikut alam neraka.

Berhentilah bermain-main dengan dosa. Biarkanlah tangan Tuhan mengambil alih tali yang melingkari leher banteng itu. 

Sebab hanya melalui kasih karunia dan berkah Sang Pencipta, akan membuat kita sanggup untuk terus bertahan dari godaan, hingga akhirnya diri kita menjadi seorang pemenang dalam menghadapi kehidupan di dunia yang penuh lumuran dosa ini.

#firmanbossini obrolanbeken.wordpress.com m.facebook.com/firman.bekenmedia

Advertisements
This entry was posted in RENUNGAN. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s