“AGAMA DAN UMAT MANUSIA”

<Kamis, 09 Juni 2016 OOR 11:20>

Dalam keseharian hidup, seringkali kita mendengar petuah dan ceramah tentang pentingnya hidup beragama. Selain dapat menuntun hidup manusia ke jalan yang benar, peran agama itu sangat urgen sebagai filter penangkal yang sempurna atas semua tindakan-tindakan tidak bermoral, yang dapat melukai nilai-nilai kemanusiaan.

Namun yang sebenarnya…

Yang dicap berbahaya itu bukanlah melulu orang-orang yang tidak beragama atau orang-orang yang sudah bersikap apatis kepada agama karena satu dan lain hal yang pernah membuatnya menjadi takut, kecewa atau trauma. 

Namun yang paling berbahaya adalah orang-orang sudah beragama namun tidak ber-Tuhan, orang yang rajin beribadah mendekatkan diri kepada Tuhan, namun melegalkan semua perbuatan maksiat dan kejahatan yang bertentangan dengan ajaran agama yang dianutnya.

Mereka adalah orang-orang yang gemar memanfaatkan agama untuk kepentingan diri dan kelompoknya. Mereka yang menghalalkan perbuatan jahat dengan berlindung di balik ajaran agama yang indah dan suci.

Mereka kerap kali memanipulasi kumpulan sedekah yang ditujukan kepada mereka yang kurang mampu, mengkorupsi bantuan sosial untuk korban bencana alam, bahkan ada yang sampai “mencuri” uang rakyat dalam urusan yang berkaitan dengan keagamaan.

Lebih parahnya lagi, bahkan ada oknum tokoh agama yang memprovokasi para umatnya untuk memusuhi umat lain dengan dalih untuk menegakkan dan memurnikan ajaran agama yang dianutnya.

Lihatlah bagaimana keributan antar umat beragama terjadi di Burma, India, benua Eropa, Afrika, negara-negara Jazirah Arab dan di banyak negara di dunia.

Tuhan itu Maha Kuasa. Tiada seorangpun anak manusia yang mampu mengetahui makna dibalik munculnya beragam agama di muka bumi. 

Tidak ada yang boleh menganggap agama yang dianutnya adalah yang paling benar, sebab kebenaran yang paling mutlak hanyalah milik Tuhan.

Namun yang pasti, semua agama selalu mengajarkan tentang kejujuran, kebaikan, tenggang rasa dan solidaritas antar sesama umat beragama.

Jika semua penganut agama senantiasa memegang prinsip bahwa agamamu adalah agamamu dan agamaku adalah agamaku, tanpa berniat untuk melakukan pemaksaan dan penistaan agama yang bukan dianutnya, niscaya dunia ini akan damai, tenteram dan bahagia.

#firmanbossini obrolanbeken.wordpress.com m.facebook.com/firman.bekenmedia

Advertisements
This entry was posted in AGAMA, RENUNGAN. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s