“PENJUAL NASI SAYUR”

<Rabu, 08 Mei 2016 COR 20:41>

Suatu ketika, Abece pernah menjalani profesi sebagai penjual nasi sayur, menggantikan posisi ibunya yang sedang kurang enak badan karena kecapekan.

Semula semuanya berjalan lancar. Hingga menjelang waktu tutup warung, tiba-tiba terjadi perkelahian antara Abece dan salah seorang pembeli.

Padahal pembeli tersebut berniat memborong sisa nasi bungkus yang tersisa, sekitar 75 bungkus lagi.

Beginilah percakapan sebenarnya antara mereka berdua…

Pembeli : “Bang, masih ada sisa berapa bungkus? Saya mau membeli nasi sayur untuk acara hajatan di rumah..”

Abece sedikit berkilah : “Ohhh, sudah mau habis nih bang…”

Pembeli : “Tinggal dikit lagi yah? Masih ada berapa bungkus? 10 bungkus ada?”

Abece : “Masih ada sisa 75 bungkus lagi…”

Pembeli : “Itu namanya masih banyak bang… ”

Pembeli tersebut merasa dipermainkan oleh Abece karena berbohong mengatakan sudah mau habis, padahal masih ada sisa banyak lagi. 

Pembeli : “Saya berniat memborong semua nasi sayur yang tersedia… Bisa segera dibungkus…?”

Abece merasa kegirangan karena nasi bungkusnya bakal laku habis dalam sekejap. Sebelumnya Abece berpikir bahwa dagangannya pasti akan bersisa puluhan bungkus lagi dan terpaksa harus dibawa pulang ke rumah.

Abece : “Mantap bang… Segera saya siapkan 75 bungkus. Semuanya pakai telor bulat khan…?”

Pembeli : “Begini bang… Semua memang pakai telor bulat, tapi 27 bungkus pake cabe balado, 40 bungkus pake cabe hijau dan sisanya gak usah pake cabe. Yang pake cabe balado, 11 bungkus nasinya yang lemak, 12 bungkus nasi sayur dan sisanya nasi yang tanpa kuah. Yang nasi lemak, 5 bungkus pake gori dan sisanya jangan pake gori. Yang nasi sayur, 5 bungkus pake kerupuk merah putih dan sisanya….”

Tiba-tiba Abece berteriak : “Woiii, kamu mau beli nasi atau mau nyusahin diriku…!!!”

Pembeli : “Loh, kan saya ini pembeli dan pembeli itu seorang raja. Mengapa abang mengamuk…?”

Abece : “Semprul, udah pernah lihat kepala disamperin kuah lodeh? Kalau tidak niat membeli jangan bikin orang pusing lah…”

Pembeli masih ngotot untuk berargumen : “Pokoknya saya tidak mau tahu, kamu harus siapin semuanya. Saya tunggu dalam 10 menit…”

Abece tidak mampu menahan amarahnya hingga terjadi baku hantam yang seru. Terlihat aksi cubit-cubitan, cakar-cakaran, jambak-jambakan dan mereka berusaha saling menyerang dengan mengoyak-ngoyak pakaian lawannya.

Gubrakkk…

#firmanbossini obrolanbeken.wordpress.com m.facebook.com/firman.bekenmedia

Advertisements
This entry was posted in JOKE. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s