“TELUR BEBEK ASLI”

<Selasa, 07 Juni 2016 COR 22:03>

Ada kejadian menarik saat Abece berumur tujuh tahun… 

Pertumbuhan tubuh Abece cukup baik dan tingkat kecerdasan yang lumayan bagus. Namun, alat kelamin Abece tumbuh tidak normal. Ukurannya jauh lebih kecil daripada anak seusianya. Kedua orang tua Abece sangat mencemaskan kondisi tersebut.

Akhirnya, ibu Abece membawa Abece pergi ke dokter anak untuk mengkonsultasikan kondisi Abece.

Ibu Abece : “Dok, saya sangat mengkhawatirkan kondisi alat kelamin anakku yang tumbuh bantet. Ukurannya terlalu kecil untuk ukuran anak seusianya..”

Setelah memeriksa seluruh tubuh, psikologi hingga sampel darah Abece akhirnya dokter mengatakan bahwa tidak ada yang perlu dikhawatirkan dari pertumbuhan Abece. 

Dokter : “Saya sudah periksa semuanya. Pertumbuhan hormonnya tidak mengalami gangguan. Hanya otaknya yang sedikit bermasalah, karena daya tangkapnya kadang terlalu cepat dan kadang terlalu lemot. Seharusnya semua akan baik-baik saja…”

Ibu Abece : “Jadi, mengapa alat kelamin anakku kelihatan bantet sekali, dok..?”

Dokter : “Begini ya… Ibu tidak perlu cemas. Setiap hari, ibu berikan saja sebutir telur bebek asli, harus yang asli loh… Untuk lebih cepat berkembang, maksimal berikan berikan lima butir setiap hari. Ibu mengerti..?”

Ibu Abece : “Saya mengerti dok… Nanti saya berikan lima butir saja….”

Dokter : “Namun, anjuran saya cukup berikan sebutir saja. Karena anak ibu masih terlalu belia untuk mengkonsumsi lima butir sekaligus. Juga takut, ntar dia jadi ‘nek’ atau mual…”

Ibu Abece : “Baiklah dok… Terima kasih banyak atas sarannya…”

Keesokan harinya, Ibu Abece menyiapkan sarapan lima butir telur bebek asli di atas meja. 

Abece yang masih berusia tujuh tahun terkejut melihat begitu banyak telur bebek yang tersedia. 

Abece : “Ibu, apakah semua telur bebek ini buat saya…?”

Ibu Abece tersenyum simpul, sambil berkata : “Tidak nak, kamu cukup makan sebutir saja, sisanya buat bapakmu supaya bapakmu makin bertambah ‘besar’ dan tidak lemot otaknya…”

Abece tidak mengerti maksud ucapan ibunya, lalu bersenandung : “Burung kakak tua… Tinggal di jendela… Bapak sudah tua… Giginya tinggal dua…”

Gubrakkk…

#firmanbossini obrolanbeken.wordpress.com m.facebook.com/firman.bekenmedia

Advertisements
This entry was posted in Joke. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s