“KISAH DI CAFE”

<Minggu, 05 Juni 2016 COR 18:40>

Di sebuah cafe, tiga orang sahabat yaitu Abece, Xwaizet dan Kupruk sedang mengobrol sambil minum-minum.

Sementara itu di sudut ruangan cafe, terlihat seorang pemuda berbadan kekar dan brewokan, duduk sendirian menikmati minuman sambil mendengarkan lagu melalui headset yang terpasang di telinganya. Sesekali matanya memandang ke arah mereka bertiga dengan muka sinis, mungkin merasa terganggu dengan ulah ketiga pemuda itu.

Abece merasa terintimidasi oleh tatapan mata kurang bersahabat dari pemuda sangar tersebut. 

Abece : “Kalian lihat pemuda kekar berkaos Mickey Mouse di sana? Kayaknya dia sedang marah kepada kita… Ada yang berani menantangnya?”

Xwaizet dan Kupruk hanya diam saja…

Abece melanjutkan : “Bagaimana kalau kita taruhan… Masing-masing dari kita harus memaki-maki dia selama satu menit. Pemenangnya adalah yang berhasil membuat dia tidak marah, walau sudah dihina sekasar mungkin… Setuju…?”

Semuanya setuju dengan ide gokil Abece…

Giliran pertama dimulai oleh Kupruk. Dengan langkah tegap yang pasti mirip tentara dan seruan : “Maju langkah ke depan, grakkkkk… Kanan…kiri…kanan…kiri….”

Sesampainya di depan pemuda bertampang beringas itu, Kupruk berteriak : “Woiii, preman kampungan… Jangan sok jago di sini. Sayalah kepala preman di sini. Sekali lagi kamu menatap kami seperti itu akan kupecahkan kepalamu, dasar manusia bau terasi…!!!”

Tidak berapa lama terdengar : “Brukkkkk… Plak… Plak…”

Terlihat di atas lantai, Kupruk sedang merangkak ke tempat duduknya semula sambil memegang pipinya yang bengkak terkena tamparan dari pemuda itu.

Giliran selanjutnya dilakoni oleh Xwaizet. Dengan langkah gontai dan sedikit gemetaran, dia melangkah ke meja yang diduduki oleh pemuda itu.

Xwaizet : “Abangku yang ganteng….”

Belum sempat menyelesaikan kalimatnya terdengar suara “brakkkk…”

Pemuda itu menggebrak meja dengan keras, menyebabkan Xwaizet berlari tunggang langgang menghindari pemuda pemarah itu.

Abece : “Wah… Wah… Kalian tidak ada yang berhasil membuat pemuda itu tidak marah… Ayok kita pulang saja sekarang…”

Kupruk : “Woiii semprul… Enak aja mau pulang… Sekarang giliran kamu… Coba kamu lihat mukaku yang bonyok digampar pemuda gila itu…”

Abece : “Sengsara kita sudah kamu wakili, Pruk… Untuk apa lagi menambah derita saya lagi. Mari kita kemon, ntar saya traktir kamu makan es krim dech…”

Xwaizet : “Kamu takut? Masak begitu penakut? Dimana kejantanan kamu…?”

Kalimat tantangan dari Xwaizet, membuat Abece tidak mau kehilangan gengsi. Apalagi semua mata pengunjung cafe, tertuju kepadanya.

Abece : “Hmmm… Siapa takut…? Lihat saja apa yang bakal saya lakukan…”

Abece berjalan ke arah meja pemuda itu. Sampai di sana, Abece mengerlingkan matanya, namun disambut dengan suara dengusan pemuda itu.

Abece tidak mau kalah gertak : “Bocah ingusan yang tidak tahu diuntung… Dengarin baik-baik yah… Saya ini sudah sering banget seranjang dengan ibumu… Kamu tahu gakkkkk…?”

Seluruh pengunjung kafe sangat kaget dengan penghinaan yang amat keterlaluan dari Abece kepada pemuda berbadan tegap itu. Mereka tidak mampu membayangkan bagaimana marah dan murkanya pemuda itu kepada Abece. Mungkin saja seisi cafe akan diobrak-abrik hingga hancur.

Abece bertambah semangat untuk memaki pemuda yang tiba-tiba menundukkan kepalanya : “Hey…bocah tengik… Mengapa kamu diam saja..? Kamu punya telinga gak? Atau kotoran telingamu sudah menumpuk sehingga tidak dapat mendengar apa kataku… Hayoooo jawaaabbbb…”

Namun anehnya, pemuda tegap itu sama-sekali tidak menunjukkan tanda-tanda amarah, justru pemuda itu berjalan menunduk menghampiri Abece yang sedang menatap tajam ke arahnya. 

Pemuda itu merangkul tubuh Abece dan memeluk dengan erat sekali, sambil berkata : “Hiksss… hiksss… hikkk… hikkk… Udahlah Ayah, sekarang kita pulang saja. Ayah sudah kebanyakan minum hingga mabuk… Kasihan ibu yang sedang menunggu di rumah dan mengkhawatirkan kondisi ayah…. Mari ayahku tersayang….”

Abece berbisik ke Xwaizet : “Untung saja dia sudah mabuk…”

Sambil merangkul pinggang pemuda kekar itu, Abece berdendang : “Timang… Timang… Anakku sayang… Jangan bersedih… Ayah di sini…”

Gubrakkk…

#firmanbossini obrolanbeken.wordpress.com m.facebook.com/firman.bekenmedia

Advertisements
This entry was posted in Joke. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s