“PERMAINAN ANAK-ANAK”

<Rabu, 01 Juni 2016 OOR 12:23>

Setiap waktu dan sepanjang masa akan selalu muncul berbagai jenis permainan baru anak-anak yang diproduksi oleh pabrik dari dalam dan luar negeri. Warna, corak dan bentuknya tentunya sangat mengundang buah hati kita untuk memilikinya. Mereka akan merengek-rengek kepada orang tuanya agar membelikan mainan tersebut.

Jika kita teliti lebih jauh, ternyata sebagian besar mainan yang tersedia di toko mainan anak-anak, dapat dimainkan dan dijalankan sendiri, tanpa perlu kehadiran teman yang lain.

Lihat saja, beragam mainan robot-robotan, mobil-mobilan, boneka-bonekaan, pistol-pistolan, pedang-pedangan, perlengkapan masak lengkap dengan dapur mini, perlengkapan dokter, rubik, puzzle, lego dan sebagainya. Semua permainan di atas, dapat dimainkan sendirian oleh anak-anak kita.

Hanya tersedia beberapa permainan yang dapat dimainkan oleh banyak orang, misalnya, halma, monopoli, ular tangga, ludo dan berbagai jenis permainan kartu. 

Permainan yang dapat melibatkan seluruh anggota keluarga tersebut, sudah dianggap merupakan permainan “kuno”, yang sudah ada sejak kita masih kecil waktu dulu. Bentuknya pun tidak banyak mengalami modifikasi, sehingga kebanyakan anak enggan memainkan permainan ini. Takut dianggap jadul, kuno dan ketinggalan jaman.

Dampak dari minimnya variasi permainan keluarga ini, menyebabkan masing-masing anggota keluarga akan asyik dengan “kesibukan” dan permainannya sendiri-sendiri. 

Saat berkumpul di rumah, seyogyanya menjadi arena untuk bersenda gurau dan bersenang-senang antar anggota keluarga akhirnya berubah menjadi panggung “kebisuan”, sebab tidak terjadi komunikasi dan interaksi antar penghuni rumah. Masing-masing lebih memilih bermain sendiri, tanpa mempedulikan yang lain.

Si bungsu bermain boneka-bonekaan sendiri, anak nomor dua asyik bermain robot-robotan dan si sulung senang bermain lego sendirian. Sementara ayah dan ibunya, tidak kalah “sibuknya”, asyik berselancar di dunia maya, update status, melihat status orang lain atau menonton aneka video yang tersedia di portal-portal favoritnya.

Inikah tipikal keluarga modern saat ini? Beginikah model keluarga yang hidup di jaman modern, yang super canggih dan berteknologi tinggi?

Sobatku yang budiman…

Di saat kemudahan hidup dapat diperoleh dengan hanya mengklik sederetan tombol di ponsel, jangan lantas kita melupakan kodrat alami manusia sebagai makhluk sosial, makhluk yang hidup bersama-sama dengan makhluk lainnya.

Sebagai orang tua dari anak-anak yang merupakan anugerah tiada ternilai dari Tuhan, kita tidak boleh berpangku tangan melihat fenomena negatif seperti ini melanda keluarga kita. Keutuhan dan kebahagiaan keluarga sedang terancam, justru oleh ulah kita sendiri.

Segera lakukan perubahan…!!!

Mari kita ciptakan permainan yang dapat dimainkan secara kolektif, bersama-sama seluruh anggota keluarga.,Jangan biarkan anak-anak kita bermain sendiri tanpa pendampingan dari kita.

Sebab, ketika mereka mendapat masalah dan ingin bertanya, bukan kita lagi yang menjadi tempat dan tumpuan pertanyaan mereka. Kita sendiri yang menciptakan sekat pemisah diantara sesama anggota keluarga. 

Yang paling mengkhawatirkan, anak-anak kita akan mencari tahu dan bertanya kepada orang yang salah dan justru dapat menjerumuskan mereka ke masa depan yang kelam.

Mari kita ubah paradigma berpikir sebagai orang tua. Temukan dan carilah permainan yang dapat dilakukan bersama-sama. Atau setidaknya, ikutlah berbaur bersama dunia mereka. Dengan ikut bermain bersama mereka, secara tidak langsung kita telah menuntun langkah mereka ke jalan yang benar.

Dan yang terakhir, jangan pernah menghalangi anak-anak kita untuk bermain bersama teman-temannya. Yang perlu kita lakukan adalah selalu menajamkan mata dan melebarkan daun telinga untuk mengamati tumbuh kembangnya buah hati kita.

Semoga anak-anak kita, anak-anak generasi penerus bangsa, dapat menggantikan posisi pemimpin kita menjadi tulang punggung negeri tercinta….

#firmanbossini obrolanbeken.wordpress.com m.facebook.com/firman.bekenmedia

Advertisements
This entry was posted in RENUNGAN. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s