“BERPURA-PURA”

<Selasa, 31 Mei 2016 OOR 07:11>

Banyak sekali orang yang gemar berpura-pura dalam melakukan sesuatu hal. Semua ini dianggap sebagai siasat atau strategi untuk pencitraan dan menarik simpati orang lain.

Lihatlah beberapa contoh aktivitas “berpura-pura” berikut ini :

(1) Berlokasi di sebuah kantor pemasaran garmen. Pada saat pimpinan belum tiba di kantor, padahal waktu sudah menunjukkan pukul 10:30, karyawan yang hadir masih sibuk dengan aktivitas masing-masing di dunia maya. Bermain facebook, instagram, twitter dan sebagainya. 

Namun di saat pimpinan tiba di kantor, barulah semua karyawan mulai menyibukkan diri dengan pekerjaan masjng-masing. Melepaskan diri dari dunia maya untuk kembali ke dunia nyata.

(2) Berlokasi di lembaga pendidikan. Pada saat guru atau pengajar bergegas meninggalkan kelas untuk urusan sesuatu hal, dan memberikan sejumlah tugas untuk dikerjakan para murid. 

Namun kenyataannya, semua murid sibuk mengobrol, bercanda dan mengabaikan tugas yang diberikan. Di saat sang guru berada di dalam kelas, semua murid akan diam menyimak pelajaran yang disampaikan dengan tertib dan baik.

(3) Berlokasi di rumah kediaman. Sepasang suami isteri kelihatan begitu mesra saat berada di luar rumah. Tidak jarang mereka saling berangkulan layaknya anak muda yang baru berpacaran. Di hadapan orang banyak, mereka berlakon seperti sepasang suami isteri idaman dan membuat cemburu pasangan lain. 

Namun kenyataannya, di dalam rumah, suasana yang tercipta begitu “dingin”. Masing-masing sibuk dengan aktivitas dan gagdet di genggamannya tanpa mau bertegur sapa selama berjam-jam di ruangan yang sama.

(4) Berlokasi di tempat ibadah. Seorang pemuka agama, dengan berapi-api, berpidato tentang kebaikan dan kebahagiaan hidup manusia. 

Namun pada kenyataannya, keseharian pemuka agama tersebut, tidak jauh dari ucapan kotor, perbuatan kasar dan tidak manusiawi serta merendahkan derajat hidup para pegawai dan pembantu rumah tangganya.

(5) Berlokasi di areal bisnis. Seorang “dermawan” yang kaya raya gemar berbuat kebaikan pada saat berkumpul bersama dengan rekan-rekan bisnisnya. Memberikan uang tips yang sangat besar kepada pegawai cafe dan memberikan sedekah yang berlimpah kepada para peminta-minta dengan tujuan untuk memproklamirkan diri sebagai seorang dermawan. 

Namun di saat sendiri, “dermawan” kaya tersebut begitu tega mengusir para pengemis dengan ujung sepatunya.

Atau…

(6) Seorang pemuda yang berlaku sopan di depan calon mertuanya, namun di balik itu dia adalah manusia yang tidak bermoral dan suka “menodai” kaum hawa.

(7) Pejabat daerah bekerja sangat keras, mengaspal jalan berlobang dan membersihkan lokasi dimana presiden akan datang berkunjung. Namun di hari biasa, pejabat ini lebih senang berdiam di kantor sambil menonton sinetron Uttaran.

Sobatku yang budiman…

Apakah ada kebahagiaan dalam kepura-puraan? Apakah ada kedamaian dalam kemunafikan?

Jawabannya adalah tidak mungkin ada kebahagiaan dan kedamaian dalam kepura-puraan. Sebuah kebohongan pasti akan melahirkan kebohongan baru yang terus menerus melekat dalam diri sehingga mendarah daging.

Semoga kita selalu mengutamakan kejujuran dalam bertindak. Menjauhi sifat munafik. Menanamkan lekat-lekat di dalam pikiran kita bahwa berbuat baik itu adalah kebutuhan. 

Mungkin tidak ada manusia yang melihatnya, namun Tuhan terus mencatat detil demi detil perbuatan kita di alam duniawi. Dan akan memberi “penilaian akhir” sebagai landasan penempatan kita, apakah berada di alam surgawi atau di alam neraka?

#firmanbossini obrolanbeken.wordpress.com m.facebook.com/firman.bekenmedia

Advertisements
This entry was posted in Renungan Harian. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s