“KOLESTEROL”

<Senin,30 Mei 2016 COR 18:58>

Sejak kecil, orang tua Abece lebih banyak memberikan menu makanan berbahan dasar daging kepada Abece. Akibatnya, hingga dewasa Abece tidak lagi doyan dengan lauk sayuran dan ikan. 

Abece paling suka dengan makanan yang berasal dari daging kambing, misalnya sate kambing, gulai kambing hingga kari kambing.

Pada suatu hari, Abece merasa adanya benjolan berwarna merah, kesemutan, rasa sakit pada sendi, pusing dan migrain di kepala.

Takut terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, akhirnya Abece memeriksakan kondisi kesehatannya ke dokter. Setelah diperiksa dengan seksama dan melalui proses tes darah, Abece dinyatakan memiliki kolesterol yang tinggi.

Dokter : “Kadar kolesterol dalam tubuh kamu sudah mendekati angka 250 dan ini sangat membahayakan. Normalnya cuma 160-200 saja. Sewaktu-waktu kamu dapat terserang penyakit jantung dan meninggal tiba-tiba…”

Abece : “Sampe segitunya…? Kalo kena serangan jantung kan bisa pakai nafas buatan. Temanku, Opekiu pintar sekali memberikan nafas buatan. Dulu waktu bebeknya tersedak makanan pabrik, dia memberikan nafas buatan kepada bebeknya…”

Dokter : “Hah..? Bebeknya selamat..?”

Abece : “Selamat di tangan Opekiu namun meninggal di tangan ibunya Opekiu…”

Dokter : “Kok bisa…”

Abece : “Jadi menu santapan di atas meja yang lezat… Hahaha…”

Dokter : “Kembali ke laptop… Pokoknya kamu tidak boleh makan jeroan dan daging kambing lagi… Ingat kamu bisa mati tiba-tiba…”

Abece : “Sempatkah daku mengirim sms teman atau pacarku sebelum koit…?”

Dokter : “Pasien gendeng… Pokoknya, makanan yang paling bagus dikonsumsi adalah tanaman yang hidup di atas tanah gembur, misalnya bayam, dan hewan yang dapat berenang di air tawar, misalnya ikan gurami… Seminggu lagi kamu kembali datang untuk periksa kolesterol lagi…”

Sebenarnya Abece sangat sedih mendengar penuturan dokter. Tapi demi kesehatan, Abece harus mengikuti instruksi dokter.

Seminggu kemudian, ternyata Abece belum juga berkunjung ke dokter. Sang dokter yang merupakan teman lama Abece, mengkhawatirkan kondisi Abece dan berniat untuk mampir ke rumah Abece.

Saat tiba di rumah Abece, ibunda Abece yang keluar menyambut kedatangan sang dokter.

Dokter: “Bu, Abece ada di rumah…?”

Ibu Abece : “Ohhh… Ini pak dokter yah. Abece gak ada di rumah. Selama seminggu ini, pagi hari dia selalu pergi ke kebun dan sorenya pergi ke kolam renang di dekat balai desa”

Dokter : “Wah… Sekarang Abece jadi rajin bekerja di kebun dan rajin olahraga berenang yah…,”

Ibu Abece : “Bukan begitu pak dokter… Abece lagi datang gilanya… Masak setiap pagi dia membawa kambing-kambing piaraannya ke kebun untuk ditanam hingga tanah menyentuh perut kambing. Abece berharap kambingnya dapat tumbuh daun hijau dan dapat dimakan layaknya sayuran hijau….”

Dokter : “Hahaha… Dasar oon… Terus ke kolam renang untuk olahraga renang bukan…?”

Ibu Abece : “Mari ikut saya ke kolam renang. Lihat apa yang dilakukan Abece di sana…”

Sang dokter mengikuti langkah Ibu Abece. Mendekati kolam renang terdengar sayup-sayup suara Abece : “Ayoooo kamu bisa… Kita belajar gaya kodok dulu yah… Jangan menyerah kawan…”

Sesampainya di tepi kolam renang, sang dokter tidak dapat menahan gelak tawanya lagi…

Dokter : “Woiii… Abece… Kamu sedang apa bersama kambing-kambing itu…”

Abece : “Tenang saja dok… Saya lagi mengajari kambing-kambing ini berenang. Kalau sudah bisa berenang kayak ikan gurami, saya boleh donk makan dagingnya. Saya tidak perlu takut dengan kolesterol lagi…”

Gubrakkk…

#firmanbossini obrolanbeken.wordpress.com m.facebook.com/firman.bekenmedia

Advertisements
This entry was posted in Joke. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s