“ISTERI IDAMAN”

<Senin, 30 Mei 2016 OOR 16:42>

Seorang pemuda bernama Tobalik, hidup sebagai pengangguran. Sementara itu, di usia masih begitu muda, Tobalik memiliki seorang isteri yang telah dinikahinya sejak tiga tahun yang lalu.

Di awal-awal pernikahannya, Tobalik masih dapat bertahan hidup dengan memanfaatkan sisa tabungan yang diperolehnya dari “amplop” pemberian orang ketika resepsi pernikahan dulu. Sedangkan, biaya menikah, didanai sepenuhnya oleh orang tuanya, dari hasil menjual sepetak ladang warisan keluarga.

Hingga mendekati tahun ketiga, tabungannya semakin menipis, sementara upaya untuk mendapatkan pekerjaan tetap masih belum diperolehnya. Berkas lamaran yang telah disebar ke puluhan perusahan masih belum berbalas. 

Hasil “mocok-mocok” sebagai kuli bangunan dan kuli angkat barang di pelabuhan, tidak cukup untuk menutupi beban biaya rumah tangganya bersama sang isteri tercinta.

Akhirnya Tobalik membanting stir dan berniat menjadi seorang atlit petinju. Dengan memiliki postur tubuh yang sehat dan otot yang kekar, dia berharap dapat menorehkan prestasi gemilang di olahraga tinju.

Setiap hari Tobalik berlatih dan terus berlatih. Mencoba peruntungan dengan mengikuti pertandingan, pindah dari ring tinju yang satu ke ring tinju yang lain, dengan imbalan ala kadarnya, karena Tobalik masih tergolong atlit pemula dan belum memiliki nama besar. 

Ternyata…

Tobalik mengalami tekanan hidup yang begitu besar dengan aneka kegagalan dan kekalahan dalam pertandingan. Rasa sakit, memar, bengkak dan darah segar seakan menjadi teman hidupnya sehari-hari. Semua sudah dianggap hal yang biasa. Yang penting dapat membawa pulang uang sekadarnya untuk menghidupi “asap di dapur rumahnya”.

Namun ada satu hal yang membuat Tobalik tetap bertahan dan tidak menyerah yaitu keikhlasan dan ketulusan sang isteri dalam mendampingi hidupnya.

Saat pulang ke rumah dengan peluh yang masih basah, sang isteri selalu menyambut Tobalik dengan senyuman. Rasa lelah dan kekhawatiran pupus oleh tangan lembut sang isteri yang menyeka keringat di sekujur tubuhnya. 

Sang isteri tidak pernah bosan memotivasi Tobalik dan memberi keyakinan kepada suaminya, bahwa akan ada hari indah sedang menanti mereka kelak.

Sang isteri yang baik itu, tidak pernah mengikuti langkah banyak isteri-isteri lain di luar sana, yang selalu mencibir dan menyudutkan suami mereka dengan kalimat yang tidak pantas.

“Sia-sia saja pekerjaan yang kamu lakukan saat ini. Saya sudah tidak tahan lagi”.

“Gantilah dengan pekerjaan lain yang menghasilkan uang banyak. Uang yang kamu dapatkan hanya akan cukup untuk makan sekali sehari saja”.

Atau yang lebih ekstrim lagi : “Aku sudah capek. Kamu jalani hidupmu sendiri. Aku mau pergi…”

Sekali lagi, isteri Tobalik, bukanlah tipe isteri-isteri lain yang terus mengeluh dan menggerutu. Dia terus mendukung sang suami. Dia sangat yakin, bahwa suaminya kelak akan menjadi juara dalam karirnya.

Dan pada akhirnya, di tahun kelima, Tobalik berhasil menjadi juara tinju nasional dengan penghasilan tinggi. Menjadi bintang iklan bertarif mahal. Sungguh luar biasa…

Sobatku yang budiman…

Bersabarlah atas semua yang terjadi saat ini. Jangan menyerah, berputus asa apalagi sampai meninggalkan pasangan hidup, di saat berada “di bawah”.

Penting sekali bagi kita untuk mendukung dan menyemangati pasangan kita dalam berkarir dan berusaha. Memotivasi mereka untuk mewujudkan impian hidupnya. 

Apakah kita termasuk orang yang mendukung pasangan kita, seperti isteri Tobalik?

Semoga…

#firmanbossini obrolanbeken.wordpress.com m.facebook.com/firman.bekenmedia

Advertisements
This entry was posted in Kisah Inspiratif. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s