“ANGKAT TELOR”

<Jumat, 27 Mei 2016 OOR 16:06>

Istilah “angkat telor” seringkali dikonotasikan negatif karena artinya adalah mencari perhatian orang lain secara berlebihan, misalnya dengan pujian atau sering juga disebut penjilat, terutama kepada atasan, dengan maksud mendapatkan previlege atau keuntungan pribadi.

Banyak orang menganggap seseorang yang suka “angkat telor” sebagai seorang pengkhianat. Perbuatannya tidak jarang melukai hati atau merugikan kepentingan orang lain. Yang penting dia berhasil mencuri perhatian atasannya.

Seorang karyawan yang menjadi mata dan telinga pimpinan akan melaporkan setiap detil kesalahan karyawan lain yang berpotensi merugikan perusahaan dianggap sebagai karyawan yang suka “angkat telor” atasannya.

Seorang anak bungsu kerap kali melaporkan abangnya yang selalu bolos sekolah karena bermain di warnet dianggap sebagai anak yang suka “angkat telor” orang tuanya. 

Kedua perbuatan di atas adalah contoh perbuatan angkat telor yang positif.
Sementara itu…

Seorang bawahan yang gemar memuji semua tindakan atasannya, walaupun atasannya berbuat salah atau menelurkan kebijakan yang tidak benar, dianggap sebagai bawahan yang suka “angkat telor” bosnya.

Seorang politisi yang suka memuja-muji pimpinan parpol dengan tujuan agar dirinya ditunjuk sebagai calon gubernur parpol tersebut, juga dianggap sebagai politisi yang suka “angkat telor” pimpinan partai.

Kedua perbuatan di atas adalah contoh perilaku “angkat telor” yang negatif.

Dan ada lagi…

Seorang pemuda yang suka angkat telor, akhirnya berhasil menjadi juragan telor terbesar di kotanya. Dia begitu telaten menekuni profesi sebagai tukang angkat telor, mau mempelajari teknik membeli, menjaga mutu dan menjual telur yang baik. Setelah menguasai ilmu perteloran, pemuda gigih ini mulai berusaha sendiri dan menjadi pengusaha sukses…

Ini adalah contoh real yang berkaitan dengan perbuatan “angkat telor”.

Sobatku yang budiman…

Ternyata, perbuatan “angkat telor” ada juga yang bagus dan patut ditiru. Perilaku “angkat telor” bukan melulu dipandang sebagai perbuatan yang bernilai tidak benar. 

Sekarang terserah kepada pendapat kita, mau melakukan kegiatan “angkat telor” yang positif atau yang negatif.

Semua berpulang kepada diri kita masing-masing…

#firmanbossini obrolanbeken.wordpress.com m.facebook.com/firman.bekenmedia

Advertisements
This entry was posted in Renungan Harian. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s