“NASEHAT IBU”

<Minggu, 22 Mei 2016 COR 09:59>

Suatu pagi di hari Minggu yang cerah, seorang anak gadis, bernama Sinchan sedang menikmati sarapan pagi bersama ibu tercinta. Sedangkan ayah Sinchan sedang bertugas di luar kota.

Setelah menikmati sarapan pagi, sepiring nasi lemak gurih dan lezat buatan sang ibu, mereka berniat menghabiskan waktu liburan dengan berkunjung ke kebun milik keluarga.

Sepanjang perjalanan, Sinchan selalu menatap wajah dan tubuh ibunya. Hal ini tentu saja membuat heran sang ibu.

Ibu Sinchan : “Mengapa Sinchan menatap ibu sedemikian rupa? Apa ada yang salah dengan penampilan ibu?”

Sinchan : “Ibu cantik sekali. Tidak pernah sekalipun Sinchan merasa bosan ketika melihat wajah ibu….”

Ibu Sinchan : “Hmmm… Terima kasih Sinchan. Tapi ngomong-ngomong, tidak seperti biasanya kamu berkelakuan seperti ini. Jangan-jangan kamu ada berbuat salah? Atau barangkali, kamu lagi mengingankan sesuatu untuk dibeli?”

Sinchan : “Tidak Bu… Sinchan bukan seperti itu. Sinchan hanya ingin kelihatan cantik seperti ibu. Mohon beritahu bagaimana caranya…”

Dengan tatapan lembut dan senyum haru, sang Ibu menjawab : “Agar bibir merah merekah terlihat menarik, kita harus mengucapkan semua perkataan yang baik. Jauhi semua perkataan kotor dan yang dapat menyinggung perasaan orang lain…”

“Agar pipi yang lesung terlihat indah, kita harus senantiasa menebarkan senyum ikhlas kepada siapapun, jangan membedakan status sosial orang lain…”

“Agar mata terlihat menawan, kita harus selalu melihat kebaikan orang lain. Jauhkan dan tutuplah mata dari kejadian buruk…”

“Untuk mendapatkan tubuh yang langsing dan sehat, kita harus menyisihkan makanan untuk mereka yang membutuhkan, para fakir miskin, anak yatim piatu, para jompo dan anak-anak terlantar…”

“Agar jemari tangan terlihat lentik menawan, kita harus menghitung berapa banyak kebajikan yang telah diperbuat orang lain kepada kita…”

“Untuk mendapatkan wajah putih bercahaya, kita harus membersihkan semua kotoran batin dan pikiran. Selalu berpikiran positif dan melihat dari sudut pandang yang benar”

Sinchan tersenyum dan bertepuk tangan, memberikan aplaus kepada ibunya yang begitu bijaksana. Dia berusaha mencerna kalimat demi kalimat yang diucapkan ibunya.

Ibu Sinchan melanjutkan lagi : “Anakku.. Janganlah menyombongkan diri karena memiliki anugerah keindahan fisik karena semua itu akan pudar seriring berjalannya waktu. Kecantikan perilaku tidak akan pernah sirna walau oleh kematian sekalipun”.

Sobatku yang budiman…

Biasakan diri untuk menyapa orang-orang sekeliling kita. Paling tidak, janganlah pelit untuk menebar sebuah senyuman manis kepada mereka. 

Biasakan diri untuk mengucapkan kata-kata santun kepada siapapun. Sekedar kalimat pendek : “Tolong, Maaf, Permisi dan Terima Kasih” akan membuka mata orang lain tentang keberadaan dan kehadiran kita yang penuh kehangatan. 

Riaslah hati kita menjadi indah dan bukan melulu hanya merias wajah menjadi cantik.

Hal-hal yang indah dan menyenangkan tidak selalu baik, tapi hal-hal yang baik akan selalu indah, menyenangkan dan tentu saja membahagiakan…

#firmanbossini obrolanbeken.wordpress.com m.facebook.com/firman.bekenmedia

Advertisements
This entry was posted in Kisah Inspiratif. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s