“CICAK DAN KUPU-KUPU”

<Jumat, 20 Mei 2016 COR 18:02>

Pada suatu hari, di bawah sebuah pohon rindang, di samping lumbung padi, berkumpul banyak sekali binatang. Ada tikus, kadal, tupai, burung dan kupu-kupu.

Dari kejauhan kelihatan seekor ular sedang mengejar seekor cicak yang berukuran besar. Kelihatan cicak betina ini sedang mengandung, karena perutnya yang membuncit. 

Semua hewan berlarian menghindarkan diri, masuk ke lubang persembunyian yang aman. Mereka takut akan menjadi santapan ular. 

Cicak malang tersebut berusaha berlari menghindar dari sergapan ular yang sedang kelaparan. 

Namun, sebuah patokan ular berhasil menjangkau dan menangkap ekor cicak berkulit gelap itu. Dengan segenap kekuatan yang ada, cicak berupaya dan terus berjuang untuk meloloskan diri dari ular yang berukuran kecil.

Demi menyelamatkan nyawanya yang berada di ujung tanduk, akhirnya cicak menggunakan upaya terakhir dengan memutuskan ekornya. Cicak segera melarikan diri dengan berlari sekuat tenaganya dan membiarkan sepotong ekornya menjadi santapan ular ganas tersebut.

Setelah ular berlalu dari tempat tersebut, semua binatang kembali berkumpul. Sebagian dari mereka ada yang merasa kasihan terhadap nasib cicak. Namun, banyak juga yang tidak peduli dengan penderitaan cicak.

Hanya seekor kupu-kupu yang merasa simpati dan kasihan kepada nasib cicak.

Kupu-kupu : “Hai sahabatku, cicak yang malang… Sungguh beruntung kamu dapat menyelamatkan diri dari santapan si ular. Namun amat disayangkan sekali, ekormu harus terputus. Apakah kamu merasa sangat kesakitan?” 

Cicak mengangguk perlahan. Kupu-kupu yang baik hati itu merasa tersentuh hatinya dan menawarkan bantuannya kepada cicak. 

Kupu-kupu : “Kemarilah cicak, aku akan membantu membalut lukamu. Aku akan menorehkan madu dari bunga terbaik sebagai obat luka yang mujarab untuk menyembuhkan lukamu.”

Cicak merasa terharu melihat kebaikan kupu-kupu. Dia tidak menyangka ada makhluk lain yang tidak sejenis dengannya, mau menolongnya. Tidak seperti binatang lainnya, yang tidak mau peduli dengan penderitaannya.

Cicak : “Terima kasih, kupu-kupu yang berhati mulia. Kami kaum cicak, biarpun kecil dan lemah namun kami telah dibekali oleh Tuhan kemampuan menyelamatkan diri dari bahaya. Kami dapat memutuskan ekor di saat-saat yang genting. Walaupun kami merasakan kesakitan saat melakukan itu, tetapi secara alami, alam akan membantu menyembuhkan dan menumbuhkan ekor kami kembali seperti keadaan semula”.

Kupu-kupu mendengar penuturan cicak dengan serius. Dia merasa cicak adalah binatang yang hebat karena memiliki kemampuan regenerasi ekor yang tidak dimilikinya.

Cicak : “Aku sendiri sangat bersyukur atas rasa sakit ini. Semua ini menyadarkan diriku bahwa aku harus lebih menghargai kehidupan ini dengan berjuang dan berhati-hati dalam melangkah”.

Kupu-kupu : “Tapi…saat ini kamu pasti merasa kesakitan sekali…”

Cicak : “Sekali lagi saya ucapkan terima kasih atas niatmu yang tulus. Saya ora popo. Sampai jumpa lagi, sahabatku”. 

Cicak yang tegar itu kemudian merangkak menjauh sambil menahan rasa sakit yang teramat sangat di bagian ekornya.

Sobatku yang budiman…

Kehidupan yang kita jalani tidaklah selalu mulus. Seringkali kita berhadapan dengan situasi yang menyebabkan kita merasa sakit dan menderita.

Percayalah, Tuhan tidak akan pernah memberikan cobaan yang melebihi dari kemampuan kita. Tuhan pasti selalu menyiapkan kekuatan untuk menghadapi semua rintangan hidup.

Seperti seekor cicak, manusia juga diberikan kemampuan untuk meregenerasi sesuatu yang hilang, walaupun menderita sakit untuk sementara waktu. Setelahnya, semua akan pulih kembali seperti sedia kala.

Jadikanlah setiap masalah sebagai pembelajaran agar kita menjadi lebih tegar dan tabah dalam melangkah maju untuk meniti sisa-sisa kehidupan menjelang berakhirnya kontrak hidup kita di dunia ini.

#firmanbossini Obrolanbeken.wordpress.com m.facebook.com/firman.bekenmedia

Advertisements
This entry was posted in KISAH INSPIRATIF. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s