“ORANG BAIK”

<Rabu, 18 Mei 2016 COR 07:40>

Sebagai makhluk sosial, setiap hari kita akan bertemu dengan banyak orang dengan berbagai macam karakter pribadi yang berbeda.

Ada pribadi yang menyenangkan hati kita. Swbaliknya ada yang membuat hati menjadi jengkel dengan tingkah laku yang menyebalkan. Ada yang cocok menjadi teman atau sahabat kita. Sebaliknya ada yang selalu berseteru dan berselisih paham dengan kita.

Karena banyak bertemu dan bersinggungan dengan orang lain dalam keseharian kita, sehingga mau tidak mau, suka tidak suka kita akan bertemu dengan orang baik maupun orang yang tidak baik.

Dapatkah kita membedakan mana orang yang baik dan mana yang tidak baik? 

Cara yang paling simpel adalah melihat tabiat dan perilaku sehari-harinya.

Orang yang baik hatinya akan selalu menjaga mulutnya dari hinaan, makian, hujatan dan kata-kata kotor lainnya. Mereka akan selalu berperilaku santun, menjaga pikirannya untuk tidak “menelikung” serta selalu menjalin hubungan yang tulus dan penuh toleransi dengan orang lain.

Sebaliknya, orang yang tidak baik, akan selalu melontarkan kalimat-kalimat kasar yang menyakitkan hati, egois dan mau menang sendiri, inginnya selalu bersitegang dan berselisih dengan orang lain serta memelihara prasangka buruk di dalam pikirannya.

Namun, bukankah kita tidak boleh “menilai buku dari sampulnya”?

Memang tidak salah kalimat peribahasa di atas. Penampilan luar bukan menjadi jaminan seseorang itu pasti baik. Dalamnya laut bisa diukur, tapi dalamnya hati siapa yang tahu. 

Namun, kita juga tidak dapat memungkiri bahwa apa yang tampak dari luar, itulah yang membuat seseorang mendapatkan “label” sementara sebelum terbukti kebenarannya, seiring dengan berjalannya waktu.

Lihat saja bagaimana cara seorang guru di sekolah membedakan murid yang baik dan murid yang tidak baik.

Murid yang baik adalah mereka yang pendiam, menyimak dengan serius di saat guru sedang mengajar, selalu mengerjakan tugas rumah dengan rajin dan berperilaku sopan kepada guru. 

Sementara murid yang tidak baik adalah mereka yang bandel, nakal, tukang ribut, suka berkelahi, tidak mau mendengarkan dan pemalas. 

Para guru tidak mungkin akan mengetahui perilaku murid-muridnya di rumah. Dan juga tidak peduli bagaimana perilaku mereka di luar sekolah. Yang akan menjadi pedoman para guru adalah tingkah laku mereka di sekolah.

Bagaimana dengan orang yang tampak santun dan baik di luarnya saja, tapi ternyata hanya penuh kepura-puraan atau bersifat munafik?

Yang membedakan seseorang itu benar-benar baik atau hanya berpura-pura adalah dari ketulusannya. Orang yang tulus, memiliki sikap yang baik dalam segala situasi. Dia akan menjadi sosok manusia yang sama dalam suka maupun duka. Mereka memiliki konsistensi antara hati, pikiran, perkataan, dan perbuatannya.

Sementara itu, orang yang berpura-pura, seperti memiliki dua kepribadian yang berbeda. Mereka akan muncul pada saat situasi gembira dan akan menghilang di saat kita merasa sedih. Mereka tidak merasa peduli saat kita membutuhkan uluran tangan mereka. Selain itu, hati, pikiran, perkataan, dan perbuatannya tidak sinkron atau tidak sejalan.

Jadi, orang yang baik adalah…

Mereka yang benar-benar baik perilakunya dan tidak dibuat-buat hanya untuk pencitraan diri. Semua perbuatan baik yang dilakukan selalu bersumber dari ketulusan hatinya. Orang yang baik akan selalu baik di saat kita menjumpainya kapan dan di mana saja.

Meskipun sedang dilanda kesedihan dan kesulitan sekalipun, mereka tidak akan berubah karena kebaikan itu sudah mendarah daging di dalam hatinya. 

Kita akan merasa sangat nyaman saat berada di dekatnya karena setiap perbuatan dan perkataan yang dilakukannya adalah asli, murni dan penuh keikhlasan.

Pertanyaannya sekarang, sudahkah kita menjadi pribadi yang baik dan tulus, bagi keluarga dan orang-orang lingkungan sekitar kita?

#firmanbossini obrolanbeken.wordpress.com m.facebook.com/firman.bekenmedia

Advertisements
This entry was posted in RENUNGAN. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s