“JANGAN BELENGGU DIRIKU”

<Rabu, 11 Mei 2016 OOR 13:58>

Aku tidak biasa lengket dan melintah bersama dengan orang-orang eksekutif, karena saya jarang menggunakan jasa kereta api eksekutif, lebih senangnya yang kelas ekonomi.

Namun aku juga tidak dekat dengan para legislatif karena tidak paham undang-undang dan aku juga tidak doyan lapis legit.

Apalagi dengan orang-orang yudikatif, aku juga tidak pernah bersentuhan, sebab aku tidak mengerti hukum rimba dan lebih senang ngobrol dengan Pak Yudi dari PT Katif Indonesia.

Aku amat heran, mengapa aku harus mengasingkan diriku dari dunia mereka, membelenggu tangan dan kakiku dari jeratan mulut manis nan berbisa, lantas duduk manis diam di kursi rotan dalam kesendirianku.

Aku merasa sangat nyaman dengan kondisi seperti ini, dapat sesuka hati menyerocos dan bicara ceplas ceplos tanpa harus terkungkung oleh aturan dan tata tertib protokoler yang njelimet.

Aku bebas membicarakan apapun dari sudut pandang utara, selatan, timur maupun barat, tanpa harus takut menyinggung perasaan orang lain. Toh, semua kebenaran yang aku suarakan selalu menjadi “angin lalu” dan tidak pernah dianggap oleh mereka.

Arghhh, biarlah…

Maaf, dengan ini aku menolak pinangan Bapak / Ibu yang terhormat karena di luar sana, masih ada yang lebih pantas dariku, lebih pintar dariku dan lebih segalanya dariku.

Aku masih sangat senang dapat bercengkerama dengan sobatku semua di media sosial, dapat berbagi ilmu, pengalaman dan inspirasi dalam suasana santai dan penuh hiburan.

Mungkin esok, aku dapat berubah pikiran…

Namun, saat ini aku masih teguh tetap berdiri di atas tanah pijakanku.

Dan satu lagi, jangan “ambil di hati” namun introspeksilah jika suatu saat penaku menghujam tajam ke ulu hatimu, jika sampai kamu mengkhianati cita-cita leluhur pendiri bangsa dan lebih senang bersekutu dengan setan untuk menyengsarakan kami…

Saat ini aku amat PW (Posisi Wenak) di sini, bukan di tempat “basah” yang kalian janjikan untukku…

Mohon jangan belenggu diriku. Jangan pula mencoba untuk menutup mulutku dengan segepok kertas yang tidak bernilai di mata Tuhan.

Aku berdiri di sini, akan mengamati semua perilakumu…
Berbuatlah yang terbaik demi rakyat dan negara tercinta. Doaku selalu menyertai langkahmu berkontribusi demi kemajuan bangsa.

#firmanbossini Obrolanbeken.wordpress.com m.facebook.com/ firman.bekenmedia

Advertisements
This entry was posted in Politik. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s