“HARI INI”

<Selasa, 10 Mei 2016 COR 09:24>

Gerbang masa lalu telah tertutup. Gerbang masa depan belum juga terbuka…

Untuk apa kita merisaukan masa lalu dan masa depan?Mengapa pula kita harus melelahkan diri memikirkan kedua jangka waktu tersebut?Curahkan saja segenap perhatian untuk hari ini. Tentunya ini lebih realistis.

Kita dapat mengerjakan lebih banyak hal untuk hari ini, jika kita sanggup melupakan hari kemarin dan membumbungkan balon ketakutan ke atas awan, mengenai hari esok. Oleh karena itu, hiduplah untuk hari ini.

Banyak orang menjadi stress hingga mendekati gila karena memikirkan masa lalu yang kelam. Tidak dapat melepaskan diri dari belenggu kesedihan, tidak dapat menjadi pribadi yang ikhlas dan penuh kerelaan dalam meninggalkan bayang-bayang kelam masa lalu.

Sebaliknya banyak juga orang yang tertekan batin hingga mendekati gila karena mengkhawatirkan masa depan. Impian yang dipatok terlalu tinggi akan mengikat pikiran dan mengkerdilkan kemampuannya untuk berinovasi dengan baik.

Masa lalu dan masa depan hanyalah bentuk permainan pikiran yang membuat manusia menjadi seorang penakut. 

Sobatku yang budiman…

Hiduplah apa adanya sesuai dengan kemampuan. Jangan membanding-bandingkan yang sudah dimiliki sendiri dengan sesuatu yang sudah dimiliki orang lain, secara berlebihan. 

Ujung-ujungnya malah muncul rasa sakit hati, dengki dan membuat pikiran menjadi super nekad, menghalalkan segala cara untuk “mengalahkan” orang lain.

Jangan terlalu berharap dapat mempersiapkan pendidikan yang bagus bagi buah hati kelak atau dapat merealisasikan rencana liburan ke daerah wisata yang indah dan mahal jika kita hanya berkutat dengan segunung buaian mimpi, tanpa berniat meraih impian tersebut dengan bekerja sebaik-baiknya pada hari ini. 

Jika ingin sukses, berbuatlah yang terbaik hari ini. Fokuskan semua perhatian dan kekuatan yang ada untuk menyelesaikan pekerjaan hari ini juga.

Jangan menunggu esok hari yang belum tentu akan kita lalui. Kontrak hidup kita dengan Tuhan hanya Dia yang tahu.

Jangan pula melihat jejak masa lalu yang akan membuat kita melambat atau bahkan berhenti dalam menyebar virus kebaikan karena masih diselimuti rasa sakit hati dan dendam kepada mereka yang pernah menyakiti hati kita.

Niscaya hidup kita akan jauh lebih indah dan bermakna…

#firmanbossini Obrolanbeken.wordpress.com m.facebook.com/firman.bekenmedia

Advertisements
This entry was posted in RENUNGAN. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s